Alstroemeria Of Almeria : Complicated Love

Alstroemeria Of Almeria : Complicated Love
Mahakarya Baltasar


__ADS_3

Di rumah sakit La Fe, Bonito yang terbaring lemas di atas tempat tidur akhirnya sadarkan diri setelah seminggu lebih dalam keadaan yang kritis.


Dia mulai membuka matanya dan melihat ke sekeliling ruang kamarnya, kemudian dia mencoba bangun dengan perlahan-lahan "Apa yang terjadi padaku?" tanyanya sambil mencopot infus yang ada di lengannya. Dia beranjak dari tempat tidurnya dan menutup semua gorden jendela sehingga tidak ada cahaya yang masuk ke dalam ruangan.


Bonito pun berjalan menuju ke keluar kamar dengan tertatih-tatih. Tiba-tiba dia tersandung dengan kaki meja dan membuatnya terjatuh ke lantai "Aduhhhhh!!"


Suster yang mendengar kegaduhan itu pun masuk ke dalam kamarnya bonito dan menyalakan lampu kamarnya


"Ya ampun!!" Suster itu pun segera menghampiri Bonito dan mencoba untuk membantunya


"Ya aku bisa! Aku bisa sendiri" teriak Bonito


"Tapi saya cuman khawatir luka di wajah Anda!?"


"Luka!? Luka apa?"


"Tuan bisa istirahat!" gumam Suster mengalihkan pembicaraan


"Luka apa?" tanya Bonito lagi


Bonito pun mencoba melihat wajahnya di cermin dan dia spontan kaget melihat pipi kirinya hancur melepuh akibat cairan kimia yang tersiram ke wajahnya waktu itu "Suster kenapa? Kenapa aku bisa seperti ini?"


"Iya tuan tenang dulu!!"


"Kenapa, kenapa aku bisa kek gini?" tanya Bonito dengan penasaran


"Tuan tenang! Tuan tenang dulu" jawab dokter menenangkan Bonito


"Bagaimana aku bisa tenang kalau aku melihat wajahku di cermin seperti ini!!" Teriak Bonito hingga membuat orang-orang yang berada diluar kamarnya kaget "Suster tolong kasih tau kenapa aku bagaimana bisa terjadi seperti ini, panggil dokter, panggil -panggil!!" suruh Bonito


"Iya iya" jawab Suster yang panik melihat tingkah Bonito


"Panggil dokternya sekarang sebelum aku marah!"


Tiba-tiba dokter datang menghampiri Bonito "Tuan, tuan bisa tenang dulu!"


"Baiklah tapi beritahu aku kenapa wajah ku bisa semenggerikan ini!?"


"Tenang dulu tuan"


"Dokter! Saya mau ditindak sekarang juga! Aku gak mau melihat wajah ku yang seperti ini dokter"


"Iya iya saya tau! Mohon tuan sabar dulu" ujar dokter menenangkan Bonito


"Bagaimana aku bisa sabar kalau aku melihat paras ku seperti ini di cermin dokter, aku minta di operasi sekarang juga!!" tegas Bonito


"Saya harus ajukan pertanyaan dulu pada Anda"


"Oke baiklah, tanyakan apa saja padaku akan kh jawab! Yang penting aku bisa di operasi"

__ADS_1


"Apa tuan sudah merasa baikan sekarang?"


"Ya aku sudah baikan, aku sudah pulih"


Dokter pun membisikkan sesuatu pada Suster


"Apa ada apa?" tanya Bonito yang penasaran melihat tingkah aneh Dokter dan Suster


"Gak ada apa-apa, saya cuman minta Suster untuk membawa obat-obatan ke sini, saya sarankan agar tuan beristirahat saja dulu, kalau tidak luka bakar tuan bisa terbuka kembali, silahkan tuan!"


"Iya, baiklah dok!" Bonito kembali dan duduk di atas tempat tidurnya


Dokter pun mengambil sebuah obat untuk disuntikkan kepada bonito. Bonito melihat gelagat dokter dengan agak aneh, Dokter itu terus memperhatikannya dengan yang tidak biasa


"Dokter dok, tadi Suster keluar ngapain ya?" tanya Bonito yang mulai panik


"Saya cuman suruh dia untuk membawakan obat-obatan, tuan tenang saja dulu! Lebih baik tuan memikirkan kesehatan tuan dulu"


