Alstroemeria Of Almeria : Complicated Love

Alstroemeria Of Almeria : Complicated Love
Berita Buruk Part 2


__ADS_3

"Bagaimana ini sayang? Masalah tidak ada habis-habisnya!"


"Tenang Dilara, aku akan mengurusnya semua bersama Yeldirin"


"Kemarin Ambros datang kesini!" tambah tuan Rafael


"Mau apa lagi dia?" tegas tuan Alonzo yang muak mendengar nama pria itu lagi


"Katanya mau bertemu kalian?"


"Apa terjadi sesuatu lagi?" tanya nyonya Dilara dengan khawatir


"Aku tidak tau!" jawab ayahnya dan segera pergi dari sana


Nyonya Dilara menarik nafas dan bersandar di sofa "Kenapa Dilara, kau terlihat gelisah. Apa yang kau pikirkan?" tanya suaminya


"Alonzo, biarkan Ambros bekerja di tempat kita."


"Kenapa, aku telah memecatnya dan kamu juga sudah mengetahui apa yang telah dia lakukan. Semua terbukti dari dokumen-dokumen yang dia palsukan kan?"


"Kau tau kan dia gila, aku takut dia akan melakukan hal-hal yang buruk pada kita!!"


"Sebab itulah aku mengeluarkan dia dari perusahaan kita" tegas suaminya itu. Tiba-tiba nyonya Dilara melihat Oliveira dengan setelan rapi bergegas pergi


"Oliveira mau kemana kamu?" tanya ibunya


"Mama? Kapan mama pulang?"


"Tadi! Pagi-pagi sekali"


"Bagaimana kabarmu nak?" tanya ayahnya


"Aku baik ayah! Baiklah, aku pamit dulu ya"


"Mau kemana kamu? Kakakmu lagi sakit dan kamu malah berkeliaran" tanya ibunya lagi


"Bekerja, nanti dia juga sembuh mam" jawabnya dengan cuek


"Bekerja? Hukuman sudah cukup. Kau tidak perlu bekerja lagi, fokus saja ke sekolahmu. Ini kartu ATM mu" ibunya memberikan ATM nya


"Tidak ma, aku sudah menyukai pekerjaan ini. Aku pamit dulu!" tolak Oliveira dan segera pergi


"Oliveira!" panggil ibunya


"Dada ma dada ayah" Oliveira meninggalkan mereka disana


"Anak yang aneh, ada apa dengannya. Dia sama sekali tidak peduli dengan kakaknya" ujar nyonya Dilara "Ngomong-ngomong apa Rebecca tidak masuk hari ini."


"Aku akan menghubunginya!"


Kringg kringgg kringgg "Selamat pagi tuan"


"Pagi! Bagaimana kabarmu"


"Aku baik tuan!"


"Kamu tidak masuk hari ini"

__ADS_1


"Aku sudah tidak bisa kerja lagi untuk beberapa hari ini tuan, hal ini sudah saya sampaikan juga pada tuan Rafael"


"Kenapa?"


"Ada masalah keluarga yang harus saya selesaikan tuan"


"Oke baiklah" tuan Alonzo mematikan teleponnya


"Apa katanya" tanya nyonya Dilara


"Dia tidak bisa bekerja lagi, dia ada masalah keluarga"


"Hmmm! Alonzo aku harus pergi sekarang"


"Ya aku juga harus ke aluzoros"


.........


(Diperusahaan Azuloscuro)


Semua karyawan menyapa kehadiran tuan Alonzo "Selamat pagi tuan Alonzo!"


"Pagi!"


Della tolong telpon Yeldirin untuk menemuiku sekarang" suruhnya


"Baik tuan!"


.........


Saat burung-burung sedang bebasnya terbang. Saat pohon-pohon menari-narikan dahan menerbangkan daun dalam irama angin, penuh nada hangat. Seketika hilang bersama datangnya mendung yang kelabu menutupi yang biru, kelabu yang menghitam, sekarang membawakan kesedihan yang siap meneteskan air dalam iramanya yang rintik-rintik.


