
Dikediaman Consuella
Tiga orang polisi hadir dikediaman Consuella untuk mengintrogasi Alessandro Consuella yang merupakan salah satu saksi kunci atas insiden yang terjadi di University Of Valencia.
"Alessandro sedang sakit, untuk sekarang dia tidak bisa diintrogasi"
"Boleh kami melihatnya" tegas pak inspektur
"Silahkan pak!"
Mereka pun datang untuk melihat Alessandro. Alessandro sama sekali tidak terlihat membaik dalam beberapa hari ini, dia hanya terbaring ditempat tidurnya dengan lemas.
"Kenapa kau tidak membawanya ke rumah sakit?" tanya pak inspektur
"Dia menolaknya, terkadang dia terbangun di tengah malam dan berteriak-teriak histeris. Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan" sahut tuan Alonzo
"Saya cukup prihatin dengan keadaannya sekarang. Kau harus lebih serius merawatnya"
"Iyaa, terimakasih pak!"
"Baiklah kalau begitu, kami pamit"
"Alonzo, aku lihat Alessandro tidak baik-baik saja, dia sudah seperti mayat hidup sekarang" ujar tuan Yeldirin
"Jangan bicara begitu Yeldirin, aku sangat sedih untuknya"
"Kamu bawa saja dia kerumah sakit"
"Dia memberontak. Aku tidak pernah melihat dia seperti ini sebelumnya, bahkan dia mendorongku sangat aku menyentuhnya"
.........
Kabut malam lirih menyapa. Turun ke bumi dengan perlahan dinginkan suasana, dalam hening malam terbatas suara, menambah rasa yang lain dalam kesunyian malam saat diri masih terjaga
Memandang sekitar, merasakan dinginnya dunia, memandang gelap malam, disisi lain melihat seberkas cahaya
Diselimuti dinginnya malam, ada rasa yang meronta, ada keinginan yang membara, menepikan sejenak rasa sepi dan sunyi, menepikan sejenak gelisah diri
Menanti seberkas cahaya terbentang di depan mata, menyibak gelapnya jalan yang masih samar-samar terbaca. Kabut malam lirih menyapa, menghiasi malam yang sempurna, dalam menanti lembaran kehidupan yang lebih baik akan segera tiba
00.12 am
Kelap-kelipnya lampu disco menghiasi ruangan bar dengan sinar warna-warni. Diiringi alunan musik dan tarian wanita cantik yang menyapa setiap pengunjung yang datang. Dengan sebotol minuman yang menemani malamnya Baltasar larut dalam khayalannya, melampiaskan kesedihannya yang datang silih berganti.
Perlahan-lahan sentuhlah aku🎶
Perlahan-lahan ciumlah aku🎶
Perlahan-lahan peganglah aku🎶
Tanpamu sayangku! dunia ini, aku merasa kesepian. Aku menunggu hanya untukmu, dan aku mencintai hanya padamu, aku mabuk karena mu, aku tidak dapat mengendalikan diriku 🎶
.........
Kediaman Consuella
Oliveira tiba dirumah dengan sebungkus kantong plastik ditangannya, dia pergi ke dapur mengambil dua piring untuk makanannya. Dengan langkah kecil dia menghampiri kamar kakaknya yang gelap, membuka sedikit pintu dan melihat suasana dalam kamarnya itu. Menghidupkan lampu tidur dengan sinar yang remang-remang.
"Kak, kakak!" panggil Oliveira dengan suara pelan "Kakak!" Oliveira menggoyangkan tubuh kakaknya itu
"I-iya, aada apa?" jawab Alessandro dengan lesu
"Aku bawakan ini untukmu, kamu pasti suka! Sudah beberapa hari ini kamu makannya tidak teratur"
"Tolong pergilah Oliveira, aku tidak ingin apapun hari ini"
__ADS_1
"Aku mohon makanlah, aku membelikannya khusus untukmu. Aku beli dengan uang hasil kerja kerasku sendiri."
"Haah... Iya baiklah, aku tidak bisa menolak, jika kamu berkata begitu."
"Apa mau aku suapin kak?"
"Tidak usah! Aku bisa sendiri"
Mereka pun makan bersama-sama sambil mengobrol ringan. Tiba-tiba "Uhuk uhuk uhuk."
"Sebentar kak" Oliveira bergegas mengambil air minum "Ini minum dulu!"
