
Diruang tengah terlihat Baltasar sedang kesal dengan Alessandro yang mengganggunya dengan Paula belajar dan Alessandro mencoba untuk menjelaskan bahwa itu hanya candaan "Apa yang kamu pikirkan, Alessandro? Apa yang kamu lakukan pada kami tadi? Kau mengganggu kami yang sedang belajar. Aku benar-benar kesal denganmu!"
"Hei, Baltasar. Aku hanya bercanda. Tapi jujur ya aku tahu Paula sangat serius memperhatikanmu dari tadi, kau juga sadar itu kan?. Dan aku hanya mencoba untuk bercanda. Aku tak bermaksud mengganggunya kalian belajar."
"Tapi itu tidak benar! Dan aku tidak suka melihat tingkahmu seperti itu. Aku tahu Paula sangat bersemangat untuk belajar. Kau tak punya hak untuk mengganggunya!"
"Ya ya aku minta maaf. Aku tak bermaksud mengganggu kalian. Aku hanya bercanda. Aku minta maaf jika aku menyinggung mu atau Paula."
"Kamu sudah melakukan hal itu. Tapi aku akan menerima maafmu. Tapi jangan pernah lakukan lagi, OK?"
"Tentu saja. Aku akan berhati-hati. Maaf sekali lagi."
"Aku mau tanya sesuatu boleh?"
"Tentu saja, apa yang ingin kamu ketahui"
"Tapi kamu jangan marah, dan kau harus janji untuk menjawabnya"
"Iya, ada apa sih?"
"Kenapa kau tidak tertarik dengan Paula atau lebih tepatnya dengan cinta, apa kau tidak pernah mencintai seseorang atau menyukai seseorang"
"Aku tidak akan bahas soal itu, aku pergi ke kamarku dulu!!"
"Baltasar!! Aku mohon ceritakan kenapa. Aku benar-benar penasaran, dan aku juga ingin mendengar dari sudut pandang mu soal cinta"
"Aku benar-benar tidak tertarik sama sekali dengan cinta. Aku merasa cinta itu hanya akan menghabiskan waktu dan menyebabkan masalah."
"Itu karena kamu belum menemukan cinta yang tepat. Setiap orang pasti memerlukan cinta. Cinta bisa memberikanmu kebahagiaan, dan itu adalah sesuatu yang tidak bisa kamu dapatkan dengan uang. Jadi, jangan menyerah dan carilah cinta yang tepat!"
"Apa kau sebegitunya menyukai kisah percintaan? Aku tak punya alasan untuk mencintainya ataupun dicintai olehnya. Aku tidak memerlukan cinta, Alesso. Aku bisa hidup tanpanya. Dan aku bisa mendapatkan kebahagiaan tanpa cinta"
"Itu omong kosong, Baltasar! Hewan saja memiliki cinta di hatinya"
"Itulah yang membedakan ku dengan hewan!"
"Kata-katamu begitu kejam Baltasar"
"Maaf jika itu menyinggung dirimu, sudah aku katakan sebaiknya kita tidak membicarakan ini"
"Tidak apa-apa, kenapa kamu sangat membenci kata cinta. Kau orang yang sangat aneh yang pernah aku temui"
"Aku tidak dibesarkan dengan cinta, Alessandro. Aku berbeda denganmu, kau lahir dengan keberuntungan sedangkan aku, aku beruntung telah dilahirkan di dunia ini"
"Apa yang kau katakan Baltasar, apa maksudmu? Kau berbicara seperti orang bodoh sekarang"
Suasana pun mulai memanas
"Sebaiknya kau tidur, aku akan mengantarmu ke kamar"
"Aku yakin sesuatu saat pandangannya pasti akan berubah" Alessandro ngebatin
...........
Tuan Rafael sangat penasaran dengan apa yang telah terjadi, dia tahu kalau yang menerornya dengan bom ialah Cruel Danger, bos mafia Rusia. Tetapi kenapa tuan Ambros yang menjadi sasaran polisi, tuan rafael datang untuk menemui menantunya itu, dia ingin mengetahuinya apa yang dilakukan nyonya Dilara dengan Cruel Danger dan mengapa tuan ambros yang jadi tersangka dalam kasus insiden peledakan mobil itu.
"Dilara, ayah ingin tahu apa yang telah kamu lakukan dengan Cruel Danger dan mengapa Ambros yang jadi pelaku dalam kasus insiden peledakan mobil itu?"
"Sudahlah ayah, yang terpenting hutang ayah sudah aku lunasi"
"Nak, sebaiknya kamu jangan berurusan dengan pria gila itu. Aku khawatir kamu kenapa-napa, dia itu mafia nak!!!." tegas ayahnya itu
"Ayah tidak usah khawatir, semuanya baik-baik saja. Ingat ayah jangan lakukan apapun yang menyebabkan masalah bagi keluarga kita. Nikmati masa tuamu ayah, bermainlah dengan cucu-cucumu. Jika ayah membuat masalah lagi, aku tidak bisa membantu ayah lagi" ujar menantunya itu dengan bergegas pergi meninggalkannya
__ADS_1
"Ehmmm,, mentang-mentang dia telah membayar hutangku. Dia sudah berani meninggikan suaranya saat berbicara denganku.. Ouh Rafael yang malang kenapa begini hidup!!"
