Alstroemeria Of Almeria : Complicated Love

Alstroemeria Of Almeria : Complicated Love
Amira


__ADS_3

Malam itu, Nyonya Dilara tidak bisa tidur. Dia memikirkan ancaman yang disampaikan tuan Ambros. Dia begitu takut dengan apa yang dia dengar. Tuan Ambros telah mengancam akan membongkar kejahatan yang pernah dilakukannya.


Nyonya Dilara berusaha untuk menenangkan diri dan menenangkan pikirannya. Dia berdoa dan berharap Tuhan akan menjaganya dan keluarganya.


Malam berlalu dengan lambat, dan Nyonya Dilara masih terjaga. Dia masih berusaha untuk menenangkan pikirannya dan menyingkirkan ketakutannya. Dia berharap bahwa situasinya akan berubah


"Apa yang telah ku lakukan? Kenapa aku mempercayai pria itu. Aku harus segera menyingkirkannya sebelum semua ini menjadi lebih parah" Nyonya Dilara mengambil telepon dan menelepon seseorang.


..........


21 April 1994


Sebuah pesawat take off dari Prancis menuju Spanyol


Suasana dalam pesawat saat ini cukup tenang. Penumpang sudah mulai beristirahat dan staff penerbangan juga sedang beristirahat. Kabin berisi percakapan-percakapan pelan dan tawa yang lembut dari anak-anak yang sedang bermain. Musik yang sedang diputar dalam pesawat membuat suasana jadi lebih santai. Lampu-lampu di dalam pesawat juga dimatikan sehingga suasana dalam pesawat menjadi lebih gelap. Pemandangan luar jendela pun menjadi lebih indah dengan cahaya bulan yang lembut menyinari.


Dalam pesawat, beberapa penumpang juga masih asyik mengobrol dengan teman mereka atau dengan penumpang sebelah mereka. Beberapa orang juga masih asyik menonton film atau membaca buku


Salah satu penumpang dari pesawat itu ialah seorang wanita karir bernama Amira. Dia adalah seorang manajer di sebuah perusahaan teknologi terkenal dan juga seorang pengacara. Saat ini, dia sedang di perjalanan untuk mengunjungi sebuah konferensi bisnis penting sekaligus mengunjungi teman lamanya di Valencia.


Amira menikmati pemandangan dari dalam pesawat. Dia melihat sinar rembulan yang memantul di atas kumpulan awan yang terhampar di bawahnya. Dia juga melihat gunung-gunung di bagian lain dari penerbangan.


"Permisi nona, apa kau ingin teh atau kopi" tawar seorang pramugari


"Tidak terimakasih" sahutnya


Pramugari itu pun pergi menawari minuman kepada penumpang yang lain.


Matahari pun terbit menyinari jendela pesawat. Semua penumpang mulai terbangun termasuk Amira dan akhirnya pesawat pun landing di Valencia


Di bandara Valencia


Amira dengan menyeret koper berjalan menuju ke sebuah mobil berwarna gelap yang menunggu kedatangannya dari tadi. Saat dia membuka pintu mobil itu, tiba-tiba seorang wanita didalam mobil itu menyodorkan pistol ke arahnya "Selamat datang Amira!!" ucapnya


Amira langsung mengangkat kedua tangannya dan berkata "Jauhkan benda itu dariku Dilara, kau tidak pernah berubah ya!?" ujar Amira sambil masuk ke dalam mobil, Nyonya Dilara pun segera meletakkan pistol itu kembali dan sedikit tersenyum "Btw, kenapa kau suruh aku datang kemari?" tanya Amira


"Aku butuh bantuanmu Amira!"


"Siapa sekarang targetnya?" tanyanya lagi


"Ambros!!"


"Pria goblok itu, apa kau tidak bisa melakukannya sendiri?"


"Amira, kau tau apa yang telah terjadi! Aku tidak mau dia menghancurkan keluargaku!"


"Hmmm, yayaya." Amira memperhatikan penampilan nyonya Dilara yang sedikit agak berubah dari pada penampilannya sebelum menikah "Dilara?" Panggil Amira


"Iya!"


"Kau keliatan kurus sekarang, penampilanmu juga sudah berubah, tidak seglamor dulu sebelum kau menikah"

__ADS_1


"Begitu banyak insiden terjadi belakangan ini, aku tidak sempat mengurus diri"


"Aduhhhh, Dilara Dilara! Apapun yang terjadi kamu jangan sampai seperti ini. Apa kata teman sosialitamu. Pokoknya besok kita harus ke salon"


"Besok ada meeting Amira!!"


"Lupakan itu dulu! Kita itu butuh healing, butuh ketenangan. Jangan membuat dirimu sendiri sibuk di situ dan kamu tidak sempat mengurus dirimu sendiri Dilara" tegas Amira dengan memaksa


"Baiklah Amira!"


.........


