Alstroemeria Of Almeria : Complicated Love

Alstroemeria Of Almeria : Complicated Love
Berita Buruk


__ADS_3

Di kelas


Setelah Baltasar dipanggil keruang akademik dan di interogasi oleh pihak kepolisian, semua teman-teman nya menjadi penasaran dan ingin mencari tau tentang insiden yang terjadi di kampus mereka. Mereka mengerumuni Baltasar satu persatu "Baltasar apa yang terjadi?"


"Iya katakan!"


"Bukan apa-apa, tolong jangan ganggu aku" sahut Baltasar


"Bisa kamu ceritakan bagaimana kejadiannya, terus Bonito bagaimana?, apa dia sudah ditangkap?"


"Kalian bisa mendengar ucapanku tidak, tolong jangan ganggu aku dan jangan pernah sebut nama itu lagi di hadapan ku!!" tegasnya


"Oke-oke baiklah, sepertinya dia sedang tidak baik-baik saja"


Alexa yang melihat Baltasar akhir-akhir ini murung dan berdiam diri dari semua orang membuatnya merasa kasihan, dia pun datang menghampiri Baltasar dengan langkah yang kecil "Balt. Apa kau baik-baik saja?"


"Ya aku baik!"


"Aku tau kau sangat terpukul dengan kehilangan sabahatmu itu, tapi kau tidak boleh berlarut-larut dalam kesedihanmu itu"


"Alexa, maaf ya. Aku lagi pengen sendiri sekarang!"


"Ya baiklah tapi jika nanti kau butuh teman, kamu bisa kabarin aku"


"Terimakasih"


Alexa pun pergi ke kantin untuk makan siang, tiba-tiba ada seseorang yang menarik tangannya dan menyeretnya ke toilet. Cikrek suara pintu dikunci.


"Ada apa ini?" tanya Alexa


"Hei-hei cewek gak tau diri. Ngapain kamu sok-sok an cari perhatian di depan Baltasar, kau tau kan kalau Paula menyukai Baltasar" ujar temannya Paula


"Aku cuman mau menghiburnya supaya ceria kembali, ya sebagai teman apa salahnya"


"Wah wah wah sudah berani menjawab dia, ingat ya aku benar-benar tidak menyukai kalau kau mendekati Baltasar" ujar Paula


"Kalau misalnya aku tidak mau gimana?"


"Maka kau akan lihat akibatnya" ancamnya


"Minggir-minggir, aku mau pergi?" suruh Alexa


"Eh eh mau kemana" cegat teman-teman Paula.


Paula segera mengambil air dan menyiramkannya ke wajah Alexa. Alexa hanya diam menahan kemarahannya


"Hahahha...ayo kita pergi teman-teman."


.........


Jam 10.47 am


Kafe pun ditutup. Sebelum pulang mereka membersihkan dan membereskan Kafe terlebih dahulu. "Huff!! Akhirnya selesai juga"


Mereka pun segera bersiap-siap untuk pulang "Aleyshia!" panggil Oliveira


"Iya"


"Kau mau langsung pulang?"


Aleyshia menganggukkan kepalanya "He em"


"Kita cari makan dulu bagaimana? Aku tau kamu pasti kelaparan kan"


"Tidak usah. Ini udh larut!"


"Ayolah! Anggap saja sebagai tanda terima kasih ku"


"Terima kasih apa?"


"Kau telah menyelamatkan pekerjaanku, aku berhutang budi padamu. Ayolah jangan menolaknya!"


"Oke baiklah."


Mereka pun pergi mencari makanan dipinggiran jalan

__ADS_1


"Kau mau makan apa?" tawar Oliveira


"Apa saja boleh!"


"Kita cari makanan disini saja, harganya murah dan juga enak"


"Ya terserah kamu saja!, aku ngikut"


Olivera pergi memesan makanan "Pak makan disini dua ya!"


"Baiklah silahkan duduk dulu" ujar penjual


Oliveira dan Aleyshia pun duduk menunggu makanan datang "Kenapa kau membantuku tadi?" tanya Oliveira


"Ya karena aku ingin saja, lagi pula dia duluan yang membuat kekacauan"


"Benarkah? Bagaimana kamu bisa membuat dia mengakui perbuatannya"


"Biasa, wanita selalu punya cara tersendiri"


"Sombongnya, zehahaha"


...Flashback...


Di Kafe


Aeric keluar dari toilet selesai membersihkan dirinya "Sialan Oliveira, habis bajuku kotor kena tumpahan cokelat"


"Hei kau, katakan yang sebenarnya kalau kau yang mulai membuat onar disini kan?"


"Apa maksudmu?"


"Jangan berfikir kalau aku tidak tau ya! Apa kau mau pisau ini menembus perutmu" sambil menjulurkan pisau itu ke arah perutnya


"Haa? Oke-oke aku akan mengakuinya, jauhkan benda itu dariku."


"Sekarang ikut aku!" Mereka segera pergi ke ruangan manajer


"Kamu tunggu disini, mana ponselmu?"


