
Malam yang sibuk bagi Baltasar, dia harus mempelajari detail visi misi perusahaan Verdarero Ecantio dan konsep periklanan produk yang di kehendaki oleh mereka. Tiap-tiap dan lembaran demi lembaran dia buka.
"Perusahaan ini memproduksi produk kecantikan, Kecantikan selain dari modelnya, biasanya pelanggan juga memperhatikan efek samping dari berbagai produk kecantikan. Oke, mungkin sedikit perubahan tidak membuat tuan Alonzo marah, aku akan mencobanya." Jam di dinding sudah berjalan selama 5 jam, dan jarum telah menunjukkan angka 06.42 pm. Beltasar masih mempelajari dokumen-dokumen itu.
"Ini dokumen terakhir, mungkin bisa aku pelajari sambil dalam perjalanan, aku akan mandi terlebih dahulu, biar tidak terlambat nantinya" Walaupun sedikit pusing karena bergadang semalaman, Baltasar tetap berusaha untuk semangat. Ini adalah hari pertama dia presentasi untuk perusahaan Aluzuros mewakili tuan Alonzo dan juga nyonya Dilara yang mempercayai kemampuannya.
Beberapa kali Baltasar mencoba untuk membuka matanya dalam genangan air agar membuat matanya tetap kelihatan segar dan tidak mengantuk. Selesai mandi Baltasar melihat arloji di atas kasur sudah menujukkan jam 07.45 pm, ia segera mengganti pakaiannya kemudian dia mempersiapkan file dan juga laptop kedalam tasnya, kemudian dengan langkah yang cepat dia keluar dari kamarnya menuju ke pintu depan "Baltasar!" panggil tuan Alonzo yang melihat Baltasar sudah rapi dengan terburu-buru
"Ya paman!"
"Sarapan dulu sini" ajaknya
"Tapi paman!"
"Sarapan dulu!" paksa tuan Alonzo, Baltasar pun tidak berdebat lagi. Dia segera menuju ke meja makan, disana dia hanya melihat Alessandro, kakek Rafael dan juga nyonya Dilara
"Alesso? Oliveira dan Emilia kemana?" tanyanya sambil menarik kursi dan duduk
"Mereka bawa bekal dan sudah berangkat ke kampus dan juga ke sekolahnya" jawab Alesso
"Ouh aku kesiangan ya?"
"Gak! Meetingnya jam 09.25 pm" sahut tuan Alonzo
Mendengar kata meeting nyonya Dilara jadi penasaran "Meeting?" tanyanya pada suaminya itu
"Iya Dilara.!! Klien dari perusahaan Verdarero Ecantio memberikan proyeknya pada kita untuk pengiklanan produk mereka. Ini iklan pertama kita sekarang setelah beberapa tahun tidak ada yang menawarkan pada kita"
"Kenapa bukan kamu saja, mereka pasti akan kecewa jika proyek mereka bukan pimpinan dari Aluzuros sendiri yang bertindak" sahut nyonya Dilara
"Aku harus ke sekolah Oliveira, Dilara. Dan aku yakin Baltasar akan memenangkan tender ini!"
"Iya tapi ini kan penawaran pertama untuk perusahaan kita. Seharusnya kamu sendiri yang menanganinya, aku tau perusahaan Aluzuros merosot di bidang jasa periklanan semenjak ayahku tiada. Tetapi kita kan bisa memulainya kembali dari nol dan meningkatkan kepercayaan mereka lagi kepada Aluzuros"
Melihat ibu dan papanya berdebat Alessandro hanya terduduk diam sambil menyantapi makanan dengan suasana yang kurang nyaman
"Dilara! Aku harus menghadiri acara kelulusan Oliveira, anakku lebih penting daripada apapun. Dan kamu tau perusahaan Verdarero Ecantio menawarkan proyek ini pada kita itu pun karena bantuan Yeldirin. Selama ini Aluzuros hanya bergerak di bisnis restoran. Dulu kau juga tidak sanggupkan melanjutkan bisnis ayahmu, kau malah mempercayai Ambros sebagai mitramu dan aku kagum pada akhirnya, kau jadi saksi untuknya hari ini"
"Kau memang hebat dalam soal menyindir ya Alonzo! Semua terserah padamu sekarang"
"Jujur ya Dilara! Aku lebih mempercayai bocah ini dari pada Ambros" ujar suaminya itu sambil menunjuk ke Baltasar
Mendengar ucapan tuan Alonzo, Baltasar sangat terharu dengan kepercayaan yang diberikan padanya.