Kringgg kringgg kringgg suara panggilan masuk "Siapa yang menelpon pagi-pagi begini?" ujar tuan Rafael sambil mengambil handphonenya "Nomor tidak dikenal?" Tuan Rafael pun mengangkatnya "Hallo?"


"Selamat pagi tuan Rafael, bagaimana kabar Anda?"


"Ini siapa ya?"


"Apa Anda tidak mengenali suara saya lagi"


"Tidak! Katakan saja Anda siapa. Mengganggu waktu tidurku saja!!" jawab tuan Rafael dengan nada tinggi


"Bagaimana dengan hutang Anda kepada saya apa Anda masih ingat dan berapa jumlahnya?" tanyanya sang penelpon


Tersentak tuan Rafael terkejut dan mulai gugup setelah dia sadar siapa pemilik dari suara yang menelponnya itu "Maafkan saya Bos. Saya akan berusaha untuk mengembalikan hutang saya secepatnya. Saya berjanji akan melunasi hutang saya dan berusaha untuk memperbaiki keadaan saya."


"Anda sudah terlambat, Tuan Rafael. Anda sudah lama berhutang kepada saya. Jika Anda tidak membayarnya segera, saya akan melakukan sesuatu yang buruk pada Anda."


"Anda memiliki waktu 7 hari. Lebih dari itu tidak akan saya toleransi. Jika Anda tidak membayar hutang Anda sebelum jatuh tempo, saya akan mengambil tindakan yang diperlukan."


"Saya sudah sangat kangen dengan rutinitas body spa saya. Bisakah kita pergi ke salon untuk healing dan spa sekarang?" ajak Amira


"Ayo, mari kita pergi. Ini akan menjadi hari yang indah dan menyegarkan."


Mereka pun pergi menuju salon spa dan menikmati pengalaman menyegarkan yang pernah mereka lakukan bersama waktu dulu. Mereka mulai dengan rias wajah, menggunakan masker dan mencoba beberapa treatment lainnya.


"Terimakasih telah memperkenalkan aku pada spa ini. Ini benar-benar menyegarkan!" ujar nyonya Dilara


"Aku senang bisa berbagi pengalaman ini bersamamu Dilara. Ini akan menjadi hari yang baik untuk kita."


"Ayah mertuaku baru saja mengalami masalah hutang yang cukup serius. Aku tidak tahu bagaimana mengatasinya."


"Hutang pada siapa, bukankah kalian keluarga yang tajir? Kenapa dia mempunyai hutang"


"Selama dia tinggal di Rusia dia memiliki banyak hutang disana, kau tau lah! Hobi ayah mertuaku, dia suka berjudi. Itu yang membuat hubungan Alonzo dengan ayahnya menjadi renggang"


"Lunasi saja, gampang kan?"


"Jumlahnya bukan kecil Amira, kau mau tau berapa nominalnya!? Lima ratus euro"


"Apa??" teriak nyonya Amira dengan kaget sehingga membuat semua orang disana kaget "Upss! Sorry-sorry" ujar nyonya Amira pada mereka semua "Kamu harus membuat rencana. Kamu harus mengidentifikasi sumber masalahnya dan mencari cara untuk membayar hutangnya. Ini tidak akan mudah, tapi jika kamu bersungguh-sungguh, kamu pasti bisa menyelesaikannya."

__ADS_1


"Ya, aku akan berusaha sekuat tenaga untuk menyelesaikan masalah ini. Terima kasih atas sarannya."


"Tidak ada yang perlu disyukuri. Aku berharap bisa membantu ayah mertuamu melepaskan diri dari masalahnya"


Nyonya dilara pun termenung memikirkan cara untuk menyelesaikan masalah ayah mertuanya. Sehingga membuat suasana healing mereka jadi berantakan "Dilara, aku tahu bahwa masalah hutang ayah mertuamu sedang membebani pikiranmu. Bagaimana jika kamu berbicara dengan suamimu tentang masalah ini? Mungkin dia punya solusi dan bisa mengatasinya."


"Maafkan aku Amira, tapi aku tidak yakin bahwa suamiku akan menerima hal itu. Dia pasti akan marah besar jika mengetahui bahwa ayahnya memiliki masalah hutang. Aku tidak ingin membuatnya marah dan membuatnya kesal padaku."


"Tapi kamu harus berbicara dengannya tentang masalah ini. Aku yakin dia akan mengerti dan membantumu."


"Aku paham, tapi aku masih tidak yakin bahwa ini akan berhasil. Bagaimana jika dia marah dan menolak untuk membantu?"


"Kamu harus berusaha. Aku yakin Alonzo akan membantumu dan mencari solusi yang tepat. Meskipun dia mungkin marah atas masalah ini, dia pasti akan mengerti dan membantu. Kamu harus berbicara dengannya."


