
Dalam keadaan yang gak karuan, nyonya Solmaz datang ke kediaman Consuella.
"Dilara Dilara!" teriak nyonya Solmaz di depan gerbang kediaman Consuella. Dia menggoyangkan gerbang pagar sambil berteriak. Tak lama kemudian penjaga kediaman Consuella datang untuk menegurnya
"Heii! Apa yang kamu lakukan disini"
"Buka gerbangnya, aku mau bertemu dengan Dilara" oceh Solmaz memanas
"Tunggu-tunggu. Siapa Anda? Apa telah membuat janji dengan Nyonya Dilara"
"Saya temannya Dilara, untuk menemui dia saya tidak perlu janji-janji. Dilara!!!"
"Anda tidak boleh masuk dulu, saya harus menghubungi tuan Alonzo untuk memberikan izin" mendengar kegaduhan dari dalam rumah nyonya Dilara datang untuk menghampiri mereka "Ada apa ini?"
"Ini nyonya, dia ingin bertemu dengan nyonya" sahut penjaga memberitahu
"Solmaz! Biarkan dia masuk"
"Tapi nyonya!?"
"Tidak apa-apa, dia temanku"
Nyonya Dilara mempersilahkan Solmaz masuk kerumahnya dan mengajaknya untuk mengobrol santai di ruang tamu "Ada apa Solmaz, kenapa kau datang kemari?"
"Dilara, aku datang untuk membela suamiku yang didakwa melakukan peledakan mobil. Aku yakin bahwa dia tidak bersalah."
"Apa yang membuat kamu begitu yakin? Bukankah ada banyak bukti yang menunjukkan bahwa suamimu bersalah?"
"Aku yakin bahwa suamiku tidak melakukan peledakan itu. Dia adalah orang yang baik dan tidak akan melakukan sesuatu yang berbahaya seperti itu. Aku yakin bahwa ada seseorang lain yang melakukannya"
"Aku mengerti kekhawatiranmu Solmaz, tapi kami harus mempertimbangkan semua bukti yang ada. Jika kamu memiliki bukti lain yang menunjukkan bahwa suamimu tidak bersalah, aku sangat tertarik untuk mendengarnya."
"Aku memang tidak mempunyai bukti apa-apa, tapi aku yakin tidak bersalah sama sekali"
"Apa kamu tau, suamimu datang padaku dan mengancamku tempo hari. Bagaimana aku percaya kalau dia tidak bersalah"
"Aku mohon Dilara, ini semua jebakan!"
__ADS_1
Dilain pihak, Tuan Alonzo marah besar ketika ia mendengar istrinya melakukan perbuatan sekotor itu. Ia menuntut klarifikasi atas tuduhan itu, berharap agar dia bisa mendengar pembelaan atau alasan yang tepat dari istrinya. "Dilaraaaaaa!!!" teriak suaminya dari luar sambil bergegas masuk kedalam rumah
"Tenanglah Alonzo!" sahut Yeldirin mencoba untuk meredamkan emosi temannya itu
Mendengar teriakkan itu, nyonya Solmaz dan nyonya Dilara terkejut "Ada apa ini,kenapa kau teriak-teriak begitu Alonzo" tanya Nyonya Dilara
"Ternyata disini juga ada kamu, solmaz. Bagus sekali. Dilara apa benar semua hal yang ku dengar dari Ambros?" tanya tuan Alonzo dengan tajam
"Hal apa?" tanya balik Nyonya Dilara yang masih ambigu dengan pertanyaan suaminya itu
"Dalam insiden kecelakaan Sofia, apa kau juga terlibat?" tanyanya memperjelas
Nyonya Dilara menatap suaminya itu dengan tatapan bingung, tidak tahu harus berpikir apa. Dia merasa tertekan dengan pertanyaan Alonzo dan mencoba menjelaskan keadaan yang sebenarnya.
"Alonzo, jaga omonganmu disini, bagaimana kalau anak-anak mendengar ini. Semua bisa kacau!!" sahut Yeldirin dengan tegas
Tuan Alonzo yang baru sadar dengan omongan temannya itu, dia pun meminta mereka semua untuk ke ruang kerjanya "Mari semuanya ke ruang kerjaku." Mereka pun menuju ke ruangan kerja untuk membicarakan hal ini" mereka semua bergegas ke ruang kerjanya "Apa benar Dilara?" tanya tuan Alonzo sekali lagi
"Itu tidak benar, bukankah Sofia meninggal murni kecelakaan, polisi juga sudah klarifikasi soal itu kan?"
"Iya itu benar, Dilara telah memberikan 1/2 dari warisan ayahnya kepada kami" sahut nyonya Solmaz memotong pembicaraan mereka
"Apa-apaan Solmaz, omong kosong macam apa ini? Aku adalah anak satu-satunya dari Tuan Salvoder. Dan dia tidak punya anak selain aku dan aku tidak pernah memberikan warisan ayahku pada suamimu itu" sanggah Nyonya Dilara
"Tapi kau telah memberikan 1/2 warisan ayahmu pada suamiku, kau mengirimkan seorang pria ke rumah kami untuk mengurus semua itu, dan aku juga mempunyai surat itu. Surat pengalihan 1/2 warisan darimu"
"Kapan, dimana surat pengalihannya apakah membawanya?"