..........
Di perusahaan Aluzuros, tuan Alonzo sedang mempersiapkan bahan untuk meeting dengan kliennya besok hari. karena ada suatu keperluan yang mendesak nyonya Dilara datang untuk menemui suaminya.
"Selamat datang nyonya" sapa security
"Terimakasih, apa suamiku ada disini." tanya Nyonya Dilara
"Ada, dia diruangannya nyonya, apa saya panggilkan!"
"Ouh tidak usah, biar aku saja pergi ke ruangannya"
"Baik, apa nyonya mau minum atau makan sesuatu biar saya sampaikan pada karyawan"
"Buatkan saja jus apel untukku, dan tolong diantar ke ruangan tuan Alonzo saja ya"
"Iyaa baik nyonya"
Nyonya Dilara segera bergegas untuk menemui suaminya itu tok tok tok tok tok "Masuklah Yeldirin!" Nyonya Dilara pun segera masuk
"Loh kamu Dilara. Aku pikir Yeldirin, maaf.., tumben kamu kesini, apa ada masalah" tanya tuan Alonzo yang sedikit kaget. Tuan Alonzo pun mempersilahkan istrinya duduk
"Tidak ada, aku hanya ingin berbicara berdua saja denganmu"
"Oke, baiklah, ada apa?"
"Apa kamu udah dapat kabar dari Yeldirin, soal kasus peledakan mobil tempo hari"
"Iya sudah, besok adalah hari sidang pertama Ambros kan, aku sudah suruh dia untuk mengantur semuanya, aku tidak akan datang. Aku muak melihat tampang pria itu"
"Itulah, tapi aku harus datang! Yeldirin menghubungiku tadi, katanya aku sebagai saksi bahwa Ambros telah mengancamku, pihak pengadilan membutuhkan saksi itu di sidang besok"
"Aku menyatakan yang sebenarnya Alonzo, kenapa kau curiga padaku begitu?"
"Jangan salah paham Dilara, aku sangat mempercayaimu. Kau datang saja besok ke pengadilan bersama Yeldirin. Aku tidak mau melihat Ambros itu lagi, yang ada malah aku akan berbuat kekacauan disana yang membuat sidang besok di batalkan"
"Iyaa sayang! Masalahnya besok juga hari kelulusan sekolah Oliveira kan? Apa kamu lupa"
"Hah! Emngnya hari ini hari apa?"
"Hari ini Selasa Alonzo, jadi bagaimana aku tidak akan hadir pada acara kelulusan Oliveira atau aku tidak berhadir di pengadilan"
"Ya ampun, aku sampai lupa! Yaudah kamu pergi aja ke pengadilan bersama Yeldirin, aku akan pergi ke acara Oliveira besok"
"Oliveira pasti akan marah besok kalau aku tidak datang"
"Tidak akan!"
"Terus bagaimana orang-orang lain lihat kalau kita tidak bersama pada hari kelulusan Oliveira, ibu-ibu disana pasti akan menceritakan kita. Mereka pasti bilang kalau aku tidak peduli dengan anakku"
"Cukup Dilara, jangan pikirin omongan orang. Apa pentingnya mereka!?"
"Tapi Alonzo!!"
"Cukup Dilara, aku tidak suka dengan sikapmu yang begitu. Masalah mu dan ah selesai, kamu silahkan pulang"
Tok tok tok ketukan pintu memotong pembicaraan mereka "Permisi tuan, nyonya ini jusnya yang nyonya pesan tadi"
"Ouh terimakasih ya"
"Sama-sama nyonya saya pamit dulu ya"
__ADS_1
Nyonya Dilara pun minum sedikit jus itu dan pergi dari sana "Baiklah sayang, aku pulang"
"Iya hati-hati" ujar suaminya itu
Setelah nyonya Dilara keluar dari ruangannya, tuan Alonzo menjadi kepikiran tentang meeting yang harus dia presentasi untuk besok "Besok juga ada meeting lagi dengan para klien, bagaimana ya!!" titah tuan Alonzo pada dirinya sendiri sambil memegang kepalanya yang penuh pikiran
.........
Hari berlalu dengan singkat, di kediaman Consuella tuan Alonzo masih sibuk dengan pekerjaan kantornya. Baltasar datang untuk menyerahkan tugas kantor tuan Alonzo yang sudah dia selesaikan
Tok tok tok tok "Boleh saya masuk paman?"
"Baltasar! Masuk saja nak!"