"Aku tidak bisa menghadapi suamiku lagi tentang masalah ini. Hubungan mereka tidak baik Amira, Alonzo dan ayahnya punya masa lalu yang kelam. Seperti kau tidak mengenal Alonzo saja"


"Apakah kamu mempertimbangkan untuk berbicara dengan seseorang dari luar? Mungkin konselor atau terapis akan bisa membantumu. Mereka dapat menyediakan waktu yang berharga untuk menjelaskan situasimu dan cara yang baik untuk berbicara dengan suamimu. Itu dapat membantumu menemukan jawaban atas masalah ini."


"Amira, aku sangat menghargai kehadiranmu. Aku tahu kamu datang jauh-jauh untuk membahas masalah Ambros. Aku sangat menyesal karena suamiku telah memecatnya dari perusahaan kami. Dan sekarang dia mengancam ingin membongkar kejahatan ku, tetapi aku berharap kamu dapat memahami situasi ku saat ini.


"Yayaya! Aku tidak akan memahami situasimu jika kamu tidak menjelaskan apa yang terjadi. Aku ingin tahu apa yang telah kamu lakukan?"


"Aku tidak melakukan apa-apa. Aku hanya berusaha untuk menyelesaikan masalah Ambros dengan cara yang tepat. Aku telah berusaha untuk menyelesaikan masalah ini dengan cara yang aman dan tidak menimbulkan masalah baru.


"Tapi. Kamu harus mengakui bahwa kamu telah melakukan kesalahan dan mengambil tindakan untuk memperbaiki masalah ini.


"Tolong Amira jangan bicara kepada ku sebagai klienmu. Aku tau kamu seorang pengacara politikus. Tapi aku butuh kamu seperti teman ku yang ku kenal dulu. Aku mengakui bahwa aku telah melakukan kesalahan dan aku akan berusaha melakukan yang terbaik untuk memperbaiki masalah ini. Aku akan mengambil tindakan untuk memastikan bahwa Ambros tidak akan menimbulkan masalah lagi. Aku juga akan mengambil tindakan untuk memastikan bahwa masalah ini tidak akan terulang lagi. Jadi aku berharap kamu dapat memahami situasi ku saat ini.


"Oke fine, sekarang katakan apa yang bisa aku lakukan untuk bantu mu" ujar nyonya Amira dengan nada semangat


"Amira, aku punya rencana untuk menghancurkan Ambros. Apa kamu bersedia untuk membantu rencana ku?"


"Tentu saja, Dilara. Apa yang ingin kamu lakukan?"


"Aku ingin kita mulai dengan menyebarkan berita palsu tentang Ambros. Kita bisa menyebarkan berita bahwa dia melakukan hal-hal yang tidak pantas, seperti mencuri uang atau melakukan tindakan kriminal lainnya. Kita juga bisa menyebarkan berita bahwa dia tidak bertanggung jawab atau tidak bertanggung jawab terhadap pekerjaannya. Ini akan membuat orang lain tidak percaya padanya dan menghancurkan reputasinya. Kita juga bisa mencoba untuk menghalangi Ambros dari mendapatkan pekerjaan baru. Kita bisa menghubungi perusahaan-perusahaan yang ingin merekrutnya dan memberi tahu mereka tentang berita palsu yang kita sebarkan. Kita juga bisa menghubungi teman-teman dan rekan kerja Ambros dan memberi tahu mereka tentang berita palsu yang kita sebarkan. Ini akan membuat mereka tidak mau bekerja sama dengannya lagi."


"Baiklah, saya akan melakukannya. Apa ada lagi?"


"Kita juga bisa mencoba untuk menghalangi Ambros dari mendapatkan pinjaman atau investasi. Kita bisa menghubungi bank-bank dan investor-investor yang ingin berinvestasi dengannya dan memberi tahu mereka tentang berita palsu yang kita sebarkan. Ini akan membuat mereka tidak mau berinvestasi dengannya lagi.


"Dilara, aku punya ide untuk menjebak Ambros. Aku ingin kita menggunakan seorang wanita untuk menarik perhatiannya. Bagaimana menurutmu?"


"Tentu saja, Amira! Itu ide yang sangat brilian. Ternyata kau tetap sama seperti dulu, mhaha"


"Baiklah. Aku akan mencari seorang wanita yang cantik dan menarik untuk menarik perhatian Ambros. Kita akan mengatur sebuah pesta dan mengundangnya. Aku akan memastikan bahwa wanita itu hadir di sana. Aku yakin Ambros akan tertarik padanya."


"Bagus. Apa yang harus kita lakukan selanjutnya?"


"Kita harus memastikan bahwa Solmaz mengetahui tentang pesta itu. Kita harus mengirimkan undangan kepadanya dan memastikan bahwa dia hadir. Kita harus memastikan bahwa dia melihat suaminya itu bersama wanita lain. Aku yakin dia akan meminta cerai setelah melihatnya."


"Terima kasih, Amira. Aku yakin kita akan berhasil menjebak Ambros dan membuat Solmaz meminta cerai."

__ADS_1


...***...


__ADS_2