Alstroemeria Of Almeria : Complicated Love

Alstroemeria Of Almeria : Complicated Love
Investigasi


__ADS_3

Suasana pemakaman Bachtiar yang tewas karena insiden peledakan mobil sangat suram. Pemakaman itu dipenuhi oleh kerabat dan sahabatnya yang berduka, mereka mengenang dan menangis mendengar kabar kematian salah satu keluarga mereka. Tidak ada yang bisa mengerti mengapa tragedi ini terjadi. Mereka berduka atas kehilangan sosok yang sangat disayangi.


Bachtiar telah menyampaikan banyak harapan, cinta, dan pelayanan yang tulus kepada keluarga Consuella. Mereka sangat merasa kehilangan sosok itu. Seakan-akan hari ini adalah hari pemakaman yang paling suram dalam hidup mereka.


Kerabat dan sahabat Bachtiar berbaris di sepanjang jalan menuju pemakaman. Mereka berjalan dengan perlahan, dengan waktu yang berjalan cepat mereka mengingat saat-saat bersama Bachtiar. Mereka berdoa dan mengirim doa untuk Bachtiar.


Kerumunan itu diam ketika mereka tiba di pemakaman. Mereka berdiri di sekeliling kuburan, mengirimkan doa dan harapan untuk Bachtiar. Mereka menangis, dan mengucapkan selamat tinggal. Suasana pemakaman sangat suram, tetapi juga menyentuh. Mereka menyadari bahwa mereka telah kehilangan sosok yang sangat disayangi. Istrinya menjadi janda dan kedua anaknya menjadi yatim, mereka menangis tersedu-sedu karena kehilangan sosok yang sangat dicintai. Melihat pemandangan itu tuan Alonzo selaku majikan dari Bachtiar menghampiri anak dan istrinya "Hallo buk, kami sekeluarga juga sangat berduka atas insiden ini. Kami punya sesuatu untuk keluarga Anda. Kami ingin memberikan jaminan finansial untuk keluarga Anda dengan mengingat Bachtiar sangat berjasa bagi keluarga saya, saya juga tidak ingin melihat keluarganya menderita"


"Terimakasih tuan tapi kami tidak membutuhkan apapun, kami hanya ingin pelakunya segera tertangkap"


"Aku berjanji pada kalian, kami akan menemukan pelaku dan akan memastikannya agar mendapatkan hukuman yang setimpal akan tetapi saya mohon jangan menolak pemberian kami."


"Terima kasih banyak atas segalanya . Bagaimana saya bisa memastikan bahwa jaminan finansial ini akan menjadi kenyamanan bagi keluarga kami tuan?"


"Saya akan membuat komitmen untuk memberikan Anda jaminan keuangan yang konsisten dan stabil. Ini akan memberikan Anda keamanan finansial dan rasa aman dalam menjalani hidup kalian."


"Terima kasih banyak atas jaminan finansial yang Anda berikan. Saya sangat berterimakasih untuk semuanya."


.........


Seusai pulang dari pemakaman nyonya Dilara menelpon Amira untuk meminta bantuannya agar meminta pinjaman ke bank sebanyak 100.000 Euro


"Ada apa Dilara? Aku sedang berkerja sekarang" tanya nona Amira


"Maaf jika aku mengganggumu Amira, aku hanya ingin meminta bantuanmu"


"Bantuan seperti apa?"


"Tolong kamu pergi ke bank dan pinjamkan uang sebanyak 100.000 Euro atas namaku!"


"Emangnya bisa begitu? Jika menggunakan namamu maka kau yang harus datang secara pribadi"


"Masalahnya Alonzo tidak mengizinkanku keluar rumah, dia sangat mengkhawatirkan kami. Kau tau kan pelaku kasus bom itu belum tertangkap"


"Aku turut sedih mendengar berita itu Dilara. Maaf aku tidak sempat berkunjung ke rumahmu, lagi pula yang meninggal itu hanya supirmu kan!?"


