Amazing Beauty

Amazing Beauty
31


__ADS_3

Keesokan harinya Jeanno sudah berada dikantor untuk mengerjakan beberapa pekerjaan yang sempat ia tinggalkan beberapa hari ini.


Saat sedang bersiap-siap untuk menemui beberapa klien di ruang rapat, tiba-tiba saja sekretarisnya datang dengan seseorang dibelakangnya.


"Ada apa, kenapa kalian ada disini? Nael kenapa kau tidak ada di ruang rapat ini sudah waktunya rapat dimulai." ucap Jeanno sambil melihat jam yang ada di lengannya.


"Maaf tuan, tapi ada orang yang ingin mengunjungi anda." kata Nael sambil menundukan kepalanya.


"Benar tuan Jeanno, dari tadi saya juga melarang orang itu untuk menemui tuan karena akan ada rapat, tetapi orang itu tetap mamaksa ingin menemui tuan..." ucap seorang satpam yang daritadi mengikuti Nael dari belakang.


"Siapa dia?" tanya Jeanno.


Tak lama pintu yang tertutup dipaksa terbuka dari luar, terlihat papah Kriss memasuki ruangan Jeanno dengan raut wajah yang menahan amarah.


Nael dan satpam itu tersebut, saat ingin menyeret papah Kriss agar keliar dari ruangan atasannya itu, Jeanno melakukan kontak mata dengan Nael.


Laki-laki yang masih terlihat muda itu mengerti dengan bahasa isyarat Jeanno, dia kemudian mengajak satlam tadi untuk keluar dari ruangan Jeanno.


Setelah mereka berdua keluar, Jeanno mendekati papah Kriss dengan raut wajah tanpa ekspresi, mirip sekali dengan Reja.


Papah Kriss yang begitu kesal langsung melonggarkan dasinya dan menatap tajam Jeanno.


"Saya akan membuat anda menyesal karena telah memenjarakan anak saya, Daffa." ucapnya dengan nada yang dingin.


"Apa anda mencoba mengancam saya sekarang?" tanya Jeanno.


"Menurut anda?"


"Saya tidak akan menyesal telah memenjarakan anak anda karena ini memang kesalahannya sendiri."


"Anda pasti tidak tahu tentang berita ini bukan? karena anda saat itu sedang berada diluar kota bersama istri anda untuk melakukan proyek yang sangat besar."


"Dengarlah, anak anda telah menghamili Kala, calon menantu saya." lanjut Jeanno.

__ADS_1


"Saya sudah mengetahuinya."


"Lalu untuk apa anda mendatangi saya kesini? hari ini adalah hari yang paling ditunggu-tunggu, pihak berwajib yang akan menangani ini semua dan saya tidak akan meloloskan putra anda."


Dengan menahan amarah papah Kriss berusaha untuk tetap tenang, telapak tangannya mengepal ingin sekali memukul tembok yang ada disampingnya saat ini.


"Baiklah kita lihat saja nanti." ucap papah Kriss.


Tanpa berkata apa-apa lagi, papah Kriss pergi meninggalkan ruangan Jeanno dengan emosi yang masih ia pendam.


Selama pergi keluar negri, papah Kriss sama sekali tidak mengetahui kabar putranya yang tetnyata mendapatkan masalah besar.


Ia juga tidak tahu jika kesalahan itu disengaja oleh Daffa sendiri hanya untuk bisa mendapatkan Kala.


Setelah mendengar berita dari sekretarisnya, papah Kriss langsung kembali ke indonesia untuk menemui putra semata wayangnya yang sudah berada di sel penjara.


Tanpa mengetahui penjelasannya, papah Kriss langsung pergi menemui Jeanno meminta agar putranya segera dibebaskan.


***


"Kala!"


Kala menoleh kearah asal suara, terlihat Jenia berlari kearahnya, gadis itu tersenyum lalu merentangkan kedua tangannya menyambut pelukan dari Jenia.


"Gue kangen banget sama lo." ucap Jenia mengeratkan pelukannya.


"Lepaskan, Kala nanti gak bisa nafas." ucap Zhafran yang dari tadi mengikuti Jenia.


"Lo gapapakan Kal?" tanya Jenia.


"Iya gue gak apa-apa kok."


"Dimana Reja, Kal?" tamya Zhafran melihat keseliling mencari sosok Reja.

__ADS_1


"Dia ada di basement, oh iya kalian lagi apa disini?" tanya Kala.


"Gue sama Zhafran kesini karena mau ketemu sama Raksa. kemarin malam dia manggil gue nyuruh pergi ke agensinya."


Kala mengangguk-anggukan kepalanya, lalu tak lama kemudian ia menatap Jenia dan Zhafran secara bergantian.


"Gue denger, kalian berdua pacaran ya? dari kapan kok gak bilang sama gue?" tanya Kala sambil menyenggol lengan atas Jenia.


"Kata siapa?" tanya Jenia dan Zhafran secara bersamaan.


"Naela."


"Bener-bener nih anak, gak bisa jaga rahasia." gumam Jenia dan Zhafran dalam hati.


"Hehe iya, gue sama Jenia udah satu bulanan, dan rencananya kita bakal nikah."


"Astaga kalian, gue seneng banget tetnyata Jenia jadian sama lo, gue gak khawatir lagi bagaimana nanti dia dimasa depan."


"Karena gue udah tau kalau lo pasti bakal jagain Jenia dengan baik." kata Kala sambil tersenyum tulus menatap kedua sahabatnya ini.


"So sweet, tapi gue gak akan nikah sebelum lo. gue bakal liat lo nikah lebih dulu sama Reja." seru Jenia kembali memeluk Kala.


"Oh iya, rencannya kalian kapan?"


"Hari minggu, ternyata ibu udah nyiapin semuanya." jawab Kala


"Lo beruntung banget Kala, selain lo dicintai Reja tapi lo juga disayangin sama kedua orang tuanya Reja, gue harap dia gak akan ngecewain lo dan gue harap juga lo bakal bahagia sama Reja." ucap Zhafran


"Iya, pasti Zhaf." kata Kala kembali tersenyum.


"Astaga, Kala belum menikah loh. lebih baik mengatakannya disaat Kala dan Reja sudah sah menjadi suami istri saja." ucap Kalesha yang tiba-tiba datang langsung memeluk tubuh Kala dari belakang.


Gadis itu datang bersama Seyna dan juga Mahen. "Mari kita rayakan kedatangan Kala!" teriak Mahen langsung menarik tangan Kala.

__ADS_1


Emtah kemana mereka semua akan membawa Kala pergi, gadis itu mempunyai firasat jika sahabat-sahabatnya akan melakukan hal random kepadanya.


__ADS_2