Al2aint

Al2aint
Bagian 9


__ADS_3

“Kupikir aku khawatir pada mereka berdua? Apa mereka kembali ke kelas? Tapi, perasaanku tak enak." gumam Alisha khawatir. Ia telah mengganti seragam olahraga dengan seragam identitas sekolahnya. Setelah berpikir sebentar, ia memutuskan untuk pergi menyusul Rain dan Ara.


Alisha tidak dapat menemukan mereka di kelasnya. Alisha merasa heran kenapa tidak menemukan mereka berdua. Saat ia tengah berjalan tak tentu arah, ia melihat seorang siswa yang tak sengaja berpapasan dengannya. Ia pun bertanya pada siswa tersebut.


“Eum.. Permisi, apa kalian melihat Ara dan Rain?” tanyanya sembari tersenyum tipis.


“Oh, mereka? Mereka tengah berada di ruang kepala sekolah” sahut murid itu. Alisha yang mendengar hal itu terkejut.


“Memangnya ada apa?” tanya Alisha bingung.


“Kau tak tahu? Mereka bertengkar dengan geng Sheila” ucap murid itu.


“Ah, baiklah terima kasih,” ucap Alisha yang langsung berlari ke ruang kepala sekolah.


‘Sialan! Aku terlambat!'


                                          🌹🌹🌹


“Kali ini apa masalahnya, Sheila?” tanya kepala sekolah pada Sheila yang kini tersenyum percaya diri.


“Mereka membuat masalah denganku, Yah. Lihatlah! Bajuku penuh dengan noda jus!” adu Sheila manja. Ara dan Rain yang mendengarnya merasa mual.


“Baiklah, kau dan teman-temanmu boleh pergi,” ucapnya datar. Ara dan Rain melotot tidak terima. Seangkan, Sheila menjulurkan lidahnya pada keduanya dan tersenyum penuh kemenangan.


“Tidak bisa begitu, Pak! Mengapa Bapak menghukum kami yang merupakan korban, Pak?” sergah Rain tak terima.


“Diamlah, Rain,” tegas kepala sekolah.


‘Shit!’ umpat Ara dalam hati.


“Saya pikir kalian adalah murid teladan. Tapi, kenyataannya? Tidak. Bapak akan menskorsing kalian selama seminggu,”


“Lalu, bagaimana dengan anak Bapak yang merupakan dalang dari semua kejadian ini?” tanya Ara dingin.


“Betul sekali, sepertinya bapak berlaku tidak adil terhadap kami,” tambah Rain.


“Diam atau Saya akan mengeluarkan kalian dari sekolah ini?” ancam Kepala Sekolah.

__ADS_1


“Wah! Lucu sekali. Bagaimana bisa Bapak melindungi pelaku sementara Bapak menghukum seorang korban. Sepertinya Bapak tau jika cctv di kantin sekolah menyala. Bagaimana kalau kita menonton bersama atau mungkin seluruh penghuni sekolah ini atau mungkin kita juga bisa mengundang Pak Presiden untuk menonton bersama? Sepertinya Beliau akan tertarik untuk menyaksikan video tersebut.” tawar Rain santai.


“Rain!” bentak Kepala Sekolah geram. Ia tak habis dengan dua siswanya yang terlampau berani dengannya.


“Maaf, Bapak Kepala Sekolah yang terhormat. Kami tidak akan melawan jika Anda bisa berlaku adil dan terhormat layaknya seorang pemimpin." tegas Ara dingin.


"Dan sepertinya, saya harus menyarankan papa saya untuk berhenti menjadi donatur utama sekolah ini." Ara mengeluarkan smirk andalan nya, menatap ke arah kepala sekolah yang terdiam.


“Sepertinya kasus gelap sekolah ini juga akan menarik untuk khalayak umum,” celetuk Rain tersenyum sinis.


                                          🌹🌹🌹


Alisha berlari secepat mungkin menuju ruang kepala sekolah. Ia dengan cepat menuruni tangga yang menghubungkan lantai dua yang merupakan tempat kelas sebelas berada menuju lantai dasar tempat ruang kepala sekolah berada. Ketika ia akan sampai di ruang itu, ia tak sengaja berpapasan dengan geng Sheila. Ia berhenti karena mereka menutup akses jalannya menuju ruang kepala sekolah.


“Kau! Berhentilah menjadi pengganggu, sialan! Sejak dulu kau selalu mengganggu kehidupanku. Berhenti merebut semuanya dariku! Kau dan ibumu, dasar parasit sialan!” kecam Alisha penuh penekanan di setiap katanya. Ia berusaha menjaga suaranya agar tetap rendah dan tak meamncing keributan lagi.


Sheila yang kesal karena ibunya disangkut pautkan maju dan mendorong bahu Alisha. Namun, dengan cepat Alisha menepis kasar lengannya hingga ia sedikit oleng.