"Jangan bicara begitu Amira, dia sudah sangat lama bekerja ditempat kami"


"Ya ya ya, kau menganggap mereka sebagai keluargamu juga aku tahu itu. Tapi maaf bagiku mereka tetaplah pelayan"


"Uffff" Nyonya Dilara menyelakan nafasnya "Baiklah! Itu terserahmu, apa bisa kau membantuku?" tanyanya lagi


"Tidak masalah, akan aku pinjam uang itu atas namaku"


"Baiklah Amira, tahun depan proyek kami akan selesai dan aku akan membayar uang itu"


"Tidak usah terburu-buru, santai saja"


Tiba-tiba nyonya Dilara melihat suaminya datang menghampirinya "Alonzo datang aku matikan telponnya dulu"


"Oke bye"

__ADS_1


.........


4 hari kemudian


Kepolisian datang ke rumah kediaman Consuella untuk mendapatkan informasi tentang peledakan mobil mereka itu.


"Selamat siang tuan, Nyonya!"


"Siang! Silahkan masuk Pak"


Mereka pun masuk dan dipersilahkan duduk, tak lama kemudian tuan Alonzo juga datang.


"Bagaimana perkembangannya pak."


"Di TKP kami tidak mendapatkan benang merah, tapi kami sudah mengidentifikasi jenis bom/peledak tersebut. Bom itu merupakan jenis Initiator, tipe bom tersebut kurang lebih hampir sama dengan C4 explosive yang biasanya di aktifkan dengan remote control. Kami datang ke sini ingin bertanya, insiden ini benar-benar mengejutkan seluruh kota Valencia, apa yakin tidak ada yang kalian curigai, logikanya tidak mungkin seseorang bisa melakukan tindakan seperti ini jika tidak ada masalah yang besar antara kalian dan mereka." jelas pak Inspektur


"Aku benar-benar tidak tau siapa pelakunya, ayahku juga sudah tua, apa yang diinginkan mereka darinya?"


Tiba-tiba Dilara menyela "Ambros!" ucapnya dengan nada rendah


"Apa maksudmu Dilara!?" tanya suaminya dengan tegas


"Ya! Ambros pak" ucap nyonya Dilara kepada pak inspektur


"Ambros! Jangan bercanda Dilara. Ini tuduhan yang serius" sahut suaminya


"Sekitar enam hari yang lalu, Ambros datang kesini Alonzo. Dia mengancamku, dia bilang dia akan menghabisi keluarga kita, jika aku tidak berhasil membujukmu untuk mempekerjakan dia lagi di perusahaan kita." jelas nyonya Dilara dengan nada tertekan


"Apa!?" tuan Alonzo terlihat kaget mendengar pernyataan istrinya itu


"Pak! Apa bisa kita menyelidiki ini lebih lanjut" saran tuan Alonzo


"Tentu saja, motif yang dikatakan nyonya Dilara sangat masuk akal. Kami akan menyelidiki kasus ini lebih lanjut."


"Terimakasih pak!"


"Kalau begitu, kami izin pamit"


"Baik pak." Polisi pun pamit dari kediaman Consuella


"Dilara, kenapa kau tidak menceritakan padaku soal ini sejak awal."


"Aku takut Alonzo, kau tau kan dia pria gila. Aku tidak ingin keluarga kita kenapa-napa itulah sebabnya aku ingin kau memperkerjakan dia lagi di perusahaan kita"


"Tidak, pria seperti itu harusnya sudah dipenjara. Aku tidak melaporkannya ke polisi karena telah melakukan korupsi di Perusahaanku tapi kali ini dia tidak akan bebas."


Nyonya Dilara mencurigai tuan Ambros sebagai pelakunya karena dia pernah mengancamnya dan menduga motif tuan Ambros melakukan semua ini karena sakit hati di pecat oleh suaminya dari perusahaan mereka. Tim kepolisian menampung semua informasi dari keluarga Consuella dan mereka segera mematai-matai semua kegiatan tuan Ambros dengan cermat


.........


