Amazing Beauty

Amazing Beauty
S2; Bagian 01


__ADS_3

Beberapa tahun berlalu, kini Kala sudah melahirkan seorang putri yang sangat cantik yang Reja dan Kala beri nama Kirana.


Usia Kirana sekarang sudah menginjak 6 tahun dan sekarang dirinya menduduki bangku sekolah dasar.


Hari ini adalah hari libur semester, Kala dan Reja merencanakan liburan bersama anaknya, Kirana.


Malam hari Reja sedang menemani Kirana makan malam, menu makan malam ini adalah pangsit kuah kesukaan Kirana.


Kala yang habis dari dapur tersenyum melihat anak dan suaminya yang sedang menonton film kartun di handphone milik Reja.


"Pada asik banget lagi nonton apaan sih?" tanya Kala menghampiri mereka berdua.


"Spongebon, episode lama." jawab Reja sambil memakan cemilan yang ia bawa di kulkas tadi.


"Mami gabung ya, capek selesai cuci piring." kata Kala sambil duduk di samping Kirana.


"Kenapa kamu gak istirahat sayang? usia kandungan kamu sudah 8 bulan, seharusnya kau istirahat biar aku saja yang beres-beres rumah."


"Kau selalu saja menyuruhku untuk diam, saat aku hamil Kirana juga seperti itu."


"Karena aku khawatir sayang."


"Aku tahu."


Ya, Kali ini Kala sedang mengandung anak kembar dan usia kandungannya saat ini sudah 8 bulan.


"Mami jangan galak sama papah..." ucap Kirana dengan polos.


"Gak galak sayang, papah kamu yang ngeselin."


Kirana kembali melanjutkan aktivitas makannya sambil menonton spongebob, Reja yang mendengarnya tertawa.


"Ambilin tisu ja, liat Kirana cemong-cemong."

__ADS_1


Reja yang tadinya memperhatikan film kartun kini mengalihkan pandangannya kearah Kirana.


"Bersihin pake baju aja sayang." ucap Reja sambil mengelus-elus kepala Kirana.


Kirana dengan polosnya menikuti perkataan Reja, ia mengelap mulutnya menggunakan baju tidurnya.


"Gitu ya ajaran papahnya, jorok banget." cibir Kala sambil beranjak dari tempat duduknya.


Reja terkekeh mendengar cibiran dari istrinya itu.


Beberapa menit Kala kembali sambil membawa tisu di tangannya, ia memberikannya kepada Kirana.


"Lapnya pake tisu sayang, jangan pake baju." kata Kala sambil memberikan satu tisu ke Kirana.


Kirana mengangguk-anggukan kepalanya sambil membawa tisu dari Kala dan mengelap kembali bagian mulut yang kotornya.


"Mami nanti beli tas baru ya."


"Kirana pengen tas yang kayak Sabina, warna pink." ucap Kirana


"Nanti yah, kita belinya di Bali."


"Jauh amat sayang, sekarang juga kita bisa beli." seru Reja


"Diem deh, aku lagi males keluar."


"Yaudah, nanti kita beli di Bali ya sayang gapapakan?" tanya Reja.


Kirana menganggukan kepalanya sambil mengunyah makanan di mulutnya, Reja tersenyum sambil mengangkat jempol kepada Kirana.


"Kalau udah selesai makannya langsung siap-siap buat tidur ya."


"Iya mami."

__ADS_1


"Nanti aku yang bakal temenin Kirana tidur." ucap Reja


"Papah bilang kalau dia mau ceritain aku dongeng cinderella."


"Yaudah, mami mau beresin dulu barang-barang buat nanti ke Bali."


Reja menganggukan kepalanya sedangkan Kala pergi menuju kamar untuk membereskan baju-bajunya.


Saat di kamar Kala mendengar suara ponselnya berbunyi, saat melihatnya ternyata Seyna yang menelponnya.


"Kenapa sey?" tanya Kala.


"Kala, kau tidak lupakan tiga hari lagi Kalesha dan Leonard akan menikah di Bali?"


"Iya aku tidak lupa, aku sedang membereskan baju-bajuku sekarang."


"Kemungkinan besok malam aku akan langsung berangkat."


"Baiklah, jangan lupa beri kabar kepadaku."


"Iya, kau dan Kenzi sudah disana?"


"Sudah, dia sangat posesif sekali semenjak aku hamil."


"Kau tidak sendirian Sey."


"Hahahaha, aku benar-benar sangat kesal sekali kepadanya."


"Baiklah jika begitu, aku tutup panggilannya."


Kala menganggukan kepalanya dan mematikan panggilan itu secara sepihak.


Kala kembali meletakan ponselnya di atas meja, dan kembali melanjutkan aktivitasnya untuk memindahkan baju-bajunya kedalam koper.

__ADS_1


__ADS_2