Amazing Beauty

Amazing Beauty
Bagian 04


__ADS_3

Anak laki-laki itu memasuki salah satu rumah yang ada di sebuah pemukiman desa.


Seorang wanita paruh baya menghampiri anak laki-laki itu dan terkejut saat melihat jika anak laki-laki itu pulang sambil membawa seorang gadis seumurannya.


"Siapa dia, Rezvan?" tanya wanita paruh baya itu.


"Aku tidak mengetahuinya, tapi dia mengalami kecelakaan dan terpisah dengan orang tuanya nek, maka dari itu Rezvan membawanya kesini." jawab anak laki-laki itu.


Wanita paruh baya itu menatap sendu Kirana yang masih berlumuran darah di bagian keningnya, pakaiannya pun terlihat lusuh.


"Kemarilah nak, biar nenek mengobati lukamu." ucap wanita paruh baya itu sambil menuntun Kirana agar mengikutinya.


Kirana duduk dibagian teras depan rumah bersama anak laki-laki yang bernama Rezvan itu, sedangkan wanita paruh baya tadi kembali masuk kedalam rumah untuk mengambilkan obat.


"Jadi namamu Rezvan." ucap Kirana memulai obrolan.


"Ya, kamu?"


"Namaku Kirana, ayahku seorang CEO di perusahaan terkenal dan ibuku seorang artis." jawab Kirana dengan antusias.


"Aku hanya menanyakan namamu saja." kata Rezvan membuat Kirana kembali terdiam.


Wanita paruh baya tadi kembali menghampiri Kirana dan juga Rezvan sambil membawa beberapa lembar daun binahong, entah apa yang akan dilakukan oleh wanita paruh baya itu.


Kini ia menumbuk beberapa lembar daun binahong tadi sampai halus setelah itu ia balurkan ke bagian luka Kirana.


"Mungkin akan sedikit perih, tahan sebentar." ucap wanita paruh baya yang bernama Sumi itu.

__ADS_1


"Terima kasih nek." kata Kirana sambil tersenyum manis.


"Kau tersenyum dengan sangat ceria, aku harap orang tuamu segera menemukanmu disini." ucap nenek Sumi sambil mengelus kepala Kirana dengan lembut.


"Kau sudah makan?" tanya nenek Sumi.


"Tadi Rezvan mengambilkan buah mangga untukku..."


"Mangga tidak akan membuatmu kenyang, tunggu disini nenek akan memasak."


"Baik nek." ucap Kirana dam juga Rezvan secara bersamaan.


Nenek Sumi kembali masuk kedalam rumah sedangkan Kirana dan Rezvan menunggu di depan teras rumah.


"Udara disini sangat enak sekali, Mami pasti sangat menyukai tempat ini." ucap Kirana sambil menghirup udara.


***


Reja kembali ketempat dimana saat durinya kecelakaan. disana ada Kenzi, Leonard, Raksa dan juga Mahen yang ikut serta mencari Kirana.


"Aku yakin disekitaran sini pasti ada pemukiman warga, tunggu sebentar aku akan menanyakannya kepada polisi." ucap Kenzi dan diangguki oleh Reja.


Laki-laki itu meremas rambutnya merasa bersalah kepada istrinya karena tidak bisa menjaga dengan baik Kirana.


"Tunggu sebentar, Naela menelponku" Kata Mahen berpamitan untuk mengangkat telepon dari istrinya sebentar.


Saat mengangkatnya, bukan suara istrinya yang ia dengar tetapi Kala. gadis itu terlihat sangat khawatir menunggu kabar dari mereka semua.

__ADS_1


"Bagaimana, apakah kau sudah menemukan Kirana?" tanya Kala.


"Belum, aku dan yang lainnya masih mencarinya." jawabnya


"Bagaimana ini?"


"Kala kau tidak perlu khawatir, kau istirahat saja. Doakan semoga besok Kirana sudah ditemukan."


"Tapi aku tidak tenang, lebih baik aku menyusul kalian saja."


"Tidak Kala! Reja tidak mengijinkannya, tolong dengarkan perkataan suamimu itu." kata Mahen


"Tapi..."


Kala menghentikan perkataannya saat mendengar suara teriakan Kenzi disebrang sana.


"Ada apa itu?" tanya Kala.


"Tunggu sebentar."


Mahen kembali menghampiri Reja dan yang lainnya. "Ternyata memang benar, ada perdesaan disekitar sini. kemungkinan Kirana pergi kearah desa itu."


Reja menghembuskan nafasnya dengan lega, ini harapan satu-satunya untuk menemukan anaknya.


"Kala, ada perdesaan disekitar sini. aku akan mengunjungi desa itu dan mencari Kirana disana, aku tutup dulu panggilannya oke?"


"Baiklah..."

__ADS_1


Mahen pun mematikan panggilan itu secara sepihak, tanpa menunggu lama mereka semua memasuki mobil.


__ADS_2