
Tuan Alonzo mendapat telepon dari ayahnya yang sedang berada di kantor polisi. Ayahnya mengatakan bahwa ia akan pulang larut malam dan meminta Alonzo untuk menjemputnya di kantor polisi. Karena khawatir dengan ayahnya, Ia pun segera bergegas untuk menjemput ayahnya Ia melaju dengan cepat menuju kantor polisi.
Sesampainya di kantor polisi, Alonzo melihat ayahnya sedang berbicara dengan beberapa orang di ruangan tersebut. Ia pun melambaikan tangannya untuk menyapa ayahnya dan menunjukkan bahwa ia sudah tiba. Ayahnya pun tersenyum dan segera menyapa Alonzo. Ia pun memeluk Alonzo, "Apakah ayahku sudah bisa pergi?" tanya tuan Alonzo pada polisi disana, polisi itu merespon dengan mengganggukan kepalanya "Kenapa ayah disini, apa yang terjadi?"
"Bachtiar nak! Bachtiar"
"Kenapa dengan Bachtiar ayah!?"
"Kami menemukan bom di mobil kalian dan menyebabkan ledakan yang sangat parah. Kami belum tahu siapa yang bertanggung jawab atas kasus ini, tapi kami masih melakukan penyelidikan." sahut pak polisi
"Apa? Bagaimana ini bisa terjadi dan sekarang apa yang harus kami lakukan sekarang?"
"Sebaiknya Anda berhati-hati. Kami akan mengirimkan tim kami untuk membantu Anda mencari tahu siapa yang melakukannya. Sementara itu, Anda harus tetap berhati-hati dan waspada."
"Saya tidak mengerti pak, Bachtiar!? Bom!? Apa hubungannya"
"Jangan keraskan suaramu disini nak" sahut ayahnya sambil menangis "Aku meminta Bachtiar untuk mengantarkanku ke sebuah cafe, aku ingin menjumpai Yafet teman lamaku. Sesampainya disana kami mengobrol sejenak, Bachtiar tidak ikut dia menungguku di mobil. Tiba-tiba suara ledakan terdengar, kami segera mencari sumbernya dan ternyata suara itu berasal dari mobil kita, Bachtiar meninggal dalam peristiwa naas itu. Tim polisi menginvestigasi bahwa ada seseorang yang telah memasang bom di mobil kita nak"
"Cerita macam apa? Bachtiar mana?" sanggah Alonzo yang tidak percaya
"Semua itu benar tuan, sepertinya seseorang menargetkan ayah Anda dalam insiden ini, syukurnya ayah Anda selamat. Keluarga Anda siapa tadi emmm Bachtiar sudah dibawa ke rumah sakit terdekat"
"Aku benar benar tidak percaya ini bisa terjadi" sambil memegang kepalanya "Pak! Apa ayah saya boleh pulang sekarang?"
"Tentu saja. Jika Anda informasi lebih lanjut tolong kabarin kami"
__ADS_1
"Itu pasti" jawab tuan Alonzo
Alonzo merasa sangat khawatir setelah insiden peledakan mobil yang mengincar nyawa ayahnya. Dia tahu bahwa bom yang meledak itu telah menewaskan supir mereka, dan dia sangat khawatir bahwa keluarganya dapat menjadi sasaran berikutnya.
Oleh karena itu, Alonzo memutuskan untuk menelepon semua anggota keluarganya untuk mengajak mereka kembali ke rumah. Dia mengatakan kepada mereka bahwa situasi di luar sangat berbahaya, dan dia ingin keluarganya berada di tempat yang aman.
Kemudian, Alonzo menyuruh keluarganya untuk melakukan perjalanan dengan kecepatan yang aman dan tidak mengambil risiko. Dia juga mengingatkan mereka untuk selalu berhati-hati dan waspada terhadap apa pun yang terjadi di sekitar mereka.
Setelah semua anggota keluarganya kembali ke rumah, Alonzo merasa lebih aman. Dia mengucapkan syukur karena keluarganya aman dan selamat. Dia juga bertekad untuk melindungi dan menjaga mereka dari segala bahaya yang mungkin mereka hadapi.