Kediaman Consuella

__ADS_1


Baltasar pergi menemui tuan Alonzo di ruang kerjanya untuk meminta izin dia akan keluar besok untuk mengerjakan tugas kelompok bersama teman-teman sekalian dia ingin mengajak Alessandro untuk keluar tetapi tuan Alonzo tidak mengizinkannya


Tok tok tok tok tok "Siapa?"


"Aku paman! Baltasar"


"Baltasar, silahkan masuk, duduk disini. Ada apa?"


"Besok aku ingin mengerjakan tugas kelompok dengan teman-teman di cafe...


Saya juga ingin mengajak Alesso agar dia tidak merasa bosan."


"Bagaimana ya, kamu tau kan apa yang telah terjadi!"


"Oleh karena itu saya datang untuk meminta izinmu paman."


"Baltasar, aku sangat khawatir pada kalian. Maaf aku tidak bisa mengizinkan kalian pergi"


"Baiklah kalau begitu paman" jawab Baltasar dan bergegas pergi dari sana dengan wajah yang murung


"Tapi! Kalian bisa mengerjakan tugas itu di aluzuros kan. Kalian bisa gunakan ruang rapat saya untuk mengerjakan tugas" tambah tuan Alonzo


"Benarkah, apa boleh aku mengajak teman-temanku kesana?"


"Tentu saja"


"Terimakasih paman" seketika wajah Baltasar menjadi ceria lagi


"Besok pagi, kamu dan Alesso pergi barengan dengan saya" Baltasar pun pamit dari ruangan kerja itu. Seketika dia menoleh kebelakang dengan spontan, Baltasar melihat tuan Alonzo yang kewalahan mengerjakan tugas kantornya, apa lagi pening karena memikirkan insiden peledakan mobil itu.


Baltasar berbalik arah dan menghampiri tuan Alonzo lagi "Paman!" panggil Baltasar


"Iya, ada sesuatu lagi yang ingin kamu bicarakan?" tanya tuan Alonzo


"Apa ada pekerjaan untuk saya?"


"Pekerjaan?" tuan Alonzo keheranan dengan pertanyaan Baltasar


"Aku melihat paman kewalahan seharian mengurus kantor dan juga mencari pelaku peledakan mobil itu. Aku hanya ingin membantu"


"Tidak! Tidak, aku baik-baik saja nak. Kau temani Alessandro saja."


"Aku mohon paman, biarkan aku membantumu. Aku merasa tidak nyaman jika aku numpang hanya sebagai parasit di rumah ini."


"Apa kau merasa seperti itu!"


"Tentu saja. Aku tinggal disini bukan untuk menjaga Alessandro, aku melakukan semua ini karena persahabatan kami. Jadi berikan pekerjaan untukku biar aku tidak merasa seperti parasit di rumah ini."


Tuan Alonzo memberikan salah satu dokumen perusahaannya pada Baltasar "Baiklah, coba lihat dokumen ini. Disini ada sekitar 27 perusahaan yang berkerja sama dengan aluzuros. Semua data pesanan bahan baku dan pengiriman produk tercantum di bagian sini. Saya mau kamu menghitung tingkat pemesanan dan pengiriman terendah dan juga tertinggi selama dua tahun terakhir."


"Baiklah paman, akan saya lakukan sebaik mungkin."

__ADS_1


"Selamat bekerja..!!" ujar tuan Alonzo menyemangati Baltasar. Baltasar tersenyum dan bergegas pergi dari sana. Baltasar segera mengirimkan pesan kepada Paula untuk bertemu dengannya di perusahaan Aluzuros untuk bisa menyelesaikan proyek kuliahnya itu. Sambil berjalan menuju ke kamarnya, Baltasar membuka dokumen itu dan mulai membaca untuk memahami dokumen itu dengan detail


...***...


__ADS_2