
Malamnya Naela langsung bersiap-siap setelah Reja menelponnya untuk segera datang ke lokasi yang sudah dikirimkan oleh laki-laki itu.
Naela menghentikan langkahnya saat mendengar suara Kala yang memanggil namanya.
Dengan gugup ia membalikan tubuh menatap wajah Kala yang sedang keheranan.
"Ini sudah jam sepuluh malam, kau akan pergi kemana?" tanya Kala sambil melihat jam yang ada di tangannya.
"Begini... aku akan..."
"Kenapa kau gugup sekali, apakah kau menyembunyikan sesuatu dariku?" tanya Kala mulai curiga.
"Tidak!"
"Lalu apa?"
Naela menghembuskan nafasnya ia langsung menghampiri Kala dan menggenggam tangannya.
"Aku akan pergi ke rumah orang yang menguntitmu itu, kata Reja disana banyak sekali bukti-bukti jika orang tersebut samgat terobsesi denganmu maka dari itu aku ingin melihatnya tanpamu."
"Kenapa tanpaku? aku baik-baik saja, aku sudah mendingan. jadi aku harus ikut."
"Yakin?"
Kala menganggukan kepalanya. "Tunggu disini, aku akan membawa jaket, awas saja jika kau meninggalkanku!" ancam Kala lalu berlari menuju kamarnya.
Naela hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya saja, walaupun menolak Kala tetap saja ingin ikut karena gadis itu sangat keras kepala.
***
Naela dan juga Kala sudah sampai di rumah penguntit itu, Reja menghampiri Naela dan terkejut saat melihat Kala yang juga ada disana.
__ADS_1
Naela hanya mengangkat kedua bahunya saat Reja menatapnya dengan penuh tanda tanya.
"Lihatlah tatapannya, pasti dia akan menyalahkanku karena membawa Kala ke tempat ini." gumam Naela dalam hati.
"Sayang, kenapa kau ikut kesini juga?" tanya Reja mendekati Kala.
Kala mengalihkan pandangannya menatap Reja yang terlihat sangat cemas. "Aku hanya penasaran saja dengan penguntit itu." kata Kala
Disana lumayan sangat ramai sekali, ada beberapa polisi dan seorang detektif yang sedang menelusuri rumah penguntit itu.
Detektif yang bernama Andra itu menghampiri mereka bertiga menyuruh mereka untuk masuk kedalam rumah itu.
"Masuklah."
Reja menatap wajah Kala yang terlihat sangat kelelahan ia memegang lengan Kala.
"Jika kau lelah, lebih baik istirahat di mobil saja." kata Reja
Kala menggelengkan kepalanya sambil tersenyum hangat. "Aku baik-baik saja, kau tidak perlu khawatir." kata Kala.
"Ayo kita masuk kedalam kamarnya, disana banyak sekali foto-foto Kala."
kata Andra mengajak mereka bertiga.
Saat masuk kedalam kamar, Kala terkejut melihat banyak sekali foto-foto dirinya yang terpajang di setiap sudut tembok.
Ada juga beberapa bagian fotonya dan juga Reja tapi di bagian Reja malah di coret-coret oleh spidol bewarna merah.
"Dari pengakuan dia tadi sore, jika dia memang sangat terobsesi dengamu."
"Dia bilang jika dia tidak menyukaimu bertunangan dengan calon suamimu, dan dia akan mendapatkanmu dengan caranya sendiri"
__ADS_1
"Aneh sekali, dia juga mengatakan sesuatu yang sangat tidak jelas, aku tidak bisa mendengarnya." lanjut Andra sambil mengingat-ingat kembali saat intograsi itu.
Kala terdiam, ia benar-benar sangat takut sekali. "Mungkin saat dia datang ke agensimu, dia berniat akan membawamu, untung calon suamimu datang tepat waktu."
Setelah melihat-lihat, Kala memutuskan untuk pulang. Reja tadi berniat ingin mengantarkannya pulang tapi Kala menolaknya.
Perjalanan pulang butuh waktu yang lama karena jaraknya sangat jauh. Diperjalanan kala selalu terdiam, menyenderkan kepalanya di kaca mobil.
Matanya melihat kearah spion dan melihat sebuah mobil yang ada di belakangnya, ia melihat kearah belakang mobil.
"Di depan sana ada belokan, tolong belok kearah kiri." ucap Kala membuat Naela dan sopir itu kebingungan.
"Ada apa?" tanya Naela sambil mengikuti arah pandangan Kala.
"Mobil itu sepertinya mengikuti kita." ucap Kala sambil menunjuk mobil yang ada di belakangnya.
"Benarkah?"
"Aku akan belok." ucap sopir itu lalu membelokan mobilnya kearah kiri.
Jalanan itu lumayan besar tetapi sangat sepi, tidak ada kendaraan lain yang melewati jalan itu kecuali Kala dan mobil yang mengikutinya dari belakang.
Saat mobil berbelok kearah kiri, mobil yang ada dibelakangpun berbelok kearah kiri.
"Sepertinya mobil itu memang mengikuti kita." kata Naela lalu menyuruh sopir itu untuk mempercepat laju mobilnya.
Mobil yang ada di belakangpun mempercepat lajunya dan langsung menyalip mobil Kala.
Karena mobil yang di tumpangi Kala melaju dengan cepat alhasil ia menabrak mobil yang ada di depannya itu.
Seorang laki-laki turun dari mobilnya dan langsung berjalan mendekati mobil yang di tumpangi oleh Kala.
__ADS_1
Laki-laki itu membuka pintu mobil dan melihat Kala, Naela dan sopir sedang pingsan.
Laki-laki itu menggendong tubuh Kala dan memindahkan ke mobilnya sendiri dan langsung pergi meninggalkan daerah itu.