Alessandro pun meminumnya, "Uhuk uhuk uhuk. Uhuk uhuk uhuk" batuknya pun makin menjadi-jadi "Uhuk uhuk uhuk"
Oliveira pun jadi panik "Papa mama!" teriaknya
"Uhuk uhuk uhuk"
"Papa!!" semua orang rumah terbangun mendengar teriakkan Oliveira. Mereka semua datang menghampiri Oliveira yang berada di kamar Alessandro
"Apa yang terjadi?" tanya nyonya Dilara sambil berlari
"Ada apa ini, kenapa dengan kakakmu" tanya ayahnya
"Uhuk uhuk uhuk uhuk, uaakkkkkkk. Uaaakkkkk!" Alessandro memuntahkan semua isi perutnya
"Kenapa kamu Alesso, apa yang kalian makan?" tanya ibunya
"A-aku hanya membelikan ini untuknya" jawab Oliveira sambil menunjukkan makanan yang dia beli
"Kau membelikan jajan diluar dan memberikannya pada kakakmu yang sedang sakit!! Bukankah aku selalu melarang kalian untuk jangan beli jajan sebarangan diluar!!" teriak ibunya
"Maafkan aku ma"
"Uaaakkkk. Uaaakkkkk" Alessandro terus memuntahkan makanan yang dia makan
Alessandro pun melambaikan tangannya untuk tidak membawanya kerumah sakit, dia tidak ingin pergi ke rumah sakit. "Jangan keras kepala, kau harus dirawat kak" sahut Emilia
"Jangan terlalu memaksakan dia! Telpon dokter saja untuk kesini." sahut kakeknya
"Tapi ayah!" bantah nyonya Dilara
"Ini bukan waktunya berdebat, kau lihat dia sangat keras kepala. Panggil dokter segera." suruh mertuanya itu
.........
Diruang tamu. Mereka menunggu berita dari dokter yang sedang memeriksa kesehatan Alessandro
"Semua ini salahku!"
"Sudahlah nak, jangan menyalakan dirimu!" sahut ayahnya
"A-aku hanya ingin dia makan, aku tidak tau dia akan seperti ini"
"Sudahlah!"
15 menit kemudian dokter pun keluar dari kamar Alessandro.
"Bagaimana dok, apa yang terjadi ada putraku?" tanya tuan Alonzo
"Keadaannya sangat parah. Faktor yang paling memudahkan tubuh terinfeksi adalah menurunnya daya tahan tubuh. Daya tahan tubuh yang menurun biasanya disebabkan karena kurang nutrisi, kelelahan dan stres. Itu menyebabkan tubuhnya tidak bisa menerima makanan sembarangan. Saran saya dia harus segera dibawa kerumah sakit, agar kami dapat memantaunya 24 jam. Jika begini terus kesehatannya akan semakin memburuk"
"Baiklah, kita bawa dia sekarang kerumah sakit. Emine, tolong ambilkan kursi rodanya" tegas tuan Alonzo
"Baik tuan"
__ADS_1
.........
Malam semakin larut, dijalan yang sepi Baltasar pulang dengan keadaan setengah sadar. Dia terlalu banyak minum sehingga membuatnya kehilangan setengah kesadarannya. Baltasar berhenti sejenak dan memantau keadaan disekitarnya, dia merasa ada seseorang yang mengikutinya dari belakang "Siapa disana! Jangan main-main denganku. Aku akan menghabisimu!!!" teriaknya
Tapi sayangnya tidak ada jawaban dibalik lorong yang gelap itu, melainkan suaranya yang bergema terdengar kembali. Saat Baltasar mendengar suara itu dia pun tertawa terbahak-bahak "Mwhuahahahahahaha" dia pun melanjutkan perjalanan pulang ke apartemennya.
Ternyata dibalik kegelapan itu seorang pria dengan kerudung hitam mengikutinya dengan perlahan.
.........
Dirumah sakit
Alessandro segera dirawat. Malam itu tidak ada yang bisa tidur melihat Alessandro yang terus berteriak seperti orang gila. Malam itu dokter terpaksa membiusnya untuk menenangkannya untuk sementara waktu. Nyonya Dilara tidak bisa melihat semua itu, dia pun pergi ke kamar mandi.
"Emilia ajak ibumu pulang, kalian semua istirahatlah biar aku yang disini!" suruh ayahnya
"Tidak! kami mau disini juga pa" ujar Emilia
"Jangan keras kepala, aku minta sekarang semuanya pulang!!!" teriak tuan Alonzo
Mereka pun kaget melihat ayahnya semarah ini. Mereka saling memandang satu sama lainnya, Emilia pergi ke kamar mandi untuk membujuk ibunya untuk pulang.
.........
