Amazing Beauty

Amazing Beauty
End


__ADS_3

Sudah tiga hari Kala tidak mendapatkan kabar dari suaminya, saat gadis itu ingin menelpon Reja entah kenapa handphonenya sulit sekali untuk di hubungi.


Kala menghelakan nafasnya sambil terduduk lemas di sofa, gadis itu sangat merindukan suaminya.


"Kala, kemarilah ini sudah siang." teriak Naela dari arah dapur.


"Lalu?"


"Kita makan siang!"


"Kau duluan saja, aku sangat kesal sekali dua hari yang lalu panggilanku ku diabaikan terus oleh Reja." kata Kala sambil mendengus kesal.


"Mungkin dia sedang sibuk, sekarang sudah siang berarti di paris sudah malam bukan?"


"Tapi kenapa dia sama sekali tidak memberiku kabar, lihat saja nanti!" ancam Kala begitu sangat kesal.


Naela hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala dan menyiapkan makanan untuk makan siangnya.


"Dilanjut nanti saja, sekarang makan." kata Naela.


"Baiklah, aku akan segera makan." ucap Kala sambil menyimpan handphone di atas meja lalu pergi menuju dapur.


Siang ini Naela menyiapkan ayam dan juga beberapa sayuran seperti wortel dan kol yang sudah di iris-iris kecil, itu adalah makanan kesukaan mereka berdua.


"Sudah lama aku tidak memakan ini." seru Kala sambil membawa piring.


"Aku cukup peka bukan?"


"Iya, kau sangat peka sekali dibandingkan suamiku." cibir Kala memanyunkan bibirnya.


"Hahaha tentu saja, jangan lupa saos mayonise dan juga saos tomatnya."


"Itu tidak akan pernah aku lupakan."


Mereka berduapun melakukan aktivitas makannya dengan santai, jarang-jarang mereka berdua makan bersama karena Kala sudah tidak lagi tinggal di rumah itu. Jadinya Naela lah yang menempati rumah sebasar itu.


Setelah beberapa menit selesai makan, Kala membantu Naela untuk mencuci piring-piring yang kotor setelah itu Kala kembali ke kamarnya dan mulai menghubungi suaminya lagi.

__ADS_1


Sampai dering ke tiga akhirnya telepon itu diangkat oleh Reja, gadis itu memperlihatlan wajah kesalnya.


Karena kebetulan Kala menghubungi Reja dengan melakukan panggilan vidio, laki-laki itu bisa melihat wajah kesal Kala membuatnya sangat gemas.


"Aku sangat merindukanmu sayang." ucap Reja sambil tersenyum.


Kala hanya diam saja mendengarkan suaminya mengobrol lewat ponsel. "Kau tidak merindukanku?" tanya Reja.


Tidak ada jawaban dari Kala, gadis itu hanya diam membisu menatap Reja dengan sangat kesal.


"Baiklah, jika kau tidak ingin menjawab pertanyaanku. aku akan menutupnya." kata Reja


"Jangan, aku merindukanmu!" teriak Kala.


"Benarkah?"


Kala menganggukan kepalanya. "Kenapa kau sangat susah sekali aku hubungi?" tanya Kala dengan nada suara kesal.


"Maafkan aku sayang, aku sangat sibuk sekali disini, lihatlah ini juga aku baru selesai dengan pekerjaanku."


"Janji, kau harus pulang besok pagi."


"Iya aku janji sayang."


Perlahan-lahan Kala memperlihatkan senyumannya membuat hati Reja sangat tenang.


"Kau sedang apa?" tanya Kala.


"Aku sedang mendengarkan lagu, sambil meminum coklat panas."


"Hotel yang aku tempati sangat bagus, aku bisa melihat pemandangan kota saat malam hari."


"Apakah sangat indah sekali?" tanya Kala.


"Iya, tapi dipikir-pikir kau yang lebih indah."


"Kau, bisa saja!"

__ADS_1


Reja terkekeh melihat ekpresi Kala, laki-laki itu beranjak dari tempat duduknya dan berjalan kearah jendela.


"Tunggu sebentar aku ingin mengganti bajuku, silahkan nikmati lagu dan pemandangan kota malam ini." ucap Reja sambil meletakan handphonenya di atas meja dan menyenderkannya di bingkai.


Reja memperlihatkan pemandangan di balik jendelanya, banyak sekali gedung-gedung pencakar langit yang ada disana.


Kala bisa melihat pemandangan dari balik jendela itu. "Silahkan nikmati ini sebentar." ucap Reja kembali


Kala bisa melihat bayangan Reja dari pantulan jendela kaca itu, terlihat Reja yang pergi kearah kamar mandi sambil membuka bajunya.


Gadis itu bersusah payah menelan ludahnya, melihat pemandangan yang jarang sekali ia lihat.


Walaupun sudah menikah, Reja sama sekali belum menyentuh tubuh Kala mungkin hanya menikmati bibirnya saja tanpa harus melanjutkan aktivitas itu di atas ranjang, karena Reja tahu jika saat ini Kala sedang mengandung bayi di dalam perutnya, laki-laki itu hanya bisa sabar saja.


Beberapa menit kemudian Reja terlihat keluar dari kamar mandi dengan balutan handuk kimono bewarna gold. Walaupun ruangan itu terlihat sedikit gelap tetapi Kala bisa melihatnya dengan jelas.


Reja mengikat tali handuknya sambil berjalan kearah ponsel yang ia simpan di atas meja, setelah mengikat tali handuknya laki-laki itu kembali mrngambil ponsel dam memperlihatkan kamera ponselnya kearah wajah tampan milik dirinya.


Terdengar suara ******* laki-laki itu yang sangat merdu, membuat jantung Kala seketika berhenti berdekat.


"Apakah kau menunggu lama?" tanya Reja.


"T-tidak."


"Kenapa kau menjadi gugup?"


"Begini, a-aku harus tidur siang karena aku sangat ngantuk sekali. jika begitu aku akan mematikan teleponnya." ucap Kala


"Tapi..."


Belum sempat Reja menjawabnya Kala malah sudah mematikan panggilan itu secara satu pihak, Reja sangat kebingungan dengan tingkah istrinya yang tiba-tiba menjadi aneh.


Disisi lain, Kala menelentangkan tubuhnya di atas kasur sambil mengingat-ingat kembali kejadian tadi.


"Arghh, kenapa suamiku sangat tampan sekali." teriak Kala sambil menghentak-hentakan kakinya.


Jujur hatinya sangat senang sekali setelah selesai berteleponan dengan Reja, ia bisa mengetahui kabar suaminya disana.

__ADS_1


__ADS_2