"Tapi Baltasar tidak berpengalaman dalam bidang ini"
"Kau bisa mengajarinya kan. Ya setidaknya kau bisa kasih trik dan tips untuk Baltasar."
"Iya iya, Baltasar! Sebelum berangkat kita bahas soal proyek ini di ruang tamu nanti sebentar ya"
__ADS_1
"Iya baik tante!" sahut Baltasar dengan sedikit gugup
"Sudah-sudah! Jangan bicara soal kerjaan di meja makan" sahut kakek Rafael yang risih mendengar perdebatan mereka.
"Semoga kamu berhasil Baltasar" ujar nyonya Dilara menyemangati Baltasar, walaupun dengan tatapan mata yang kurang keyakinan akan keberhasilan Baltasar
"Terimakasih doanya tante. Saya akan berusaha yang terbaik" jawab Baltasar
"Mari kita sarapan dulu!" titah tuan Alonzo
.........
Selesai sarapan nyonya Dilara dan Baltasar menuju ke ruang tamu untuk melihat sekilas tentang konsep yang ditawarkan Baltasar untuk perusahaan Verdarero Ecantio
Dalam dunia bisnis jasa periklanan produk, Nyonya Dilara telah menjadi salah satu pengajar terbaik di komunitasnya. Dengan ilmu dan pengalamannya sebagai seorang pelaku bisnis jasa periklanan produk yang ia dapatkan dari ayahnya, ia mencoba mengajarkan trik dan tips pada Baltasar.
Nyonya Dilara membimbing Baltasar dengan konsep dasar, membantunya untuk memahami pasar, mengembangkan strategi, dan membuat iklan yang efektif.
Nyonya Dilara juga telah memberikan banyak contoh tentang bagaimana meraih kesuksesan dalam bisnis ini. Ia mengajarkan kepada Baltasar untuk menekankan pada pemasaran yang tepat dan menciptakan citra yang tepat untuk produk. Ia juga mengajarkan Baltasar bagaimana mengembangkan ide-ide kreatif untuk kampanye iklan dan bagaimana menyampaikan pesan yang tepat dan menarik.
Nyonya Dilara juga telah menyarankan Baltasar untuk mengembangkan jaringan kontak yang meluas dan mencari peluang baru. Ia juga membimbing Baltasar untuk menggunakan teknologi dan media sosial untuk mendapatkan pengikut yang lebih luas.
Sebelum nyonya Dilara pergi dia mengingatkan kembali Baltasar "Oh ya Balt, jangan lupa dan selalu camkan ini dalam pikiran mu, kunci untuk bernegosiasi adalah seberapa matang persiapan mu sebelum mulai duduk di meja nego. Ketahui keinginan lawanmu dan terus desak dia menggunakan faktor itu. Ucap nyonya Dilara sambil pergi meninggalkan Baltasar
" Baik, aku akan mengingat nya!" Ucap Baltasar yang kagum sama kata-katanya nyonya Dilara
.........
Saat Baltasar masuk, Della yang merupakan sekertaris tuan Alonzo bergegas menghampirinya
"Pak Baltasar?"
"Ahh iya.., jangan pak. panggil Baltasar saja, saya kan masih belum setua itu." jawabnya
"Iyaaa. Tetapi dalam kantor saya harus memanggil pak, kalau diluar boleh saja saya panggil Baltasar"
"Tapi....!"
"Baiklah, Tn. Baltasar gimana?"
"Lumayan nyaman kedengarannya..."
"Ayo kita keruangan meeting, beberapa klien dari perusahaan Verdarero Ecantio sudah datang!"
"Jadi aku terlambat ya!"
"Tidak, kami juga lagi menunggu pimpinan mereka, mungkin sekitar 20 menit lagi sampai" Baltasar pun masuk ke ruangan meeting itu
Della segera menjulurkan tangannya untuk bersalaman dengan klien itu kemudian diikuti oleh Baltasar "Perkenalkan pak! Ini Tn. Baltasar dia yang akan mempresentasikan konsep periklanan produk kosmetik perusahaan Verdarero Ecantio"
__ADS_1
"Siapa dia? Kenapa tidak tuan Alonzo sendiri yang datang. Apa ini menunjukkan bahwa proyek kami ini tidak terlalu penting baginya" sahut mereka dengan nada menyindir
"Maaf pak, jika saya memotong pembicaraan kalian. Tuan Alonzo mengganggap proyek ini sangatlah penting baginya, oleh sebab itu proyek ini di percayakan kepada saya"
"Tetapi Anda terlihat masih muda dan kurang berpengalaman dalam bisnis!"
