
Di kediaman Alonzo
Semua orang sedang menyiapkan makan siang yang spesial untuk menyambut kedatangan Alessandro "Emine!! Apa Semuanya sudah siap?"
"Ya tuan!!"
"Bawa kesini cepat, kita berikan kejutan saat mereka tiba nanti"
"Kau terlihat sangat bersemangat kakek" sahut Oliveira
"Tentu saja, ini hari yang baik bagi keluarga kita"
"Tuan ini saya letakkan dimana?" tanya bibi Emine
"Letakkan disitu saja di depan tempat duduk Dilara, dia sangat menyukai masakan itu" suruhnya
Ting tong "Sepertinya itu mereka, Emine cepat bukankah pintu!"
Bibi Emine pun segera pergi membuka pintu. "Tuan! Nyonya! Sini saya bantu" bibi Emine segera membawa Alessandro
"Terimakasih Emine" ucap nyonya Dilara
"Bagaimana kabarmu bi?" tanya Alessandro
"Saya merasa sangat baik ketika melihatmu lagi di rumah ini"
"Apa kau masak sesuatu, aku kangen dengan masakanmu?" tambahnya
"Tentu saja, saya kakek dan juga Olivera telah masak kesukaan kalian semua"
"Benarkah!!"
Tiba-tiba kakek Rafael datang menghampiri mereka "Emine, kenapa kau beritahu mereka sebelum waktunya "
"Oops maaf" spontan bibi Emine
"Aduh! Kamu ini"
"Mwhahahahhahahhaha, ayo mari kita makan" sahut tuan Alonzo
Mereka pun bergegas pergi ke meja makan "wah wah wah.. menggoda sekali harumnya" tambah tuan Alonzo sambil melihat semua makanan spesial bibi Emine di meja makan
Mereka pun mulai makan bersama-sama sambil bercerita dan membuat lelucon. Ting tong "Siapa itu? Emine tolong ya" bibi Emine pun pergi untuk membuka pintu
"Siapa Emine?" tanya tuan Alonzo
Tiba-tiba "Permisi!"
"Baltasar!" sambut tuan Alonzo dengan bersemangat "Silahkan duduk, mari ikut makan"
Emilia keheranan melihat Baltasar dengan membawa koper "Apa kau mau pamit pergi!"
"Emilia, Baltasar akan tinggal disini! Dia akan merawat Alesso" sahut ayahnya
"Apa?" teriak Emilia
"Emilia, apa yang kau lakukan kenapa kau kaget begitu. Tidak baik berteriak didepan makanan" tegur ibunya
__ADS_1
"Benarkah pa?" tanya Alessandro
"Tentu saja, Emine tolong siapkan kamar Baltasar dan tolong bawakan kopernya ya." suruh tuan Alonzo "Mari duduk kita makan bersama"
Baltasar ikut makan bersama mereka, dia duduk bersebrangan tepat dihadapan Emilia. Emilia menatap Baltasar dengan tajam, Baltasar melirik Emilia sambil tersenyum.
.........
Hari pun berlalu Baltasar membereskan pakaiannya dan menata semua barang-barang dikamar barunya itu, setelah semuanya siap dia segera menuju ke kamarnya Alessandro tok tok tok Baltasar pun masuk.
"Alesso, sedang apa kamu?"
"Tidak ada, apa kau menyukai kamarmu"
"Tentu saja! Ouh ya bagaimana dirimu sekarang?"
"Aku merasa lebih baik dari sebelumnya"
"Yang mereka katakan itu benar, aku membutuhkanmu disini. Jadi ibumu dan juga Andres tidak mengizinkanmu untuk ikut dengan mereka. Sekarang kita buka lembaran baru"
Tiba-tiba tuan Alonzo datang "Sedang apa kalian?" tanyanya
"Tidak ada, kami hanya membahas soal kampus"
"Tentang laboratorium itu?" tambah tuan Alonzo
"Bukan-bukan, kami membahas soal kapan Alesso bisa masuk kampus dengan normal lagi"
"Ouh begitu, tunggu tiga hari ke depan kita lihat perkembangan Alesso" jelasnya "Alesso papa pergi dulu, kamu gapapa kan?" tambah ayahnya
"Baiklah" tuan Alonzo pergi meninggalkan mereka berdua.
Kringgg kringgg kringgg kringgg kringgg dering handphone Baltasar. Baltasar melihat siapa yang menelponnya terus dia mengabaikannya
"Siapa kenapa kau tidak mengangkatnya?" tanya Alessandro
"Tidak penting!"
.........
17 April 1994 (Musim Semi)
Hari demi hari berlalu tanpa diminta akan tetap berpaling, dari waktu ini hingga menuju waktu entah. Bulan demi bulan berjalan tanpa sudi ditahan sisa kenangan, dari masa itu hingga sambut masa lain datang.
Kampus
Baltasar melihat perkarangan kampus melalui jendela kelasnya. Tiba-tiba seseorang berlari ke arah sambil ngos-ngosan "Baltasar! Baltasar" panggilnya
"Siapa kamu, kamu kenapa?"