“Kau?! Apa maksudmu membawa nama ibuku, hah?! Kau cari mati denganku?!!” teriaknya kalap. Alisha maju dan menarik kerah kemeja Sheila kasar. Namun, ia segera melepaskannya ketika dirasakannya kerah kemeja Sheila yang kotor.


“Apa kau bilang?!” Sheila menatap Alisha nyalang. Yang ditatap menatap balik dengan tatapan dingin dan tajam. Ia hanya berlalu menuju tujuan utamanya meninggalkan Sheila yang hanya terdiam geram.


Para bawahan Sheila memberi jalan pada Alisha ketika Alisha menatapnya dengan pandangan serupa. Ia membuang tisu kotornya ke tong sampah terdekat dan melanjutkan jalannya ke ruang kepala sekolah yang sudah tak jauh. Sesampainya di depan ruang kepala sekolah. Ia berhenti sejenak untuk meredakan emosinya. Setelah itu, ia mendobrak pintu ruangan itu seolah-olah dirinya baru saja berlari.


                                          🌹🌹🌹


Saat kepala sekolah akan menjawab Rain, pintu ruangannya terdorong dari luar menghasilkan debaman yang cukup keras antara dinding dengan pintu dan membuat semua yang ada di ruangan itu tersentak kaget. Alisha yang merupakan pelaku yang menyebabkan debaman keras itu terdengar menyerobot masuk ke ruang Kepala Sekolah tanpa mengetuknya terlebih dahulu. Dilihatnya Rain dan Ara yang berantakan sama seperti Sheila dan gengnya melihatnya dengan pandangan terkejut sekaligus heran.


“Alisha? Mengapa kau masuk ke ruanganku tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu? Apakah itu sopan?” tanya Kepala Sekolah tegas.


“Maaf, Pak. Saya mendengar jika Anda menghukum kedua sahabat Saya. Maka dari itu, Saya ingin meminta Anda menarik kembali hukuman yang telah Anda berikan dan memberikannya pada Saya, karena Saya adalah alasan mengapa mereka bertengkar." tegas Alisha.


“Tidak, Pak! Dia tidak ikut dalam aksi perang ini, Saya berani sumpah,” sergah Rain tegas.


“Sa-”


“Cukup! Untuk kali ini, kalian Bapak maafkan. Sekarang keluarlah." perintah Kepala Sekolah memijat pelipisnya pela. Ia sudah tua, namun justru ia dihadapkan dengan perilaku tiga muridnya yang luar biasa.

__ADS_1


“Baik, Pak. Terima kasih atas kemurahan hati Bapak yang amat sangat jarang terjadi. Tapi saya akan tetap mengatakan pada papa saya untuk berhenti menjadi donatur disekolah ini. Toh banyak sekolah lain yang lebih bisa bersikap adil kepada murid nya dibandikan bapak yang ternyata pilih kasih." ucap Ara telak. Ia hendak pergi keluar bersama kedua sahabatnya sebelum suara sang kepala sekolah menginterupsi langkah ketiganya.


“Tunggu! Alisha, kau tetap tinggal disini. Bapak ingin berbicara sebentar denganmu.” pintanya memandang Alisha lekat. Wajahnya terlihat sedikit sendu, namun ia berusaha menyembunyikannya dengan tatapan datar.


“Tapi, Pak? Apa Bapak akan menghukum Alisha? Kalau begitu kami juga harus dihukum, pak!” sergah Rain.


“Diam, Rain. Saya tidak akan menghukumnya. Saya hanya ingin berbicara sebentar dengan Alisha.” sela sang Kepala sekolah menatap Rain tajam.


“Saya rasa itu tidak perlu, Pak. Permisi, kami harus pergi.” tolak Alisha menarik tangan kedua temannya keluar dari ruangan itu.


“Al.. Saya mohon..”


Namun, permintaannya tak digubris oleh Alisha yang telah menutup pintu ruangan itu sedikit kasar. Di luar ruangan itu, Sheila dan gengnya menanti mereka yang siap menyambut mereka bertiga. Alisha menatapnya tajam, namun Sheila berusaha menghindari tatapannya.


“Selamat, ya? Kalian akan menikmati libur sekolah untuk waktu yang cukup lama. Berterima kasihlah padaku,” ucap Sheila dengan sombongnya.


“Tidak semudah itu, Ferguso,” balas Rain tersenyum miring.


“Jika kau menganggapnya sebagai kelemahan bagi semua siswa, itu sama sekali tak berlaku bagi kami,” ucap Ara datar.


“Sudahlah! Ayo, pergi ke kantin, aku sangat lapar. Ini sungguh menguras tenaga dan air liurku berdebat dengan pria tua itu,” sela Rain. Ketiganya meninggalkan Sheila dan gengnya yang hanya menatap sinis kepergian mereka.


“Ayo, kembali,” perintah Sheila pada ketiga pengikutnya.


                                        🌹🌹🌹


                                          TBC


                                                              @The_granat


                                                            @garnissr


                                                            @theodra_ara


                                                                @lee_sona09


                                         

__ADS_1


__ADS_2