"Gak mungkin gak ada apa-apa? Dari gerak geriknya sangat mencurigakan, mending aku kabur aja sekarang!" Pikir Bonito dalam benaknya. Saat Bonito mau lari ke depan pintu, tiba-tiba pak polisi datang dan mencegatnya untuk kabur


"Tuan bonito, mau kemana Anda!?" tanya pak polisi


"Ini apa apaan ini, kenapa ada polisi disini, apakah dokter menipuku?" tanya Bonito


"Tidak ada apa-apa. Polisi-polisi ini hanya ingin meminta keterangan dari Anda kok!" jawab dokter


"Apa Anda sudah lupa, apa yang anda lakukan ke tuan Andres Aldafo sebelum kecelakaan, Anda harus kooperatif tuan" sahut pak polisi


"Aku tidak ngelakuin apa-apa pak, aku ini korban!" tegas Bonito


"Anda tidak usah takut, tolong Anda jelaskan apa yang semestinya Anda jelaskan! Itu saja"


"Tidak perlu aku jelasin apa-apa disini, aku korban pak! Aku gak ngelakuin apa-apa dan aku gak salah, aku sama sekali gak bersalah"


"Kami tidak bisa percaya begitu saja dengan omongan Anda tanpa bukti yang kuat. Sekarang juga Anda harus ikut kami ke kantor. Bawa dia!" ujar pak polisi


Bonito langsung mendorong polisi-polisi itu dan kabur dari sana. "Kejar dia, jangan biarkan dia lolos!"


Bonito pergi lari dari rumah sakit dan mencari sebuah taksi.


"Taksi-taksi!!" panggil Bonito. Bonito segera masuk kedalam taksi tersebut


"Mau diantar kemana tuan!"


"Jalan saja dulu!" Ujar Bonito sambil ngos-ngosan. Mereka pun pergi dari sana, di sepanjang jalan polisi memenuhi jalanan dimana-mana. "Sialan! Polisi ada dimana-mana lagi, aku harus pergi keluar negeri" gumam Bonito


.........


Dikampus

__ADS_1


Tak tahu sampai kapan jalan yang ku tempuh ini sampai di ujung. Lelah... Aku merasa lelah dengan jalan yang aku tapaki. Mungkin memang harus ku kemudikan dengan baik agar sampai di tujuan sesuai keinginan. Tapi, bisa kah diriku? Bisakah kemudi itu berkolaborasi dengan pikiranku ini? Ataukah kemudi itu yang bisa membawa ku ke jalan yang benar? Tuhan... Ada kah seseorang yang Kau siapkan untuk ku, untuk bersama menopang beban yang ku pikul ini, agar mau ku bagi kesedihan ku, mau ku bagi derita ku


"Baltasar!?" seseorang memanggilnya dari belakang. Baltasar pun menoleh ke belakang "Paula? Kenapa?"


"Tidak ada! Cuman kangen kamu saja"


"Jangan ganggu aku, pergi sama teman-temanmu sana"


"Kok kamu gitu sih! Kau dipanggil keruangan akademik?"


"Kenapa, ada apa?"


"Entahlah. Mau aku temenin?"


"Tidak usah. Aku tau tempatnya dimana! Aku segera kesana"


"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Paula dengan penasaran


"Aku tidak ingin membahas itu!"


"Oke baiklah sampai ketemu dikelas"


Baltasar pun segera menuju kesana, disana ketua akademik sudah menunggu kedatangannya


Tok tok tok. "Selamat pagi pak!"


"Pagi, silahkan masuk. Silahkan duduk!"


"Baik terimakasih pak"


"Aku lihat nilai akademikmu akhir akhir ini sedikit menurun tapi tidak buruk. Apa ada masalah?"


"Tidak ada pak, mungkin karena aku sedikit kelelahan saja"


"Tidak masuk akal, sangat berbeda jauh dengan prinsipmu. Aku dengar kau punya masalah di kampus sehingga menyebabkan laboratorium itu terbakar"


"Itu kecelakaan pak, saya benar-benar tidak melakukan itu" jawab Baltasar dengan santai


"Kecelakaan? Salah satu mahasiswa University Of Valencia menjadi korban pembunuhan pada malam yang sama dan pembunuhnya juga salah satu mahasiswa University Of Valencia lainnya"


"Hmmmm"


"Bisakah kau jelaskan secara detail ceritanya, sebentar lagi polisi akan datang kesini."


"Bisa kita tunggu pihak polisinya datang, agar aku tidak mengulangi ceritanya dua kali." ujar Baltasar


"Baiklah"


...***...

__ADS_1


__ADS_2