"Untuk apa?"


"Oke-oke, ini dia?"


...Flashnow...


"Wah kejam sekali dirimu, seperti seorang psikopat!"


"Orang-orang seperti itu seharusnya emang digituin. Itulah sebabnya aku sangat membenci orang-orang kaya"


"Ouh ya?"


"Mereka tidak bermoral, mereka pikir uang adalah segalanya. Dan mereka bisa melakukan apa yang mereka inginkan tidak peduli itu menyakiti orang lain atau tidak. Bagaimana pendapatmu"


"Ya menurutku kamu benar."


"Tapi kalau dilihat-lihat, kamu seperti anak orang kaya, kenapa kamu bekerja disini?"


"Orang kaya? Mwhahahaa bisa aja kamu, kalau aku orang kaya mana mungkin aku bekerja!"


"Iya kah? Mhehe, benar juga sih tapi bajumu dan jam tanganmu terlihat bermerek."


"Ohh.. Ini brand palsu bukan yang ori. Kamu tau lah, cuma buat keren-kerenan aja. Mana sanggup aku beli yang asli, lihat kita aja makan kentang rebus"


"Chehe, iya juga ya.... Orang-orang seperti kita butuh perjuangan keras untuk hidup. Ngomong-ngomong orang tadi itu temanmu kah? , kok dia tau namamu?"


"Bukan teman sih, dulu pamanku bekerja sebagai supir dirumahnya. Jadi ya kami saling kenal saat pamanku mengajakku bermain kesana."


"Ouh begitu!"


"Mau aku antar kau pulang"


Tidak usah, aku bisa sendiri


Tapi ini sudah larut

__ADS_1


"Terimakasih, lebih baik kamu khawatirkan saja dirimu. Akhir-akhir ini aku lihat kamu seperti banyak masalah"


"Baiklah kalau begitu, sampai ketemu besok!"


.........


Dipagi hari, kota Valencia mulai dihiasi suara burung camar. Matahari mulai menyentuh hamparan tanah. Angin sepoi-sepoi berhembus menyelinap kesetiap jendela.


Ting tong "Sebentar!" bibi Emine segera membuka pintu


"Tuan! Nyonya!"


"Bagaimana kabarmu Emine!?" tanya nyonya Dilara


"Saya baik nyonya?"


"Dimana anak-anak?" tanya tuan Alonzo yang rindu dengan suara mereka


"Emilia ada di kamar Alessandro "


"Oliveira sama ayah?"


"Oliveira masih tidur kalau tuan Rafael sedang membaca koran di taman belakang"


"Oke baiklah! Tolong bawakan ini ke kamar bi" ujar nyonya Dilara memberikan koper padanya


"Tuan?"


"Ya"


"Alessandro demam!" beritahu bibi Emine


"Apa?" tanya nyonya Dilara


"Iya nyonya, sudah beberapa hari ini dia tidak mau makan"


"Apa yang terjadi? Aku akan memeriksanya" mereka berdua bergegas ke kamarnya Alessandro


Tok tok tok "Nak!? Buka pintunya"


"Papa....!!" teriak Emilia sambil membukakan pintu


"Apa yang terjadi pada kakakmu sayang?" tanya ayahnya


"Dia demam, dia tidak mau makan beberapa hari ini!"


Terlihat Alessandro tertidur dalam keadaan yang menggigil "Kenapa dia tidak mau makan?"


"Ouh Alonzo, Dilara kalian sudah pulang?" panggil tuan Rafael


"Iya ayah. Kenapa ayah tidak membawanya ke dokter?" tanya nyonya Dilara pada ayah mertuanya itu


"Sudah ku panggilkan dokter dan dokter sudah memberikan obat" tunjuk ayahnya


"Kenapa dengan Alesso ayah?" tanya tuan Alonzo


"Kita bicara diluar saja, Emilia jagalah kakakmu ya!" suruh kakeknya


"Apa yang terjadi ayah, jangan buat kami khawatir!!"


"Duduklah dulu!"


"Baiklah, sekarang ceritakan apa yang terjadi!?"


"Kalian tau temannya Alessandro kan yang bernama? Emmm..., siapa namanya ya, aduh aku jadi lupa?"


"Siapa. Baltasar? Mmm atau Andres"


"Ya ya, Andres. Dia sudah meninggal karena ditusuk sama teman kampusnya"


"Apa? Bagaimana bisa ayah."


"Ya aku mendengar dari televisi, bahkan laboratorium University Of Valencia pun terbakar. Diduga kebakaran itu terjadi karena mahasiswa disana yang melakukannya, mereka berkelahi satu sama lainnya. Dan Alessandro ikut andil dalam kejadian itu. Sekarang dia sangat terpukul atas kehilangan temannya itu."


"Ya ampun, masalah apa lagi ini?" gumam nyonya Dilara

__ADS_1


"Lihat ini, bahkan hari ini koran membahas insiden yang menyeramkan itu" tunjuk ayahnya


...***...


__ADS_2