Alstroemeria Of Almeria : Complicated Love

Alstroemeria Of Almeria : Complicated Love
Belajar bersama


__ADS_3

Di Aluzuros


Awan hitam menghiasi langit Valencia dan tak lama lagi tetesan air hujan akan jatuh. Baltasar dan Alessandro menunggu kehadiran Paula diluar restoran sambil menatap kendaraan yang melintas lalu lalang. Sebuah taxi dari kejauhan mendekat dan berhenti tepat didepan mereka.


"Baltasar!" panggil Paula sambil turun dari taxi itu dan segera menghampiri mereka


"Aku pikir kau tidak jadi datang dengan cuaca seperti ini"


"Mana mungkin aku tidak akan datang!" Paula menurunkan tas yang diangkat di atas kepalanya yang melindunginya dari tetesan hujan


Tiba-tiba Alessandro menyela obrolan mereka "Ini ya yang namanya Paula!?"


"Ouh ya kenalkan, ini temanku Alessandro" sahut Baltasar sambil menepuk pundak Alessandro


"Paula!" Paula memperkenalkan dirinya sambil menjulurkan tangannya


"Alessandro!" Alessandro pun menyambut tangannya Paula


"Kebetulan kita juga berada di restorannya dia" tambah Baltasar sambil menunjuk Alessandro sebagai pemilik restoran itu


"Benarkah!? Wow keren sekali"


"Mari masuk nona! Semua ini punya ayahku bukan milikku" sahut Alessandro sambil mempersilahkan Paula untuk masuk kedalam


"Ya itu kan sama saja!"


Sambil mendorong kursi rodanya Alessandro Baltasar juga memperhatikan situasi restoran itu. Karena baru pertama kali juga dia datang kesana.


"Permisi! Ini Alessandro dan Baltasar kan?" tanya seorang karyawan di sana yang menghampiri mereka


"Iya benar!" sahut Baltasar


"Baik, biar saya antarkan ke ruangan tuan Alonzo! Ruangannya ada dilantai 2 mari kita naik lift lewat sebelah sini saja" arahnya


"Engg, maaf! Boleh saya minta handuk bersih"


"Tentu saja, sebentar ya" tak lama kemudian pelayan itu datang membawakan handuknya. Baltasar mengambilnya dari tangan pelayan itu "Terimakasih ya!" tambahnya sambil memberikan handuk itu pada Paula "Nih keringkan dulu rambutmu, nanti kamu demam lagi" Paula pun tersenyum dan mengambil handuk itu dari tangan Baltasar


Jujur saja ini juga pertama kali Alessandro datang ke restoran ayahnya, selama ini dia tidak pernah tau kalau Aluzuros yang dia dengar itu se-glamor dan semewah ini "Baltasar! Paula, kalian duluan saja dulu. Aku ingin lihat-lihat disini sebentar"


"Benarkah!"


"Iya!" sahutnya lagi dengan yakin


Mendengar keinginan Alessandro, karyawan itu segera memanggil temannya untuk menjaga Alessandro sedangkan dia segera mengantarkan Baltasar dan Paula ke ruangan meeting tuan Alonzo. Saat masuk keruangan meeting tuan Alonzo, Paula terlihat kagum dengan ruangan yang penuh dengan pesona mewah nan elegan dan dia bisa melihat seluruh kota Valencia dari dinding kaca ruangan itu "Wow bagaimana kau bisa leluasa di restoran yang mewah ini Baltasar. Apa kau sepupunya Alessandro?"


"Bukan! Aku hanya temannya saja" jelas Baltasar memberitahu

__ADS_1


"Teman? Hanya cuma seorang teman kau bisa sangat dekat dengan keluarganya?" Paula keheranan


"Iya!"


"Enak banget ya kalau jadi Alessandro, apa dia punya pacar?" tanyanya lagi


"Kebetulan belum, jika mau? Aku bisa membantumu untuk jadi pacarnya" sahut Baltasar dengan nada menggoda


"Apaan sih Balt! Aku cuman tanya aja. Bukannya aku ingin jadi pacarnya." jawab Paula dengan nada risih


"Ya kan siapa tau aja!?" ketus Baltasar


"Kok kamu jadi ketus gitu sih, kamu cemburu ya?"


