Alstroemeria Of Almeria : Complicated Love

Alstroemeria Of Almeria : Complicated Love
Semua orang pasti pernah melakukan kesalahan.


__ADS_3

Perusahaan Aluzuros


"Selamat pagi, semua!" Sapa tuan Alonzo


"Selamat pagi, Tuan Alonzo!" sahut semua karyawan


"Baiklah, mari kita mulai. Saya ingin menyampaikan bahwa kita akan memulai proyek baru di perusahaan ini. Saya ingin kalian semua untuk bekerja keras dan berusaha mencapai tujuan kita."


"Kami akan melakukannya"


"Baiklah. Saya juga ingin mengingatkan kalian semua untuk selalu menjaga etika kerja dan menghormati satu sama lain. Ini penting untuk menjaga hubungan yang baik antara karyawan dan manajemen."


"Kami akan mengingatnya, Tuan"


"Terima kasih. Saya juga ingin mengingatkan kalian semua untuk selalu menjaga kualitas pekerjaan kalian. Kualitas pekerjaan yang baik akan membantu kita mencapai tujuan kita."


"Kami akan melakukannya dengan baik, Tuan"


"Ouh ya satu lagi, saya juga ingin mengingatkan kalian semua untuk selalu menjaga keamanan di tempat kerja. Ini penting untuk menjaga keselamatan karyawan dan manajemen."

__ADS_1


"Kami akan mengingatnya, Tuan"


Tuan Alonzo adalah seorang pria yang sangat sibuk. Dia bekerja sebagai seorang pengusaha sukses dan memiliki banyak bisnis yang berbeda. Dia selalu berada di jalur yang sibuk, mengurus bisnisnya dan mencari cara untuk membuatnya lebih sukses.


Tuan Alonzo sangat menikmati pekerjaannya dan dia selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik. Dia menghabiskan banyak waktu untuk membuat rencana bisnis yang baik dan mencari cara untuk meningkatkan pendapatan. Dia juga menghabiskan banyak waktu untuk mencari peluang baru dan mengembangkan bisnisnya.


Tuan Alonzo juga menghabiskan banyak waktu untuk mengurus hubungan dengan pelanggan dan mitra bisnisnya. Dia selalu berusaha untuk membangun hubungan yang baik dengan pelanggan dan mitra bisnisnya. Dia juga berusaha untuk memastikan bahwa pelanggan dan mitra bisnisnya senang dengan layanan yang diberikan.


Tuan Yeldirin datang ke perusahaan Tuan Alonzo dengan sebuah tawaran. Dia mengajak Tuan Alonzo untuk liburan bersama. Tuan Alonzo terkejut dengan tawaran tersebut. Dia menolak tawaran itu dengan alasan bahwa dia memiliki banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Dia juga mengatakan bahwa dia tidak punya waktu untuk berlibur.


Tuan Yeldirin mencoba untuk meyakinkan Tuan Alonzo untuk menerima tawaran tersebut. Dia mengatakan bahwa liburan akan membantu Tuan Alonzo untuk melepaskan stres dan menyegarkan pikirannya. Namun, Tuan Alonzo tetap menolak tawaran tersebut. Dia mengatakan bahwa dia tidak punya waktu untuk berlibur dan dia harus menyelesaikan pekerjaannya.


Tuan Yeldirin mengerti terhadap ambisius dan semangat temannya itu terhadap pekerjaan. Dia berharap bahwa Tuan Alonzo akan berpikir ulang tentang tawaran tersebut dan menerimanya. Dia berharap bahwa Tuan Alonzo akan menemukan waktu untuk berlibur dan menyegarkan pikirannya.


"Maaf Yeldirin, aku tidak bisa mengikuti mu untuk liburan, mungkin bisa lain kali. Aku punya banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan."


"Terserah kamu saja, kau emang pria yang keras kepala! Untuk diri sendiri aja kamu gak peduli." ucapnya dengan cetus "Alonzo, aku dengar kau punya masalah dengan ayahmu. Apa yang terjadi?"


"Ya, ayah ku datang kesini dengan tujuan untuk meminta bantuan finansial. Aku takut dia akan menggunakan uang itu untuk berjudi lagi."

