Alstroemeria Of Almeria : Complicated Love

Alstroemeria Of Almeria : Complicated Love
Mengenang Masa Lalu


__ADS_3

Acara TV Canaria.


Seorang pria berinisial B berusaha melakukan aksi pembunuhan lagi di sebuah apartemen seorang pria berinisial AB. Tim Mossos d'Esquadra Valencia berhasil masuk dan menggagalkan aksi tersebut. Pelaku B telah menjadi buron selama 2 Minggu atas kasus pembunuhan sebelumnya.


Ketua Mossos d'Esquadra Valencia mengatakan, pelaku kabur ke sejumlah wilayah, seminggu setelah mengetahui korban meninggal dunia. Pelaku sempat kabur ke kota Albors. Tersangka mengincar seorang korban baru yang berinisial AB di apartemennya dan aksi pembunuhan dilakukan sekitar jam 03.04 am. Alhasil korban berhasil diselamatkan oleh pihak polisi yang segera datang setelah mendapat telpon dari seorang wanita yang mendengar kegaduhan dari apartemen AB. Tetapi sayangnya pelaku B kabur ke balkon apartemen dan melakukan bunuh diri sebelum pihak polisi berhasil menangkapnya. Dari deretan kasus ini belum ditemukan motif apa tujuan pembunuhan tersebut. Dan korban AB untuk sementara waktu diamankan di kantor polisi untuk dimintai keterangan.


"Apa? Itu kan Baltasar. Aku akan coba menghubunginya"


Kringggggh kringgggg kringgggg suara handphone berdering di atas meja. ada 52 panggilan tak terjawab dalam sehari yang masuk. For Alessandro, Alexa, Paula, Gabrio, dll.


.........


Dikantor polisi


Baltasar dihujani pertanyaan demi pertanyaan. Apa? Kenapa, Bagaimana Mengapa, Dimana dan kapan. Pertanyaan demi pertanyaan yang diajukan, Baltasar berusaha menjawabnya untuk membantu pihak polisi dalam menemukan motif pelaku yang sebenarnya.


Peristiwa duka telah membuatku tak berdaya, kesedihan ini menguras seluruh air mata, aku sedang mengalami trauma. Mata sudah tak sanggup melihat indahnya alam, mulut tak lagi dapat merasakan nikmatnya makanan, kulit tak lagi merasakan sejuknya angin di pelabuhan.


Hidup ku tidak lagi berguna, karena mereka semua telah tiada, aku ingin menyusul mereka ke surga, karena disini pun aku juga menderita. Dengan tubuh tak berdaya, kondisi keadaan terpaksa, aku harus terus di tenda karena aku sudah buta arah kemana hendak melangkah.


Aku trauma, tetapi aku tidak mau dipandang lemah, aku tetap harus terlihat perkasa, agar tidak terlihat sengsara.


Mimpi ku selalu tentang darah


Mimpi ku selalu tentang penyelasan


Mimpi ku selalu tentangmu teman, Aldafo!!


"Selamat pagi pak?" sapa tuan Yeldirin kepada pihak polisi yang bertugas


"Tuan Yeldirin, ada yang bisa kami bantu?" tanya salah satu dari mereka


"Dimana Baltasar. Aku ingin bicara dengannya, apa kalian sudah selesai?"


"Ya, dia ada didalam, masuklah!!"


Pak Polisi itu mengantarkan tuan Yeldirin untuk bertemu dengan Baltasar yang terdiam membisu setelah memberikan semua keterangan pada pihak kepolisian


"Baiklah, tinggalkan kami, aku ingin bicara berdua dengannya!" tuan Yeldirin datang menghampiri Baltasar


"Baltasar!!" panggilnya, dengan tatapan yang kosong Baltasar tidak menggubris kedatangan tuan Yeldirin sama sekali "Apa kamu baik-baik saja?"


Baltasar hanya terdiam, "Baltasar tolong dengarkan aku, aku minta kamu untuk sementara tinggal lah denganku. Untuk sekarang diluar tidak aman untukmu" ujar tuan Yeldirin sambil memegang erat pundak Baltasar


"Aku baik-baik saja!!" jawab Baltasar menepis tangan tuan Yeldirin


"Kalau begitu, tinggal bersama Alessandro dikediaman Alonzo"

__ADS_1


"Apa kau mengasihani aku?" tanya Baltasar dengan cetus


"Tidak!! Jangan tersinggung. Aku ingin memberi tahu sahabatmu Alessandro sakit beberapa hari ini. Dia semakin melemah, dia tidak punya harapan lagi. Bahkan dia tidak mau untuk sembuh."


"Semuanya merasakan itu tuan, kami kehilangan dia. Kami kehilangan kebahagiaan kami, jika aku bisa? Aku akan menyusul dia kesana"


"Kamu tidak boleh berkata seperti itu nak, hidup memaksakan kita untuk terus berjalan, baik dengan ada atau tanpanya. Hidup bukan hanya tentang Aldafo saja. Dia pergi bukan berarti kehidupan berhenti. Dulu aku dengan Alonzo melewati jalan yang sama seperti kalian, kami saling membahu satu sama lainnya.