"Mhwahahhahaha..., kamu lucu sekali" Mereka pun segera membuka laptop dan juga buku referensi untuk tugas proyeknya Paula. 30 menit telah berlalu. Beberapa pelayan di sana mengantarkan cemilan dan juga minuman "Permisi!"


"Iyaa, silahkan masuk" jawab Baltasar


"Ini cemilan dan minumannya ya, saya letakkan dimana?"


"Tidak perlu repot-repot mbak"


"Ini perintah langsung dari tuan Alonzo, kami tidak bisa menolaknya"


"Silahkan letakan disini saja mbak" jawab Paula sambil menunjuk tempatnya


"Jika butuh apa-apa panggil saya saja ya!" tambah pelayan itu


Di pihak lain Alessandro sedang mengobrol dengan salah satu karyawan di lantai bawah "Sudah berapa lama bapak bekerja disini"


"Kurang lebih 5 tahun"


"Lumayan lama ya pak"


"Ya begitulah"


"Ya, saya ingin mengetahui lebih banyak tentang pekerjaan di perusahaan ini. Bisa bapak jelasin, jujur sih ini baru pertama kali aku kesini pak"


"Tentu saja. Perusahaan ini mengadopsi sistem pekerjaan berbasis kinerja. Ini berarti setiap pekerjaan harus selesai dalam waktu yang telah ditentukan. Selain itu, kami juga mengadopsi sistem evaluasi terbuka di mana setiap anggota tim dapat memberi masukan tentang proses kerja."


"Wow! Saya pikir sistem pekerjaan kalian benar-benar bagus!"


"Ya begitulah prinsip dari tuan Alonzo, ada beberapa hal lain. Kami mengikuti sistem kebijakan mutu, dimana setiap pekerjaan harus diselesaikan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Selain itu, kami juga mengikuti sistem manajemen risiko yang memastikan bahwa semua pekerjaan dikerjakan dengan aman."


.........


Setelah selesai mengobrol Alessandro berniat untuk bergabung bersama Baltasar dan Paula yang sedang belajar di ruangan rapat ayahnya tok tok tok tok "Boleh aku bergabung gak, disini sangat membosankan"

__ADS_1


"Tentu saja boleh!" jawab Baltasar sambil menghampiri Alessandro untuk mendorong kursi rodanya


Paula pun mencoba membuatnya seperti yang Baltasar ajarkan tadi. Dari belakang Baltasar memperhatikan Paula yang sedang belajar, tiba-tiba "Bukan begitu sini biar aku ajarin, perhatikan ya. Pilih sel yang akan digunakan untuk menyimpan hasil rumus Anda. Klik pada sel tersebut untuk memilihnya. Ketik simbol “\=” (tanpa tanda kutip) di sel yang dipilih. Kemudian masukkan operator matematika seperti +, -, *, atau / untuk menyatakan perkalian, penjumlahan, pengurangan, atau pembagian lalu masukkan nilai yang ingin Anda gunakan untuk membuat rumus. Nilai ini bisa berupa angka atau sel lain di spreadsheet dan tekan tombol Enter untuk menyelesaikan rumus dan siap!!" ajarnya


Paula bukan memperhatikan tutorial yang di ajarkan Baltasar tapi dia memperhatikan gaya dan ekspresi Baltasar saat menjelaskan.


Kepribadian yang hangat dan ramah. Dia sangat terbuka dan mudah bergaul dengan orang lain. Rambutnya yang hitam kecoklatan dan mata indahnya yang coklat tua menyatu dengan wajahnya yang manis. Bibirnya yang basah memerah terlihat menggoda. Dia sangat akrab dengan berbagai macam gaya dan dia tidak memiliki masalah menggunakan kaos atau pakaian formal. Tubuhnya yang tinggi dan atletis terlihat elegan. Dia memiliki senyum yang dapat mencairkan hati siapa pun yang melihatnya. Baltasar adalah pria yang tepat untuk pergi ke sebuah acara mewah atau sebuah pesta.