Pria itu langsung duduk disamping tuan Rafael "Langsung ke intinya saja, apa kau sudah mempunyai uangnya?" tanya pria itu


"Bersabarlah sebentar, aku akan membayar semua hutangku"


"Jangan main-main tuan Rafael. Kami telah menunggu terlalu lama"


"Kau tidak mempercayaiku, anakku dan menantuku akan melemparkan uang ke wajah bosmu itu, katakan padanya" ucapnya dengan sombong


"Tuan Rafael, kami berikan waktu untukmu dua bulan lagi hanya dua bulan. Jika kau tidak membayar uangmu itu, kau akan menanggung akibatnya."


"Kau mengancamku!?"


"Ini bukan sekedar ancaman tuan Rafael, kau tau dengan siapa kau bermain. Jadi berhati-hatilah, kami selalu memantau keluargamu 24 jam." ujar pria itu sambil menepuk pundak tuan Rafael dan bergegas pergi dari sana


"Hei Sialan, bilang sama bosmu itu akan aku kubur dia dengan uang. Katakan padanya!" teriak tuan Rafael


Sejenak tuan Rafael terdiam dan menghentikan makannya. Tiba-tiba air matanya menetes.


.........


(Diperusahaan Azuloscuro)


"Yeldirin sahabatku masuklah!"


"Bagaimana perjalananmu?" tanya Tuan Yeldirin

__ADS_1


"Sangat menyenangkan, tapi saat aku kembali masalah selalu menghampiri"


"Tidak terkejut, kau selalu dalam masalah. Ayo ceritakan apa masalahmu?"


"Kau dengar insiden kebakaran laboratorium University Of Valencia"


"Iya aku dengar!"


"Aku ingin kau bekerja sama dengan polisi dan menyelidiki kasus ini!"


"Kenapa?"


"Kau tau Andres Aldafo temannya Alessandro dia terbunuh pada malam itu"


"Apa? Jadi mahasiswa itu dia. Televisi tidak menyebutkan nama korbannya"


"Iya dan anakku sekarang belum bisa menerima semua kenyataan ini. Alessandro sangatlah rapuh, dia pun mulai sakit. Pada malam itu Alessandro juga ikut andil. Aku ingin tau apa yang terjadi. Dan satu lagi untuk pembangunan laboratorium University Of Valencia katakan bawah perusahaan azuloscuro akan menanggung semua pembiayaannya."


"Ya aku paham."


Sekretaris tuan Alonzo datang memotong pembicaraannya to tok tok tok "Masuk!"


"Tuan, ini ada beberapa laporan yang harus ditandatangani!"


"Laporan apa ini?" tanyanya


"Semua data pemasukan dan pengeluaran Azuloscuro."


"Sini coba aku lihat!"


"Kenapa pengeluaran sangat banyak pada bulan ini dari pada bulan kemarin" tanya tuan Alonzo


"Itu karena kita harus menutupi jumlah uang yang dikorupsi oleh tuan Ambros. Banyak karyawan mengeluhkan gaji mereka"


"Ambros lagi!" bentak tuan Alonzo


"Pria itu tidak pernah selesai membuat masalah" sahut tuan Yeldirin


"Baiklah. Tolong kamu buat laporan yang baru, saya mau semuanya kembali normal." suruh tuan Alonzo "Begitulah Yeldirin, tapi aku merasa aneh dengan Dilara dia sangat takut dengan Ambros, sepertinya dia menyembunyikan sesuatu dariku?"


"Kau terlalu berlebihan, kau seperti tidak tau Dilara saja. Dia hanya memikirkan kehormatan dan martabatnya, bukankah dia selalu menghindar dari masalah. Para Pers selalu datang mengupdate informasi terbaru tentang keluarga Consuella."


"Kau benar! Itulah dia"


Kringgg kringgg "Sebentar Yeldirin ada telpon. Hallo"


"Emine, ada apa?. Hah Polisi?"


Yeldirin kaget dan menanyakan ada apa dengan berbisik "Ada apa?"


"Baiklah, 20 menit lagi saya sampai. Terimakasih Emine"


"Ada apa?" tanya tuan Yeldirin lagi


"Entahlah, aku harus pulang sekarang"


"Biar aku ikut denganmu!"

__ADS_1


"Baiklah"


...***...


__ADS_2