Di apartemen
Akhirnya Baltasar tiba di apartemennya, dia membukakan pintu dan masuk kedalam tanpa menguncinya kembali. Baltasar segera pergi ke kamar mandi dan menghidupkan air hangat untuk berendam melepaskan letihnya. Saat airnya penuh dia segera membuka semua pakaiannya dan beredam didalam bak mandi sambil memejamkan matanya. Karena kelelahan tak lama kemudian diapun tertidur.
Dalam heningnya malam, seorang pria yang mengikuti Baltasar masuk ke kamar apartemennya secara diam-diam. Dia menyelusuri setiap sudut ruang dalam kegelapan. Mendengar suara shower didalam kamar mandi, pria itu menghampiri dengan langkah yang bisu. Terlihat Baltasar yang tertidur didalam bak mandi, pria itu pun mendekatinya dan sekarang pria itu tepat berdiri didepan Baltasar. Dia menatap Baltasar dengan penuh kebencian, dendam dan amarah.
"Sekarang adalah giliranmu!" Pria itu langsung memegang kepala Baltasar dan menenggelamkannya
Dengan kaget Baltasar tersadar dan berusaha melawan, tapi pria itu sangat kuat dibandingkan Baltasar yang masih dipengaruhi oleh minuman beralkohol. Baltasar tidak bisa menepis tangan pria itu, dia mencoba muncul kepermukaan untuk mengambil nafas. Pria itu terus berusaha menenggelamkannya dengan harapan Baltasar akan mati.
Baltasar pun meramas wajah pria itu hingga berdarah. "Aaaaaaaaaaaaaaa!!!" teriak pria itu kesakitan. Memanfaatkan kesempatan itu Baltasar langsung berlari dan menghubungi polisi tapi sayangnya pria itu datang menghampiri dan menghantamnya dengan vas bunga sehingga membuat Baltasar terjatuh dan berdarah "Siapa kau!" Baltasar yang mulai panik berusaha menyelamatkan diri, dia pun berlari ke pintu keluar tapi pintu terkunci.
Tiba-tiba ada suara orang diluar apartemennya sedang berusaha untuk masuk. "Apa yang terjadi didalam, tolong bukakan pintu!"
"Pak tolong cepat, kami sudah mendengar keributan itu dari tadi." ujar seorang wanita pada polisi itu yang mulai khawatir.
Pak polisi itu dengan sekuat tenaga mendobrak pintu apartemennya hingga terbuka dan segara menyalakan lampu sambil menyodorkan pistol ke arah pelaku. Dengan kaget pak polisi melihat Baltasar yang ditawan dengan pisau dilehernya oleh seorang pria yang wajahnya penuh dengan luka dan darah yang mengalir "Jangan mendekati atau aku habisi dia!" ancam pria itu
"Baiklah, turunkan senjata!" suruh pak inspektur pada anak buahnya
Semua orang berkumpul didepan apartemen Baltasar, ingin melihat apa yang terjadi didalam sana "Semuanya mundur! Jangan ada yang masuk!!" ujar salah satu polisi pada kerumunan orang disana
"S-siapa kau?" tanya Baltasar dengan gugup pada pria itu
"Apa kau tidak mengenalku lagi Baltasar sayang, apa karena wajahku seperti ini kau tidak mengenaliku lagi. Semua ini adalah karyamu sayang!"
"B-Bonito!?" jawab Baltasar
"I-iya ini aku. Sahabatmu!" sahut Bonito
Dorr!!! Peluru pun terbang menembus perutnya Bonito. Baltasar bergegas melepaskan diri dari tikaman bonito dan menjatuhkan pisau itu dari tangannya. Bonito dengan sekuat tenaga berlari ke balkon menghindari polisi dan polisi bergegas mengejarnya. "Jangan mendekat atau aku habisi diriku sendiri" ujar Bonito sambil berdiri diatas pagar balkon
"Apa yang kalian lakukan. Turunkan senjata kalian!" suruh pak inspektur
"Baik pak!! "
"Bonito. Anda tidak bisa lari kemana-mana lagi sekarang, anda harus dihukum karena tindakan anda. Sekarang anda adalah buronan, tidak ada tempat untuk anda sekarang selain penjara" tegas pak inspektur
"B-benarkah! Mwhahahahaha. K-kalian tidak akan pernah bisa menjebloskanku kedalam penjara. Baltasar! Lihat apa yang telah kau lakukan padaku, aku akan membawa dendam ini sampai diakhir hidupku. I-ini semua belum berakhir, karena aku akan menunggumu di neraka!!" dengan tatapan kebencian melihat Baltasar perlahan-lahan dia menjatuhkan dirinya.
"Tangkap dia" ujar pak inspektur untuk mencegah Bonito bunuh diri.
__ADS_1
Tapi semuanya terlambat. Bonito telah pergi
...***...