__ADS_1


"Aku mengerti. Aku bisa membantumu menyelesaikan masalah ini. Apakah kamu ingin berbicara lebih lanjut tentang hal ini?"


"Tidak tidak, ini masalah yang sedikit intim. Yeldirin, aku ingin meminta saranmu saja, tentang bagaimana cara aku bisa mendekatkan diri dengan ayah ku. Apa yang kau sarankan?


"Ku sarankan kamu mulai dengan mencari tahu apa yang ayahmu sukai dan coba untuk menghabiskan lebih banyak waktu bersamanya. Kamu juga bisa mencoba untuk memulai percakapan tentang hal-hal yang dia sukai dan mencoba untuk mendengarkan dia dengan baik. Jika kamu bisa menunjukkan bahwa kamu peduli tentang apa yang dia katakan, itu akan membantu kamu mendekatkan diri dengan ayahmu."


"Aku masih memiliki beberapa masalah dengan ayah ku karena kesalahan yang dia lakukan di masa lalu. Bagaimana aku bisa melewati masalah ini?"


"Berbicaralah dengan ayahmu tentang masalah ini. Jangan menyalahkannya atau menyalahkan diri sendiri, tetapi cobalah untuk mencari solusi yang bisa membantu kalian berdua untuk melewati masalah ini. Jika kau bisa menemukan cara untuk menyelesaikan masalah ini, itu akan membantu mu dekat dengan ayahmu. Kau juga seorang ayah sekarang, kau punya tiga anak Alesso, Emilia dan Oliveira. Bagaimana perasaanmu jika mereka tidak mengganggapmu, tidak menghargaimu karena kesalahan yang kau lakukan di masa lalu dan mereka tidak memberikan kesempatan kepada mu untuk memperbaiki kesalahanmu."


"Aku tidak sama seperti ayahku, Yeldirin. aku mencintai anak-anakku. Aku tidak menelantarkan mereka"


"Jangan bicara begitu Alonzo, kau itu temanku! Aku tau siapa kamu. Saat kau bercerai dengan Sophia, apa kau peduli dengan Alessandro? Apa kau peduli dengan Emilia? Ya aku tau, kau menikah muda dengan Sophia, pikiranmu labil dan keadaan ekonomi kalian juga belum stabil. Tapi apa!? Alessandro dan Emilia tetap mencintaimu kan?. Pikiranmu menjadi dewasa saat Oliveira lahir dan kau mulai berkerja di perusahaan ini, perusahaan ayahnya Dilara dan lihat! Berkat kecerdasanmu kau bisa memajukan perusahaan ini dan membuka banyak cabang"


Nasehat dari temannya itu membuat tuan Alonzo diam seribu bahasa, yang temannya katakan adalah fakta yang tidak dapat dielakkan. Kringg kringgg kringgg "Maaf Alonzo. Aku harus mengambil panggilan pekerjaan. Aku akan kembali lagi nanti." ujar Tuan Yeldirin sambil keluar meninggalkan ruangan.


Di sore hari tuan Rafael membaca surat kabar dengan menikmati teh di taman rumahnya. Dia duduk di bangku kayu di taman, sambil sesekali menikmati pemandangan yang indah. Matahari bersinar dengan warna jingga keemasan, dan dia merasakan angin sejuk yang menyegarkan. Dia menikmati aroma tehnya yang hangat dan menyegarkan.


Setelah menikmati tehnya, Tuan Rafael berjalan-jalan di taman. Dia menikmati pemandangan bunga-bunga yang berwarna-warni dan tumbuh di sekitar taman. Dia juga menikmati suara burung-burung yang berkicau di pohon-pohon di sekitarnya.

__ADS_1


Kemudian, Tuan Rafael beristirahat di bawah pohon di taman. Dia menikmati suasana yang tenang dan damai. Dia menutup mata dan menikmati angin yang bertiup lembut.


Di akhir hari, Tuan Rafael kembali ke bangku kayu di taman. Dia menikmati tehnya yang hangat dan menyegarkan. Dia menutup mata dan menikmati suasana yang tenang dan damai. Dia merasa sangat bahagia dan berterima kasih atas hari yang indah yang ia nikmati.


__ADS_2