Alessandro memperhatikan Paula yang sedang menatap Baltasar dengan serius, Alessandro pun mulai tersenyum melihat tingkah laku Paula


"Nah,,, jadi kan!" ucap Baltasar


Paula yang tidak melepaskan pandangannya dari Baltasar walau hanya sedetik, dia terlena dengan keindahan yang dia ratapi "Paula!!" panggil Baltasar dengan suara sedikit keras "Kau memperhatikanku dari tadi" tambahnya


"Hah! Ti-tidak, aku sedang menyimak apa saja yang kamu jelaskan tadi" sanggah Paula


"Ekhemm ekhmm" suara ejekan dari Alessandro pun terdengar


Seketika wajah Paula memerah, dia merasa sangat malu saat temannya Baltasar yaitu Alessandro melihatnya yang sedang menatap Baltasar dari tadi. Baltasar sudah mulai risih dan tidak nyaman lagi, dia pun menyudahi membantu Paula hari ini "Uffhh,,, seperti cukup hari ini dulu kita belajarnya" gumam Baltasar


"Ha!?" Paula mulai salah tingkah


"Kok cepat bener, kasian Paula belum ngerti tuh, masak ngajarinnya setengah-setengah" sahut Alessandro dengan nada mengejek Baltasar


Baltasar menatap Alessandro dengan tajam, seolah-olah matanya menyatakan bahwa nyawa Alessandro tidak akan lama lagi "Tiba-tiba saja aku merasa tidak enak badan nih. Lain kali kita lanjut belajar bisa?" tanya Baltasar pada Paula


"Emmm bi-bisa!" jawab Paula dengan sedikit gugup


Melihat suasana yang tidak kondusif lagi, Alessandro mencoba mengalihkan pembicaraan "Ya udah ayo kita makan dulu cemilannya, kasian udah kalau di makan, seperti enak nih" Alessandro pun mengambil cemilan itu


.........


Sudah hampir satu setengah jam Amira menunggu Nyonya Dilara di sebuah cafe bernama Cup of Brav, terletak di pusat kota. Suasananya sungguh nyaman dan tertata rapi. Jendela-jendela besar yang memancarkan sinar matahari membuat cafe ini menjadi lebih terang.


Nona Amira berada di meja tengah, duduk di sofa yang empuk. Dia menikmati pemandangan matahari yang menyinari seluruh cafe. Dia merasakan aroma teh dan kopi yang menyegarkan. Di mejanya terdapat sebuah buku dan alat tulis. Dia mulai mengerjakan tugasnya di meja itu sambil menunggu temannya datang. Sekian lama menunggu akhirnya Nyonya Dilara pun tiba "Maaf Amira, aku terlambat! Banyak urusan yang harus aku selesaikan dulu. Jadi bagaimana?" Nyonya Dilara duduk dengan gayanya yang anggun


"Semua telah berjalan dengan rapi, akhirnya kita berhasil menang melawan Ambros! Aku tidak pernah menyangka mereka sebodoh itu untuk di jebak" ujar nona Amira dengan tersenyum gembira


"Ya, kita benar-benar berhasil! Kali ini aku merasa sangat lega bisa terbebas dari lintah darat itu. Kau tau tadi Solmaz datang ke rumahku dan memohon untuk membebaskan suaminya, dia juga sangat kaget saat mengetahui surat pengalihan warisan itu adalah palsu" nyonya Dilara merasa sangat bangga bisa menyingkirkan sepasang suami istri yang menyebalkan itu


"Mhwahahhahah, kasian sekali. Sebenarnya aku sedikit kecewa Dilara" nona Amira menggeleng-gelengkan kepalanya


"Kenapa?"


"Lawan kita tidak seimbang" tambahnya


"Emhahaha! Mari kita merayakan kemenangan kita dengan bersulang!" ucap nyonya Dilara sambil mengangkat gelasnya

__ADS_1


"Mari!" ting suara tumbukkan gelas


...***...


__ADS_2