"Tentu saja!" Nyonya Solmaz membuka tasnya dan mencari surat itu "Kemarin seorang pria datang kerumah kami, dan dia melakukan kesepakatan kepada kami dan dari kesepakatan itu kau telah memberikan 1/2 warisanmu pada Ambros" jelas nyonya Solmaz
"Jadi itu benar?" tanya tuan Alonzo pada Dilara
"Kesepakatan apa? Kau sama saja dengan suamimu ya solmaz, kalian yang telah meneror keluargaku dan sekarang kau malah memfitnahku" tegas nyonya Dilara dengan nada tinggi
"Lihat surat, ini buktinya bahwa kau telah memberikan 1/2 hartamu" tunjuk nyonya Solmaz pada tuan Alonzo
Tuan Alonzo pun mengambil dan membaca surat itu. Tiba-tiba "Sini biar aku lihat!" ambil tuan Yeldirin dengan paksa dari tuan Alonzo. Tuan Yeldirin melihat isi surat itu dengan detail. Dan mencermatinya tiap kata yang tertulis dalam surat itu, setelah melihat surat itu kemudian dia berkata "Ini bukan tanda tangan Dilara" tegasnya
__ADS_1
"Hah!?" nyonya Solmaz terkejut dengan ucapan tuan Yeldirin. Seketika nyonya Solmaz mengalihkan pandangannya pada nyonya Dilara, tidak sengaja dia melihat senyum tipis dari bibir nyonya Dilara dan dia mulai menyadari bahwa ini semua merupakan tipuan Dilara
"Tanda tangan ini, tidak di buat dengan tinta pulpen akan tetapi dengan tinta komputer, ini dicetak!' jelas tuan Yeldirin
"Mana mungkin begitu!?" sahut Nyonya Solmaz
"Jika orang bodoh mungkin mereka akan tertipu, akan tetapi aku banyak menemukan jenis surat palsu seperti ini" jawab tuan Yeldirin sambil menyobek surat itu
"Sudah ku katakan aku tidak mengirimkan siapapun untuk menemui kalian, sekarang kalian malah membuat surat palsu dan memfitnahku di depan suamiku" ujar nyonya Dilara dengan menunjukkan wajah sedih
Tuan Alonzo pun mulai menatap nyonya Solmaz dengan amarah "Solmaz kau keluar sekarang!!" suruh tuan Alonzo
"Tapi Alonzo!!"
"Keluarrrrrr!!" teriak tuan Alonzo "Dan jangan pernah kamu dan suamimu menginjakkan kaki dirumahku lagi" bentaknya sambil membanting sebuah vas bunga yang berada tepat disebelahnya
Dengan kebencian yang besar, nyonya Solmaz merasa sangat marah karena telah dipermalukan seperti ini "Aku tau semua ini jebakanmu Dilara. Aku tidak akan pernah melupakan semua kejadian ini. Aku akan membalas kalian semua, aku akan membalas kalian!!" ancam nyonya Solmaz dia pun pergi dari sana
"Alonzo!! Kau sudah termakan omongan pria bodoh itu, jangan sampai itu malah menghancurkan rumah tangga kalian. Sekarang apapun yang dia katakan itu bohong, dia sudah sering menipu kita Alonzo!" ucap temannya itu
Tuan Alonzo mendengar cerita istrinya dan mengerti keadaan yang sebenarnya. Dia menyadari bahwa istrinya hanya menjadi tuduhan Ambros yang haus akan harta. Tuan Alonzo mencoba untuk menghibur istrinya dan meminta maaf atas tuduhan yang tidak benar. Mereka pun berbaikan dan kembali ke kehidupan seperti biasa.
"Huuffhh ufhh ufhh" tuan Alonzo berusaha untuk tenang dan mengatur pola nafasnya dengan baik. "Aku tidak mau kau berhubungan dengan mereka lagi Dilara. Untuk semua yang terjadi maafkan aku. Aku hilang kendali" ucap suaminya itu
"Iya Alonzo" sahut Dilara dengan nada rendah sambil memeluk suaminya itu dengan erat
"Dilara, kenapa Solmaz datang kesini" tanya tuan Yeldirin
"Dia memohon untuk membebaskan suaminya, aku bilang aku tidak bisa melakukan apa-apa" sambil melepas pelukannya
"Sebaiknya kalian berdua istirahat dulu. Hari ini sangat melelahkan" ujar tuan Yeldirin memberi saran
"Iya terimakasih Yeldirin"
"Kalau begitu, aku pamit untuk pulang" tuan Yeldirin pun bergegas pergi dari sana.
...***...
__ADS_1