Amazing Beauty

Amazing Beauty
Bagian 2


__ADS_3

1 jam 5 menit Kala berada di dalam pesawat. Kala, Reja dan Kirana kini sudah keluar dari bandara dan menunggu seseorang yang akan mengirimkannya mobil.


"Tunggu tiga menit lagi sayang, dia akan segera sampai." ucap Reja sambil melihat jam yang ada di pergelangan tangannya.


Kala menganggukan kepalanya, rasanya sangat lelah sekali melakukan perjalanan panjang ini, ia ingin segera sampai hotel dan segera tidur dengan sangat nyenyak.


"Kirana, ngantuk sayang?" tanya Reja sambil membungkukan badan.


Kirana menganggukan kepalanya sambil menguap, gadis kecil itu sejak di pesawat tadi sama sekali tidak tertidur.


"Tunggu sebentar ya, nanti kita akan langsung ke hotel." kata Reja tersenyum sambil mengusap kepala Kirana dengan sangat gemas.


Dua menit kemudian apa yang dikatakan Reja benar, seorang pria datang sambil membawa mobil yang akan Reja pakai selama ia berliburan di bali.


"Mau saya antar ke hotelnya tuan? ini sudah malam."


"Tidak perlu." jawab Reja sambil mengambil kunci yang diberikan oleh pria itu.


"Baiklah, hati-hati tuan."

__ADS_1


"Terima kasih."


Reja membantu Kala memasukan koper ke garasi mobil, setelah selesai ia pun mulai menyalakan mesin mobilnya dan pergi dari bandara tersebut.


Selama perjalanan Reja dan Kala berbincang agar laki-laki itu tidak mengantuk, karena hari ini sudah jam 01.45 dan suasana jalan yang dilewati oleh Reja sangatlah sepi.


"Kirana kayaknya kecapean." kata Reja sambil melihat gadis kecil itu yang sedang terlelap di kaca spion mobil.


"Iyalah, dia sama sekali gak tidur di pesawat tadi." ucap Kala seraya mengusap-usap perut buncitnya.


"Kamu juga pasti capek an, bayi yang ada di perut kamu juga."


Reja ikut-ikutan mengusap perut Kala membuat gadis itu terkekeh melihat tingkah suaminya.


"Iya-iya sayang."


Setiap jalanan itu gelap hanya ada cahaya lampu yang berasal dari mobil yang di tumpangi oleh Reja.


Saat di tikungan Reja mempercepat sedikit laju mobilnya karena ingin segera tiba di hotel, tapi tiba-tiba saja ada sebuah truk pengangkut kayu di arah lain yang berkendara dengan kelajuan yang sangat cepat.

__ADS_1


Truk itu menabrak mobil yang di tumpangi oleh Reja dan juga Kala membuat mobil itu terjungkal.


Setelah tragedi itu seorang pria paruh baya yang menyetir truk tadi turun dari mobil dan mengecek keadaan korban yang tadi ia tabrak.


Dengan raut wajah panik dengan langkah yang sedikit gemetar pria paruh baya itu mendekat kearah mobil dan melihat isi mobil ternyata ada seorang anak kecil dan ibu hamil disana.


Pria paruh baya itu kembali menghampiri truknya untuk mengambil ponsel.


Disisi lain Kirana yang merasakan sakit yang luar biasa di kepalanya perlahan-lahan turun dari mobil.


Ia melihat kedua orang tuanya yang sedang pingsan dengan kondisi yang begitu parah.


"Mami, papah..." seru Kirana demgan nada suara yang kecil.


Gadis kecil itu melihat kesekitar dan mendengar suara seseorang yang sedang terjatuh.


Karena rasa penasarannya Kirana pergi mengikuti asal suara itu dengan kondisi kening dan hidung yang berdarah.


Tanpa ia ketahui, Kirana memasuki wilayah hutan yang sama sekali tidak ia ketahui, gadis itu memanggil nama Reja dan Kala dengan sangat ketakutan.

__ADS_1


"Tadi aku lewat mana ya..."


Kirana memegang kepalanya yang semakin sakit, pandangannya pun mulai kabur dan benar saja beberapa detik kemudian gadis itu jatuh terpingsan.


__ADS_2