"Tolong, tolong kami!" ajaknya
"Tolong apa?" Baltasar keheranan dengan pria ini. Dia tidak pernah melihat pria ini sebelumnya, tiba-tiba datang dan meminta tolong padanya
"Matteo menghajar Peter di belakang aula kampus"
"Siapa mereka?" Baltasar makin dibuat bingung olehnya
__ADS_1
"Ayo ikut aku!" ajak pria itu sambil menarik tangan Baltasar
"Ikut apa?" teriak Baltasar sambil menghentakkan tangannya "Aku tidak kenal orang-orang yang kamu katakan itu dan aku juga tidak mengenal dirimu."
"Aku Barend aku temannya Peter, ku yakin kau kenal Peter. Dia pacarnya Anna, mantan pacar dari temanmu Andres. Sekarang dia sedang di hajar sama komplotan Matteo " jelasnya
"Komplotan Matteo?" Baltasar menggelengkan kepalanya, dia tidak kenal semua nama orang yang dia sebutkan kecuali nama Andres
"Jika aku menjelaskan semuanya padamu, maka Peter pasti sudah mati sekarang. Aku mohon!" Barend memohon
Dengan sigap Baltasar ikut dengannya "Mari kita kesana!"
Mereka pun segera pergi menuju aula kampus dengan berlari. Sesampainya disana 6 Mahasiswa sedang menyerang Peter dengan sadis
"Berhenti!!!" teriak Baltasar
Mereka menghentikan penyerangannya dan menatap ke arah Baltasar dengan tatapan tajam.
"Siapa kau? Dan mau apa?" tanya salah satu dari mereka
"Wah wah wah, kamu tidak tau siapa dia teman." ujar ketua komplotan mereka sambil memegang pundak temannya itu "Dia adalah sang Legenda di university kita, Baltasar! Alvaro Baltasar, aku lebih suka memanggilnya dengan nama Alvaro. Dia adalah orang yang menjadi penyebab kematian Bonito. Mahasiswa terbaik dari yang terbaik." tambahnya
"Aku heran, kau sedang memujinya atau sebaliknya" tanya teman lainnya
Tergantung pikiran dodol mu itu. sahut ketua komplotan sambil mengangguk kepala temannya itu "Ouh ya! Ada apa kau datang kemari?"
"Dari tadi kau cuman banyak bicara saja, lepaskan dia" suruh Baltasar
"Uh, aku terkejut. Kamu tau siapa dia. Dia Peter Crouch, orang yang membuat sahabatmu putus asa karena kehilangan cintanya Anna. Apa kau masih peduli sama orang seperti itu"
"Maaf itu bukan masalah kalian, biarlah itu jadi urusan mereka. Kau tidak perlu ungkit-ungkit masalah itu di depanku. Sekarang lepaskan dia!!" sahut Baltasar
"Kalian dengar teman-teman, apa yang dikatakan sama Alvaro" ucapnya, semua orang hanya terpaku diam "Kenapa kalian diam?" teriak pria itu dengan sangar
"Katanya lepaskan Peter!!" sahut temannya dengan tegas
"Terus apa yang kalian lakukan, kenapa kalian tidak melepaskannya" mereka pun keheranan saling berbagi pandang satu sama lain. Mereka pun melepaskan Peter, Berend segera menghampiri Peter dan membantunya untuk pergi dari sana.
"Baltasar terimakasih!" ucap Barend dan bergegas pergi dari sana. Baltasar menganggukan kepalanya
Baltasar pun membalikkan badannya dan pergi menjauh dari sana "Alvaro!!" teriak ketua komplotan itu mencegahnya untuk pergi. Baltasar pun berhenti dan menoleh "Kenapa terburu-buru, kami belum selesai menjamu mu" tambah ketua komplotan itu
"Apakah begini cara kalian menjamuku, apa mau kalian?" tanya Baltasar
"Kami mohon maaf tidak bisa menjamu mu dengan manisan dan secangkir teh, ta-tapi aku akan mengundangmu ke markas kami dan menjamu sang Alvaro dengan baik"
"Kamu terlalu banyak basa-basi ya. Katakan jangan buang-buang waktuku disini"
"Alvaro, kami ingin meminta bantuanmu"
"Bantuan seperti apa dan pantaskah aku membantu seseorang yang tidak ku kenal?"
"Kalau begitu perkenalkan, namaku Matteo" ucapnya menghampiri Baltasar sambil menjulurkan tangannya. Baltasar menatap mata Matteo dengan tajam kemudian dia pun menyambut salaman dari Matteo "Ini teman-temanku Alard, David, Dirk, Frits dan ini Gem" satu persatu dari mereka menghampiri Baltasar dan memberikan salaman "Kami dari fakultas yang sama sepertimu, tapi kami di prodi automotor"
"Hmmm, terus bantuan apa yang ingin aku bantu?" tanya Baltasar, belum sempat Matteo menjawabnya. Spontan Baltasar melihat arlojinya sudah menunjukkan jam 11.15 "Aku terlambat, kita ketemu lain waktu" Baltasar bergegas berlari pergi meninggalkan mereka.
...***...
__ADS_1