Alstroemeria Of Almeria : Complicated Love

Alstroemeria Of Almeria : Complicated Love
Without title


__ADS_3

Baltasar dan Alessandro sedang duduk di dalam kamar, berbicara tentang insiden peledakan yang baru saja terjadi. Alessandro agak gusar karena dia merasa bahwa keluarganya sedang berada di bawah ancaman yang sangat nyata.


Baltasar mencoba menenangkan Alessandro, "Jangan khawatir" katanya. "Kita mungkin tidak sepenuhnya aman, tapi setidaknya ada tim kepolisian yang akan bekerja keras untuk memastikan bahwa kita tetap aman. Sebenarnya, aku masih terkejut dengan insiden peledakan mobil itu. Sudah berapa lama insiden itu terjadi?"


"Aku juga tidak yakin, tapi kurasa sekitar tiga jam yang lalu. Aku masih bingung, siapa yang bisa melakukan hal seperti itu? "


"Aku tidak tahu. Aku berharap kita bisa mengetahui siapa pelaku peledakan itu. Bagaimana dengan Bachtiar?"


"Aku tidak tahu, apapun yang terjadi semoga tuhan menyelamatkannya. Aku dengar peledakan itu begitu kuat dan tidak ada yang bisa dilakukan untuk bisa selamat. Aku sangat khawatir untuknya."


"Kita berdoa yang terbaik saja. Jika aku bisa! Aku akan melakukan semua yang aku bisa untuk menemukan siapa yang melakukan hal ini. Kita tidak akan dapat meneruskan hidup seperti biasa sampai kita mengetahui siapa pelaku peledakan itu."


"Kamu benar. Kepolisian harus bergerak cepat untuk menyelesaikan masalah ini. Aku berharap mereka bisa menemukan pelaku peledakan itu secepat mungkin."


Kringgg kringggg kringggg suara dering telepon. Tiba-tiba panggilan masuk dari Paula untuk mengajak Baltasar bertemu dengan alasan tertentu.


"Halo Baltasar, ini aku Paula. Apa kabarmu?"


"Halo Paula? Aku baik-baik saja. Darimana kau mendapatkan kontakku?"


"Aku kan Paula! Apapun yang ku inginkan, akan ku dapatkan!"


"Jadi, ada apa kamu menghubungi ku?"


"Aku membutuhkan bantuanmu. Aku sedang mengerjakan proyek untuk kuliahku dan aku merasa bahwa aku butuh seseorang yang dapat membantuku menyelesaikannya. Mungkin kamu bisa membantuku?"


Baltasar tersenyum. "Tentu saja. Aku senang bisa membantu. Kapan kita bertemu?"


Paula bersyukur bahwa Baltasar setuju untuk membantunya. "Apa kalau kita bertemu di kafe di sekitar sini besok pagi? Aku akan menjelaskan apa yang harus kamu lakukan."


"Baiklah. Aku akan ada di sana," kata Baltasar.

__ADS_1


Paula sangat senang. "Terima kasih banyak, Baltasar. Aku sangat berterima kasih atas bantuanmu."


"Sama-sama. Sampai besok," kata Baltasar lalu memutuskan sambungan telepon.


Paula tersenyum. Dia tahu bahwa dengan bantuan Baltasar, dia akan bisa menyelesaikan proyek itu dengan baik.


"Siapa?" tanya Alesso mulai mengintrogasi


"Biasa teman kampus, dia minta bantu untuk mengerjakan proyek kuliahnya"


"Seorang wanita?"


"Hmm iyaa!"


"Siapa namanya?"


"Namanya Paula"


"Ekhem khem..., seorang baltasar mulai tertarik dengan wanita"


"Tapi dari cara kamu berbicara dengannya seperti ada yang beda"


"Berisik kau.! Sudahlah aku mau ke kamarku dulu "


"Huuu.... pipi mu memerah tu mwuhaha"


"Dasar!!"


..........


Tanpa mengundang salah paham, Nyonya Dilara memutuskan untuk diam-diam keluar dari rumah. Ketika ia tiba di depan rumah, ia kaget dihadapannya ada seorang penjaga rumah yang sedang mengawasi. Penjaga rumah menyambutnya dengan senyuman. "Nyonya Anda mau kemana?" tanya penjaga itu

__ADS_1


"Apa yang kamu lakukan di sini? Jangan menghalangi jalanku"


"Tuan Alonzo menyuruh saya melindungi Anda, Nyonya. Saya tidak boleh membiarkan Anda keluar rumah."


"Apa?! Kenapa aku harus dibatasi di rumahku sendiri seperti ini? Aku harus keluar, aku punya tugas yang harus aku selesaikan!"


"Maafkan saya, Nyonya, tetapi itu adalah pesanan langsung dari Tuan Alonzo. Saya harus melindungi Anda sebaik yang saya bisa."


"Tolong jangan buat saya marah, saya bisa membuatmu menyesal dengan sikapmu yang kurang ajar pada saya"


"Tolong nyonya, jangan buat saya dalam situasi yang sulit. Saya tidak ingin di pecat nyonya, saya sangat membutuhkan pekerjaan ini"


"Yah, baiklah. Aku akan tetap di rumah, tolong sampaikan pada bosmu itu, dia tidak bisa mengatur-atur ku di rumahku sendiri"


Tiba-tiba tuan Alonzo datang menghampiri mereka "Ada apa Dilara, kenapa kau memarahinya?. Cantik sekali kamu, mau kemana kamu?" tanya suaminya itu


"Apa yang kamu lakukan? Kamu melarangku untuk keluar? Kamu kira aku tak punya hak untuk keluar? Aku tak bisa justru duduk di rumah sepanjang hari Alonzo!" tegas nyonya Dilara


"Tidak! Diluar sangat berbahaya. Aku tidak bisa membiarkanmu keluar, jika kau ingin keluar biarkan aku mengantarmu"


"Aku tidak akan keluar sendirian. Aku akan pergi bersama temanku. Tidak ada yang akan terjadi."


"Tidak, aku tidak bisa membiarkanmu keluar. Aku hanya bertanggung jawab terhadap keselamatanmu. Jangan bersikeras Dilara, apa yang terjadi padamu?! Bachtiar telah menjadi korban dalam insiden ini, apa kau tidak berfikir apa yang akan terjadi kedepannya! Lagi pula kemana kau akan pergi?"


"Aku punya rapat!" jawabnya dengan cuek


"Rapat!? Kamu bilang rapat, sama teman-teman sosialitamu itu dalam keadaan seperti ini. Wah wah wah hebat, Hebat Dilara! Apa kau ingin menjumpai para pers juga untuk membicarakan kasus ini juga hah"


"Apa yang kau katakan, apa kau gila Alonzo? Sudahlah" sahut nyonya Dilara sambil masuk kembali ke dalam rumah "Oh ya! Katakan pada bawahanmu itu untuk bersikap sopan padaku" tambahnya dengan kesal


"Maafkan aku tuan Alonzo, aku tidak bermaksud tidak sopan pada nyonya Dilara" ucap penjaga

__ADS_1


"Iya tidak apa-apa, kau telah melakukan tugasmu dengan baik"


...***...


__ADS_2