"Baiklah, maaf mengganggu kegiatan kalian semua. Aku ingin kalian semua kembali ke rumah karena ada hal yang buruk terjadi"
"Apa yang terjadi Pa?" tanya Alesso
"Apa!" teriak Dilara yang tidak percaya
"Aku khawatir akan keamanan kalian, jadi aku ingin kalian semua kembali ke rumah, dan tidak ada seorangpun yang boleh keluar dari rumah ini tanpa seizin ku. Peraturan ini berlaku untuk semua orang termasuk kamu Baltasar" tunjuk tuan Alonzo dengan tegas "Aku telah menempatkan seluruh penjaga di setiap sudut rumah jadi kalian tidak perlu khawatir" semua orang mengganggukan kepalanya "Anak-anak kalian bisa pergi ke kamar kalian masing-masing."
"Ayah, aku ingin tahu tentang insiden peledakan mobil yang menewaskan Bachtiar. Apa yang terjadi, tolong ceritakan tentang insiden tersebut?" tanya Alonzo
"Seperti yang ayah katakan tadi. Ayah tidak tahu banyak tentang hal itu. Ayah hanya mendengar beberapa laporan tentang ledakan di area tersebut."
"Apakah ayah tahu siapa yang menyebabkan ledakan itu? Apakah ada bukti yang dapat memberi petunjuk tentang kejadian ini ayah?"
"Ayah tidak tahu nak siapa yang melakukannya. Namun, ayah mendengar bahwa polisi sedang melakukan penyelidikan. Ayah yakin mereka akan menemukan bukti yang dapat membantu mereka mengungkapkan siapa yang bertanggung jawab atas insiden ini."
__ADS_1
"Ku harap kali ini kau benar ayah, dan semua ini tidak ada hubungannya dengan perjudianmu. Ayah! Bachtiar telah menjadi korban ayah, keluarganya sangat berduka. Kita bertanggung jawab penuh terhadap Bachtiar, apa yang bisa aku jelaskan pada istri dan anaknya" ujar tuan Alonzo dan pergi meninggalkan mereka
Nyonya Dilara mendekat kepada ayah mertuanya itu dan bertanya dengan lembut "Ayah! Apa ayah yakin, ayah tidak menyembunyikan apapun dari kami?"
Tiba-tiba tuan Rafael menangis tersedu-sedu "Mereka yang melakukannya nak! Semua ini salahku"
"Siapa ayah?" tanya Nyonya Dilara penasaran
"Cruel Danger! Bos mafia Rusia. Dia menagih hutang padaku, setelah peledakan itu dia akan mengincar keluarga kita jika aku tidak melunasi hutang itu nak. Aku sangat takut nak, aku sangat takut"
"Ayah!!" teriak nyonya Dilara dengan kesal.
"Maafkan aku nak!" Ujar ayah nya tapi Dilara bergegas pergi meninggalkan ayahnya itu
Tuan Rafael merasa sangat menyesal atas insiden yang menyebabkan kehilangan nyawa supirnya itu. Dia merasa tidak mampu melakukan apa pun untuk mengubah semua kesalahannya. Dia ingat bagaimana supirnya selalu mengabdi kepada keluarga nya dan membantu keluarganya melalui masa-masa sulit.
Selama bertahun-tahun Bachtiar telah menjadi orang yang berguna bagi keluarganya, terutama putranya. Dia tahu dia tidak bisa menggantikan perannya, bahkan ia tidak bisa menjadi ayah yang berguna bagi putranya Alonzo.
Kesedihan dan penyesalannya tak terhingga. Dia berharap bisa menyelamatkan hidup Bachtiar dan membalas jasa-jasanya. Dia bahkan berpikir jika ia bisa, ia akan mengganti hidup Bachtiar.
Sayangnya, itu tidak mungkin terjadi, dan sekarang ia hanya bisa menghabiskan waktu mengenang dan menyesali peristiwa itu. Dia berharap bahwa Bachtiar tahu bagaimana ia menghargai jasa-jasanya dan dia juga berharap bahwa ia bisa menjadi ayah yang berguna bagi anaknya.
Tapi, di balik semua itu, ia tahu bahwa tidak ada yang bisa dilakukan untuk menggantikan kehilangan yang ia alami. Dia hanya bisa berdoa semoga Bachtiar mendapatkan tempat yang lebih baik di sisi Tuhan.
...***...
__ADS_1