Alstroemeria Of Almeria : Complicated Love

Alstroemeria Of Almeria : Complicated Love
Buron


__ADS_3

"Anda ingin pergi ke mana tuan? , Dari tadi kita hanya berputar-putar disini" tanya supir taksi itu


"Jalan saja dulu! Kenapa banyak polisi hari ini?"


"Ada yang aneh dengan orang ini, kenapa dia menghindar dari para polisi itu. Apa dia seorang kriminal, jika iya apa yang harus aku lakukan. Tapi dia mengenakan baju pasien rumah sakit, apa dia kabur dari rumah sakit?" gumam supir taksi yang sambil menerka-nerka


"Kenapa kau melihatku seperti itu!?" tanya Bonito


"Ti-tidak apa-apa" supir itu mulai panik


"Kenapa kau jadi gugup sekarang!" Bonito mencekik leher supir itu dari belakang dan mengancamnya "Jika kau macam-macam aku akan menghabisimu. Cari jalan yang bisa menghindari dari polisi-polisi ini segera"


"I-iya baik" ujar pak supir yang ketakutan melihat seseorang yang mengancam akan membunuhnya apa lagi dengan wajahnya yang menyeramkan


.........


Kediaman Alonzo


Kakek Rafael dan Emilia sedang membujuk Alessandro untuk memakan makanannya,


"Alesso ayolah makan nak!" ujar kakek Rafael membujuk cucunya


"Iya kakak ayo makan sedikit saja, kau bisa sakit jika tidak makan. Kau tidak makan apa pun selama dua hari ini"


"Ayah sama ibumu pulang hari ini, jangan sampai mereka melihatmu seperti ini." sahut kakeknya


"Cukuplah kakek, kalian bisa pergi. Aku ingin sendirian dulu" jawab Alessandro


"Hmm.! Biarkan saja dia sendiri kakek, ayo kita pergi. Dia sudah besar seharusnya dia bisa mengatur dirinya sendiri" Ujar Emilia


"Baiklah kalau begitu." Sahut kakeknya


Ting tong suara bell rumah berbunyi "Selamat siang tuan Rafael bagaimana kabar Anda?"


"Ambros? Kau datang tanpa mengabari kami dan masuk begitu saja"


"Aku ingin memberi suprise pada Alonzo dan Dilara. Apa mereka sudah pulang?"


"Belum, mungkin masih dalam perjalanan!"


"Kalau begitu aku akan menunggu disini"


"Baiklah!, silahkan menunggu"


"Apa kau tidak menyuruh pembantumu untuk menyuguhkan minuman untukku?" tanya tuan Ambros


"Eminee! Eminee!" panggil tuan Rafael


"Ya tuan!"

__ADS_1


"Tolong suguhkan sianida untuk orang tua ini" suruh tuan Rafael sambil pergi meninggalkan mereka


"Apa?" sahut bibi Emine


"Mwhahahaa! Dia hanya bercanda. Buatkan aku kopi saja" suruh tuan Ambros


"Ouh baiklah."


.........


Dijalanan yang sepi "Berhenti, berhenti disini!" Bonito pun turun dari taksi itu tanpa membayarnya dan bergegas kabur dari sana.


Dengan berani supir itu keluar dan teriak "Woi bayar dulu! Kurang ajar. Lagi sepi penumpang malah mengantar brandalan miskin, cih!, buang-buang bensin aja"


.........


Di Kafe Cage


"Hei kalian!!, jangan asik ngobrol saja, layani pelanggan"


"S-sorry!"


"Oliveira tolong antarkan pesanan ini ke meja nomor lima ya!"


"Baiklah"


Oliveira mengantarkan pesanan pelanggannya "Selamat menikmati!"


"Oliveira!!" panggilnya dengan heran "Kau? Apa yang kau lakukan disini, jangan bilang kau menjadi pelayan kafe disini?"


"Iya itu benar!"


"Mwehahaaa, apa tidak salah? Putra tuan Alonzo pemilik restoran ternama bekerja disini. Apa orang tuamu bangkrut? Atau membuangmu?"