Baltasar pun masuk dengan membawa sekumpulan berkas di tangannya "Apa itu Baltasar" tanya tuan Alonzo
"Ini paman berkas yang sudah aku selesaikan, perhitungan tingkat pemesanan yang dan pengiriman terendah dan juga tertinggi selama dua tahun terakhir untuk dua puluh tujuh perusahaan." jawab Baltasar sambil menyerahkan berkas itu pada tuan Alonzo
"Ouh ya coba duduk dulu, biar saya lihat hasil kerjamu" suruh tuan Alonzo, tuan Alonzo membuka setiap lembaran dokumen itu dan membacanya dengan detail "Hmmm ini menarik, kamu menampilkannya dalam bentuk diagram juga" tambahnya "Note : perusahaan Vela de fuegola menjadi pemesanan tertinggi pada bulan Oktober dan Desember. Kerjamu bagus juga ya. Kau membuat file dengan cara berbeda lebih mudah dimengerti " baca tuan Alonzo
"Syukurlah kalau paman suka dengan pekerjaan saya. Apa ada yang bisa saya bantu lagi!?"
"Tidak ada Balt. Bantuanmu ini lebih dari cukup"
Baltasar pun keheranan melihat tuan Alonzo yang begitu sibuk akhir-akhir ini. "Maaf paman, kenapa paman belum tidur sudah jam segini."
"Kamu memperhatikan saya dari tadi ya" tanya tuan Alonzo mengintrogasi
"T...tidak! Kata Alesso besok hari kelulusan Oliveira kan, tumben paman tidak tidur lebih awal"
"Ouh ya benar. Aku sedang bingung sekarang, besok juga ada pertemuan dengan para klien, entah bagaimana saya bisa menghadiri dua tempat dalam waktu yang sama"
"Tante Dilara?" tanya Baltasar mungkin tante Dilara bisa menggantikan tuan Alonzo untuk meeting, pikirnya
"Tante Dilara, pergi ke persidangan besok. Jadi dia juga tidak bisa menggantikan saya di Aluzuros." jelas tuan Alonzo. Tiba-tiba tuan Alonzo saat melihat-lihat kembali dokumen yang dikerjakan oleh Baltasar yang begitu menarik, tuan Alonzo berinisiatif untuk menjadikan Baltasar sebagai perwakilan besok untuk meeting dengan kliennya "Eh tunggu-tunggu kamu bisa menggantikan saya kan?"
Mendengar tawaran itu, Baltasar sedikit kaget "Apa! Saya paman?"
"Iya. Itu pun jika kamu mau Baltasar, besok kamu gak ke kampus kan?" tanya tuan Alonzo
"A..aku ngampusnya siang sih paman, aku ke pengen untuk membantu. Tapi kalau bertemu dengan klien sepertinya saya ragu"
"Gini Baltasar, besok ada presentasi tentang periklanan produk kosmetik dari perusahaan Verdadero Ecanto dan semua konsepnya sudah dirancang, tinggal presentasinya saja dengan baik"
"Tapi bagaimana kalau tender ini tidak gol, paman?" tanya Baltasar dengan nada ragu
"Saya tidak perduli kita bisa memenangkan tender ini atau tidak, yang terpenting tanggung jawab kita untuk mempresentasikan hasil karya Aluzuros. Dan saya yakin kamu akan bisa, untuk kali ini saja"
"Iya paman akan saya coba! Paman tidak usah khawatir, akan aku usahain kita mendapatkan proyek ini"
"Terimakasih Baltasar "
Sebenarnya Baltasar bingung dengan perusahaan Aluzuros bergerak di bidang apa, dia ingin mengetahui lebih dalam lagi tentang sejarah Aluzuros, dengan rasa canggung dia pun memberanikan diri untuk bertanya pada tuan Alonzo untuk menjawab penasarannya itu "Paman! Sebenarnya saya masih bingung, perusahaan Aluzuros ini bergerak di bidang apa sebenarnya "
Mendengar pertanyaan Baltasar, tuan Alonzo sedikit tertawa "Mwhahaha" untuk menghargai Baltasar yang tertarik untuk mendengar sejarah Aluzuros tuan Alonzo pun menceritakan sedikit tentang Aluzuros "Aluzuros ini dulunya bergerak di bidang bisnis jasa periklanan produk, semuanya itu berkembang pesat saat ayah mertua saya mengelolanya, setelah kepergiannya banyak perusahaan yang mengundurkan diri untuk bekerja sama dengan Aluzuros sehingga yang bertahan adalah restoran Aluzuros yang saya kembangkan untuk menunjang perekonomian Aluzuros."
"Hmmm begitu!" sambil menganggukkan kepalanya
"Iya, dulu sempat Aluzuros bergerak di dua bidang itu sekaligus, dimana saya bergerak di bidang bisnis restoran dan tante Dilara di bisnis jasa periklanan produk. Tapi sayangnya bisnis tante Dilara merosot semenjak dia menjadikan tuan Ambros sebagai mitra kerjanya. Dan sekarang klien pertama datang untuk meminta Aluzuros mengiklankan produknya, ya walaupun mereka bekerja sama dengan Aluzuros karena biaya jasa yang rendah, tapi ini adalah langkah awal untuk Aluzuros berkembang seperti dulu lagi. Pada masa Tn. Salvadori, kakeknya Oliveira"
"Aku mengerti sekarang, saya akan usahakan sebaik mungkin dan tidak akan mengecewakan paman maupun nyonya Dilara"
"Terimakasih, saya percaya padamu"
__ADS_1
...***...