Al2aint

Al2aint
Bagian 7


__ADS_3

Hari ini, kelas Alisha sedang pelajaran olahraga. Seperi biasa, mereka akan melakukan pemanasan terlebih dahulu sebelum melakukan olahraga inti.


Alisha sedang memainkan bola basket. Ia menembakkan bolanya ke arah ring dan masuk. Diantara mereka bertiga hanya Alisha yang pandai dalam bidang olahraga. Saat Alisha ingin menembak bola untuk kedua kalinya ke dalam ring, tiba-tiba sebuah bola basket melayang ke arahnya dan mengenai punggungnya hingga dirinya jatuh tersungkur ke depan.


“Ah! Sakit.” Alisha mengaduh kesakitan. Ia melihat tangannya yang kotor dan lecet. Saat Alisha ingin berdiri, tiba-tiba sebuah tangan terulur dihadapannya. Alisha mendongak demi melihat pemilik tangan tersebut.


‘Rayhan?’


Batin Alisha saat melihat pemilik tangan tersebut. Matanya bersirobok dengan mata Rayhan yang menatapnya sambil tersenyum manis.


“Maafkan aku. Aku tak sengaja melemparkan bola itu ke arahmu. Kau baik-baik saja?” tanya Rayhan masih mengulurkan tangannya.


Alisha merasakan pipinya memanas dan benar saja pipi Alisha merah karena malu. Dia menerima uluran tangan Rayhan sembari tetap menunduk berusaha sebisa mungkin menyembunyikan rona merah di pipinya.


“Terima kasih.” Ucapnya datar.


“Hmm... Apa kau baik-baik saja?” Tanya Rayhan.


“Uhm... Y-ya. Aku baik-baik saja."Jawab Alisha gugup.


“Mengapa pipimu merah? Apa karena terjatuh tadi?” Tanya Rayhan cemas.


“Ah? Oh.. Itu.. Anu.. Tidak apa-apa. Ya, aku tak apa-apa. Bukan masalah besar. Bukan apa-apa, sungguh!” Ucap Alisha yang pipinya mulai memerah seperti kepiting rebus.


“Oh, begitu? Berikan tanganmu, kita harus mengobatinya di UKS.” Ucap Rayhan hendak meraih tangannya. Namun, Alisha menyembunyikan tangannya di belakang tubuhnya hingga Rayhan yang tak bisa menebak gerakan tangan Alisha tetap mengikutinya, membuatnya oleng hingga menubruk tubuh Alisha dan membuat mereka terjatuh dengan posisi seperti Rayhan mengukung Alisha yang ada di bawahnya.


Alisha menutup matanya dan menahan napasnya. Tangannya sudah terkepal di depan dada. Ia tahu Rayhan ada di atasnya. Namun, lelaki itu tak kunjung bangkit dari posisinya membuatnya mau tak mau membuka matanya.


Ia melihat Rayhan menatapnya intens membuatnya memalingkan wajahnya ke arah lain. Di sana, terdapat banyak pasang mata yang melihat kejadian itu. Ia spontan mendorong tubuh Rayhan untuk bangkit. Mau tak mau Rayhan bangkit berdiri dan membersihkan telapak tangannya yang penuh debu.

__ADS_1


“Kau tak apa-apa?” tanyanya pada Alisha yang hanya dijawab dengan gelengan kepala.


“Eum, masalah lenganku, aku bisa melakukannya sendiri."cicit Alisha.


“Oh, baiklah." ucap Rayhan dan berlalu meninggalkan Alisha dan kembali ke arah teman-teman nya yang sudah menatap ke arah dirinya dengan pandangan meledek. Meledek kemesraan yang baru saja dilakukan oleh Alisha dan Rayhan tadi.


Setelah kejadian tadi, Alisha memutuskan untuk pergi ke UKS sebelum mengganti seragam olahraganya. Saat Alisha tengah berjalan berjalan menuju UKS, tiba-tiba seseorang menghentikan jalannya. Itu Sheila yang ditemani para antek-anteknya.


‘Sialan! Kenapa harus sekarang?’ Alisha mengumpat dalam hati.


“Wah, wah.. Kau berjalan sendirian? Dimana para tikus yang selalu mengikutimu?” ucap Sheila tersenyum sinis. Alisha yang tidak suka keributan lebih memilih diam dan pergi meninggalkan tempat itu. Namun, saat hendak pergi tangannya dicekal oleh Sheila.


“Kau mau kemana, hah?” ucap Sheila. Namun, Alisha hanya diam.