"Jaga omonganmu!"


"Kenapa? Apa kau akan menusukku sama seperti yang kau lakukan pada Van"


"Apa maksudmu Aeric" sahut teman-temannya


"Perkenalkan Oliveira Consuella, dia seorang kriminal yang menusuk temannya sendiri karena kalah balapan"


"Apa?"


Oliveira menahan emosinya dan tidak ingin membuat keribut ditempat kerjanya. Dia pun segera pergi dari sana dan tidak menghiraukan omongan Aeric "Kenapa kau pergi, apa kau takut hah? Seharusnya kau dipenjara sekarang, beruntung saja kau punya keluarga terpandang. Jika tidak kau akan membusuk di penjara."


"Jangan memancingku Aeric!!"


"Bahkan kau tidak mengujungi Van di rumah sakit kan? Emang pengecut kau! Pecundang. Tch"

__ADS_1


"Cukupppp!! Dasar kau bajingan!" Oliveira menghajarnya temannya itu dikerumunan pelanggan cafenya


"Hey apa yang dia lakukan?" mereka mencoba melerai pertikaian Oliveira


"Tolong pisahkan mereka!"


Manajer kafe yang mendengar keributan itu langsung mendatangi sumber keributan "Apa-apaan ini hah. Apa yang kau lakukan?"


"Dimana manajer kafe ini?" tanya Aeric


"Apa yang terjadi tuan" tanya manajer kafe


"Tolong ajarkan karyawanmu ini sopan santun, jika tidak mau aku tuntut kafe ini"


"Maafkan aku tuan, aku akan mengurus semuanya. Oliveira! Kau pergi ke ruangan ku sekarang!"


Diruang menejer kafe


"Apa yang kau perbuat haah?"


"Maaf pak, dia yang memulai ini semua"


"Aku tidak mau dengar penjelasanmu yang seperti itu, kamu itu karyawan disini. Jika kamu tidak bisa menjaga sikap dan tingkah laku mu. Kau akan membuat kafe ku semakin rugi dengan tingkahmu. Cukup ini yang terakhir kalinya, kau dipecat!"


Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu, tok tok tok "Boleh saya masuk pak!" ujar seorang wanita


"Siapa?"


"Aleyshia" jawabnya


"Ya!" Aleyshia pun masuk dan menghampiri manajernya itu "Ada keperluan apa kau kemari?" tanya tuan manajer


"Saya ingin memberi penjelasan pak! Pelanggan yang tadi, dia sudah meminta maaf dan mengakui kalau dia yang bersalah. Jadi saya mohon bapak ubah keputusan bapak untuk memecat Oliveira"


"Aku tidak percaya dengan omonganmu"


"Sebentar pak, biar saya bawa pria itu kesini"


Aleyshia membawa Aeric masuk ke ruangan tuan menejer itu, Oliveira kebingungan melihat Aeric yang datang dan mau mengakui kesalahannya, hal itu sangat berbeda dengan sifat keras kepalanya selama ini


"Silahkan katakan!" suruh tuan manajer


"S-Saya minta maaf pak, saya yang memulai membuat keributan itu. Oliveira adalah teman saya, terkadang saya suka menggodanya tapi dia tidak bisa mengendalikan emosinya. Untuk kekacauan tadi saya akan ganti rugi semuanya"


Mendengar penjelasan Aeric, tuan manajer tidak bisa berkutik "Oke baiklah, terimakasih atas penjelasan Anda. Kalian bisa pergi dan kamu kembalilah berkerja"


.........


Kediaman Bonito

__ADS_1


Akhirnya Bonito berhasil sampai dirumahnya dengan keadaan yang begitu lemas, dari jauh dia melihat polisi yang sedang berjaga-jaga didepan rumahnya "Kenapa ada banyak sekali polisi disini. Sialan!! apa aku sudah seorang buronan sekarang? Apa yang harus aku lakukan, ayolah... Berfikir!!"


......***......


__ADS_2