Aku dulunya bukan siapa-siapa, anak kotor yang miskin setiap hari berjalan mencari tempat sampah untuk memungut sisa-sisa makanan untuk dia makan.


Sedangkan Alonzo dia punya segalanya, tapi kehidupan mulai berubah saat ayahnya pergi meninggalkan mereka, ibunya mulai sakit-sakitan dan akhirnya meninggal dan adik perempuannya, adik kesayangannya dijual oleh ayahnya untuk melunasi hutang judinya. Suatu saat kami bertemu dan menjadi sahabat, kami punya impian yang besar, rintangan selalu ada yang menghalangi impian kami tapi kami terus berjuang. Saat itu aku demam, aku terus memanggil nama ibuku. Alonzo pergi mencari uang untuk membawaku ke rumah sakit, aku mulai hilang harapan, aku berkata padanya jika aku mati, kau tetap harus terus mengejar impianmu. Saat aku tiada bukan berarti kehidupanmu telah berhenti, kau akan terus berjalan tanpaku" tuan Yeldirin menangis tersedu-sedu mengingat masa-masa kelamnya itu


Baltasar yang melihat tuan Yeldirin didepannya ikut terharu, seorang pengacara hebat kota Valencia memiliki kisah yang sangat menyedihkan. Baltasar pun memeluk tuan Yeldirin. "Maafkan aku!" ucap Baltasar


"Tidak apa-apa! Maukah kau ikut denganku, Alessandro membutuhkanmu"


"Aku akan datang untuknya, aku tidak ingin kehilangannya juga"


Mereka pun pergi dari sana dan segera menuju ke rumah sakit tempat Alessandro dirawat.


.........


Di kafe


Oliveira terlihat termenung dan melamun saat bekerja, pikirannya sangat kacau. Dia memikirkan keadaan kakaknya dirumah sakit.


"Oliveira!! Kamu niat bekerja atau bagaimana?"


"Dari tadi aku memanggilmu, antarkan pesanan ini ke meja nomor 27"


"Baik pak" Oliveira pun pergi mengantarkan pesanannya "Selamat menikmati tuan"


"Apa ini? Kami tidak memesan jus orange" sahut pelanggan itu


"Benarkah?"


"Oliveira!! Meja 27 bukan 20" teriak tukang pembuat minuman itu.


"Ouh maaf tuan!" ujar Oliveira pada pelanggan itu


Aleyshia pun datang menghampiri Oliveira "Kamu kenapa? Sini biar aku saja yang antarkan pesanannya." Aleyshia pun pergi mengantarkan pesana meja 27 setelah itu dia menghampiri Oliveira "Kamu kalau sakit minta izin saja."


"Aku tidak apa-apa!"


"Pulanglah Oliveira, biar aku yang bicara sama bos nanti"


"Sumpah aku tidak apa-apa" tegasnya

__ADS_1


"Oliveira!!!" teriak Aleyshia untuk tidak keras kepala


"Baiklah, aku akan pulang. Terimakasih" Oliveira segera melepaskan seragam kerjanya dan pergi dari sana segera menuju ke rumah sakit.


.........


Dirumah sakit


Emilia sedang menemani kakaknya yang belum sadarkan diri. Tiba-tiba tok tok tok tok Oliveira masuk "Kamu? Apa kamu tidak bekerja" tanya Emilia


"Aku izin hari ini, dimana yang lainnya?"


"Papa pergi Aluzoros, ibu dan kakek dilarang pergi kesini sama papa, jika pergi kita harus bergantian. Sekarang aku disini yang menjaga kakak"


"Kenapa begitu?"


"Papa tidak mau kalau kita ikutan sakit secara bersamaan, jadi kita harus bergantian"


"Bagaimana keadaannya?"


"Dokter belum memeriksa hari ini. Andai saja kau tidak memberikannya makanan sembarangan"


"Maksudmu apa Emilia?"


"Kamu tau jelas kan apa maksudku, kau membuat kakak lebih parah."


"Kau sama saja seperti ibu, aku ini ingin berniat baik. Kenapa kalian terus menyalahkanku"


"Lihat niat baikmu!" tunjuk Emilia pada Alessandro


"Ya emang aku melakukan itu, aku mau dia mati sekalian" teriak Oliveira


"Oliveira!!" teriak Emilia


Tiba-tiba tuan Yeldirin dan Baltasar pun masuk "Ada apa ini anak-anak!?"


"Tuan Yeldirin!" sahut mereka dengan kaget


"Kalian bertengkar didepan kakak kalian yang sedang sakit. Dimana pikiran kalian hah?"


Tiba-tiba pandangan Emilia beralih ke Baltasar yang berdiri dibelakang tuan Yeldirin "Baltasar kau masih hidup?"


"Sayangnya iya, maaf tidak sesuai dengan harapanmu. Bisa tinggalkan aku sendirian bersama Alessandro" ujar Baltasar


"Ayo anak-anak kita keluar" ajak tuan Yeldirin


Mereka pun keluar meninggalkan Baltasar bersama Alessandro.

__ADS_1


"Anak-anak, paman harus pamit dulu. Ada pekerjaan yang harus diselesaikan! Jangan sampai saya mendengar kalian bertengkar seperti tadi" tuan Yeldirin bergegas pergi dari sana.


...***...


__ADS_2