"Terlalu cepat bagi tuan-tuan sekalian menyimpulkan tentang saya"
"Saya kepingin tahu kemana tuan Alonzo, sehingga dia tidak bisa datang kemari"
"Hari ini ada acara kelulusan sekolah putranya, oleh karena itu dia tidak bisa hadir di tengah-tengah kita" sahut Della
"Kami sangat kecewa dengan tuan Alonzo, baru kali ini saya melihat dia tidak profesional! Seharusnya dia bisa mengantur waktunya"
"Baiklah. Sekarang dimana pimpinan Verdarero Ecantio?"
"Bapak Ramirez mungkin sedikit terlambat, maklumlah seorang pimpinan perusahaan!"
"Jadi kita lanjutin atau menunggu bapak Ramirez" tanya Baltasar sambil duduk di kursinya
"Lebih baik kita tunggu saja, tidak masalah kan?"
"Tidak jadi masalah kok" jawabannya
"Tn. Baltasar, mumpung bapak Ramirez belum datang saya hanya ingin sekedar mengingatkan, saya harap presentasi Aluzuros hari ini memuaskan sesuai dengan visi produk kami!"
"Itu memang basic kami dalam mengiklankan suatu produk"
"Saya bilang begini karena saya memiliki harapan besar terhadap Aluzuros, terus terang. Pak Ramirez sendiri sedang mempertimbangkan kerja sama dengan perusahaan Luzde Lámpara dan bagaimana pun juga, Luzde Lámpara jauh lebih punya nama dan segudang prestasi, sedangkan Aluzuros walaupun dulu sempat maju pesat pada era Tn. Salvadori.
Tapi kalau harus jujur sekarang Aluzuros jauh lebih junior, tapi mudah-mudahan saja, kalian bisa memenangkan pitching ini"
"Pak! Kalau menurut saya saat ini Aluzuros memang jauh dari Luzde Lámpara. Kalau bapak memperhatikan trik rekornya Luzde Lámpara emang lebih luas bahkan sampai ke luar negeri tapi saya yakinkan pada bapak. Produk bapak lebih cocok ada pada Aluzuros dari pada Luzde Lámpara, kenapa saya bisa bilang begitu!? Aluzuros punya polis yang lebih menguntungkan untuk klien-klien lokal. Bapak punya data kami kan? Disitu bapak bisa komper Aluzuros lebih murah tapi lebih cepat dan servisnya lebih memuaskan, bahkan paket kami lebih banyak pak dan untuk sekedar informasi buat bapak tahun ini, devisit Spanyol dipegang oleh Aluzuros, bukan Luzde Lámpara"
Melihat kegigihan Baltasar dalam mempertahankan kinerja Aluzuros, Della menjadi kagum. Seorang pria muda sudah memiliki bakat dalam persaingan dunia bisnis.
Tak lama kemudian bapak Ramirez selaku pimpinan Verdarero Ecantio tiba dengan tergesa-gesa. "Permisi, maaf saya terlambat!" ujarnya sambil bersalaman dengan semua orang yang ada diruangan itu
"Tidak apa-apa pak, kami juga baru mempersiapkan presentasinya" jawab Della
"Emmmm dimana tuan Alonzo?"
"Emmh maaf Pak! Saya yang akan mempresentasikan konsep periklanan produk bapak" sahut Baltasar
"Anda siapa?" tanya pak Ramirez
"Saya Baltasar, orang kepercayaan tuan Alonzo. Saya mewakili tuan Alonzo untuk presentasi hari ini! Bisa kita mulai pak. Kita sudah banyak kehabisan waktu" ujar Baltasar
"Tentu saja."
__ADS_1
Baltasar pun mulai mempresentasikan konsep yang dibuat perusahaan Aluzuros pada produk kosmetik Verdarero Ecantio, dia mencoba menggabungkan pemikiran nyonya Dilara dan konsep yang dia tawarkan menjadi suatu konsep yang sangat menarik. Karena semua bimbingan dan dukungan, Baltasar menjadi percaya diri dalam presentasi periklanan produk yang ditawarkan. Ia membuat pimpinan Verdarero Ecantio terpukau dengan presentasinya kali ini.
...***...