Amazing Beauty

Amazing Beauty
34


__ADS_3

Beberapa jam Reja dan Kala membereskan barang-barangnya, setelah selesai mereka berdua merebahkan tubuhnya di atas kasur.


Kala mengambil handphone dan mulai membuka internet, ada salah satu artikel berita yang menurutnya sangat menarik karena itu menyangkut tentang sahabatnya Seyna.


Setelah selesai membaca berita itu, Kala langsung mengubah posisi menjadi duduk hal itu membuat Reja terkejut.


"Ada apa sayang?" tanya Reja.


"Kenapa aku baru tahu jika Seyna akan memainkan film bersama Kenzi, lihatlah berita ini sudah viral sejak pagi tadi."


"Mana?"


Kala memberikan ponselnya kepada Reja dan laki-laki itu mulai membaca berita yang Kala bicarakan.


Setelah selesai Reja mengembalikan kembali ponsel istrinya itu, "Kenapa kau sangat terkejut?" tanya Reja.


"Tidak, hanya sedikit saja..." jawab Kala dengan suara yang kecil.


Reja mengembangkan senyumnya sambil mengacak-acak rambut Kala, gadis itu memanyunkan bibirnya karena ulah Reja rambutnya menjadi berantakan.


"Kau ini selalu membuat rambutku acak-acakan."


"Karena kau terlihat gemas."


Wajah Kala memerah, gadis itu memukul kecil dada bidang suaminya itu.


"Kita sudah membereskan semua barang-barangnya, lalu kita akan melakukan apa lagi?" tanya Kala.


"Bagaimana jika..."


"Aku teringat sesuatu, bukankah itu dalam kulkasmu itu kosong? ayo antarkan aku ke supermarket untuk membeli sayur-sayuran, buah-buahan dan bahan masakan lainnya."


"Tidak bisakah kita untuk istirahat dulu?"


"Tidak, bagaimana jika aku kelaparan? kau tega membiarkan istrimu kelaparan!" sungut Kala sambil membalikan tubuhnya membelakangi Reja.


"Astaga, baiklah aku akan mengantarkanmu ke supermarket tapi dengan satu syarat."

__ADS_1


"Apa itu?" tanya Kala kembali membalikan badannya menghadap Reja.


"Cium dulu aku."


"Kau ini!"


"Jika kau tidak mau aku akan tidur saja..."


"Baiklah, pejamkan matamu."


"Kenapa aku harus memejamkan mataku?"


"Kau ini banyak sekali bertanya, cepat pejamkan matamu!" titah Kala menahan malunya.


Reja memejamkan matanya dan merasakan wajah Kala yang mendekati wajahnya, tidak butuh waktu lama terasa bibir Kala yang menempel dengan bibirnya.


Dengan cepat Kala menjauhkan wajahnya dan pergi begitu saja meninggalkan Reja sendirian di kamar.


"Manis."


"Kenapa istriku sangat lucu sekali."


"Iya, iya."


***


Reja memarkirkan mobilnya di depan supermarket, saat hendak turun mobil gadis itu langsung mencegahnya.


"Kenapa?"


"Biarkan aku saja yang membeli semua bahan-bahannya, lebih baik kau tunggu disini saja." ucap Kala


"Baiklah, aku akan menunggumu disini, jangan lama-lama." kata Reja sambil mengelus lembut kepala istrinya itu.


Kala menganggukan kepalanya lalu keluar dari mobil dan pergi masuk kedalam supermarket itu.


Beberapa menit saat sedang mencari sayuran Kala tak sengaja menabrak seseorang membuat barang-barang yang dibawa oleh orang itu jatuh ke lantai.

__ADS_1


Kala langsung mengambil barang-barang yang jatuh dan meminta maaf kepada orang itu berkali-kali.


"Maafkan aku, aku tidak sengaja." ucap Kala sambil mengembalikan barang itu kepada pemiliknya.


"Tidak masalah." ucap orang itu hendak pergi dari sana.


"Kanza?"


Langkah perempuan itu berhenti saat mendengar suara yang memanggil namanya, dengan perlahan ia membalikan tubuh.


"Kau siapa?" tanya Kanza.


"Aku Kala." jawabnya sambil membuka masker, memang kebetulan gadis itu memakai masker dan topi agar orang-orang tidak mengenalinya.


"Kala..."


"Darimana saja kau? apakah kabarmu baik?" tanya Kala.


Kanza tersenyum canggung dan menganggukan kepalanya. "Aku baik-baik saja."


Kala melihat kepada bayi yang digendong oleh Kanza, gadis itu menatap Kanza dengan penuh tanda tanya.


"Aku sudah melahirkan, dan ini adalah anakku."


"Dia lahir tanpa kehadiran seorang ayah."


"Dimana kau tinggal?" tanya Kala.


"Tidak jauh dari sini, apakah kau ingij mampir?"


Kala terdiam sejenak beberapa detik kemudian ia menggelengkan kepalanya. "Maaf, tapi sepertinya aku tidak bisa. Reja sudah menungguku di depan supermarket." ucap Kala merasa tidak enak.


"Ah betul, kau sudah menikah dengan Reja kemarin malam."


"Selamat atas pernikahanmu dengan Reja, aku turut senang."


Kala tersenyum sambil menganggukan kepalanya. "Terima kasih Kanza, lain kali aku akan mampir ke rumahmu."

__ADS_1


"Baik, aku akan menunggumu." ucap Kanza.


__ADS_2