“Hei! Kau punya mulut, kan? Apa kau gagu?” tanya Sheila meremehkan lawan bicaranya.


Alisah yang muak dengan tingkah Sheila akhirnya dia menghempaskan tangan Sheila dan menatap gadis yang terpaut satu tahun di atasnya dengan tatapan dingin.


“Wah.. Kau berani sekali. Kupikir kau hanya sembunyi di belakang kedua tikus pengganggu itu, ternyata nyalimu besar juga. Aku kagum." ucap Sheila melipat tangannya di depan dada angkuh.


"Tapi mari kita lihat sampai mana keberanian mu itu." Sheila tersenyum dengan menatap Alisha meneliti dari atas hingga bawah.


“Guys!!! Bawa dia ke gudang sekarang!” perintah Sheila pada teman-temannya.


Mereka membawa paksa Alisha yang memberontak. Butuh sekitar tiga orang untuk membawa Alisha yang bertenaga kuat. Sesampainya di gudang yang berisi barang-barang kebersihan, Alisha menghempaskan ketiga pasang tangan yang melekat di kedua tangannya kasar.


“Sialan! Jauhkan tangan berkuman itu dariku!” gusarnya mengeluarkan saputangan dari saku celana olahraga nya dan mulai mengusap kasar lengan nya.


“Apa yang ingin kalian lakukan?” tanya Alisha ketus masih fokus mengusap-usap lengannya. Ia butuh air untuk mencuci lengannya sekarang. Alisha benar-benar benci saat orang lain menyentuhnya. Ia akan merasa risih dan berusaha untuk membersihkan bekas sentuhan yang dianggapnya kotor itu.

__ADS_1


“Ck! Sialan aku butuh air sekarang! Biarkan aku pergi, Sheila!” geramnya. Menghempaskan sapu tangannya ke lantai gudang kasar. Ia benar-benar jijik sekarang.


"Ck! Kau kira teman-temanku akan menularkan virus penyakit hanya dengan menyentuhmu, begitu? Kau menghina kami, sialan! Dasar lemah!” ucap Sheila hendak menjambak rambut Alisha. Namun, ia tak cukup tinggi untuk meraihnya. Alhasil, Alisha menangkis tangannya dengan mudah.


“Aww.. Sakit. Sialan, kau!” keluhnya.


Sheila berusaha untuk menjambak kembali rambut Alisha yang masih berusaha menghilangkan jejak tangan antek-antek Sheila dari tubuh nya. Sheila yang melihat itu pun memanfaatkan nya dan segera menarik rambut Alisha.


Sheila pun berhasil menarik rambut Alisha hingga membuat gadis itu memekik kesakitan. Ia semakin gencar menarik rambut Alisha. Alisha berusaha menarik tangan Sheila dari rambut nya. Namun sayang, tenaga nya tidak cukup kuat untuk melepaskan tarikan sarat akan dendam dari tangan Sheila itu.


"Lepaskan tangan kotor mu itu Sheila!!" teriak Alisha menahan tangan Sheila yang masih berada di rambut panjang nya.


"Tidak akan. Rasakan ini cupu, hahaha!" Sheila tertawa keras di ikuti oleh semua antek - anteknya. Mereka tidak perduli dengan teriakan sakit yang di keluarkan oleh Alisha. Bahkan mereka menikmati wajah kesakitan itu.


Sudah lama mereka tidak membully karena banyak murid yang menghindar ketika bertemu mereka. Sehingga membuat mereka selama 1 bulan terakhir ini berhenti melakukan pembullyan karena tidak adanya korban.


Namun sekarang mereka mendapatkan mangsa baru. Mangsa yang berani membantah dan melawan semua perkataan bos mereka --Sheila-- dengan wajah datar dan mematikan itu. Wajah yang pada awalnya membuat mereka bergidik takut. Namun merasa tertantang untuk makin menyiksa mereka. Dan kini melihat Alisha berteriak kesakitan, mereka merasa seperti terlahir kembali. Oleh karena itu mereka tidak akan menyia- nyiakan kesempatan ini.


Dengan tarikan Sheila yang makin menguat, Alisha semakin merasakan sakitnya. Kepalanya terasa semakin pening hingga rasanya dia ingin menangis. Detik selanjutnya, Alisha jatuh pingsan karena rasa pening yang begitu menusuk kepalanya.


                                        🌹🌹🌹


                                          TBC


                                                              @The_granat


                                                            @garnissr


                                                            @theodra_ara

__ADS_1


                                                                @lee_sona09


                                         


__ADS_2