Amazing Beauty

Amazing Beauty
22


__ADS_3

Naela mengerjapkan matanya, kepalanya sangat sakit sekali karena terbentur ke kaca mobil.


Naela menyeka darah yang ada dikeningnya, ia melihat kearah sekitar mencari Kala.


"Kala?"


Naela membuka pintu mobil dan keluar dari sana, mencari Kala yang entah pergi kemana.


Karena tidak menemukannya Naela mencoba membangunkan sopir yang masih pingsan itu.


"Pak, bangun..." kata Naela sambil menggoyang-goyakan badan sopir yang bernama Adit itu.


"Ada apa non?" tanya sopir itu sambil memegang kepalanya yang sangat sakit.


"Kala, tolong cari Kala pak. Dia gak ada." kata Naela dengan sangat cemas.


Adit membulatkan matanya dan tanpa menunggu lama langsung mencari Kala disekitaran sana.


Tetapi tetap saja tidak ditemukan, Adit menyuruh Naela untuk kembali ke dalam mobil.


"Masuk aja non, saya bakal cari non Kala pake mobil, sekarang non Naela telepon tuan Reja aja." kata Adit sambil bersiap menggunakan sabuk pengamannya.


Naela menganggukan kepalanya lalu meraih ponsel di saku celana dan langsung menelpon Reja.


Disisi lain Reja mematung saat menerima panggilan dari Naela, ia berusaha untuk menelpon Kala tetapi sayangnya ponsel Kala dimatikan.


"Kamu dimana Kal..." gumam Reja dalam hati.


Reja langsung menelpon kedua orang tuanya, memberitahu jika Kala menghilang. Jeanno dan Dianna panik dan langsung membantu anaknya tersebut untuk mencari calon istrinya.


Jam sudah menunjukan pukul dua dini hari dan Kala masih belum ditemukan.


Kini Naela dan Reja sudah berkumpul di rumah orang tuanya Reja, mereka semua sangat khawatir setelah mendengarkan cerita Naela saat itu.


"Ibu aku harus bagaimana?"


Dianna memeluk tubuh putranya itu mencoba untuk menenangkannya. "Pah, apa kita telepon polisi aja biar mereka mencari Kala? sudah jam segini Kala belum ditemukan." ucap Dianna kepada suaminya.


Jeanno menganggukan kepalanya. "Baik mah, papah bakal telepon polisi sekarang." kata Jeanno lalu pergi dari sana.


Dianna kembali menatap wajah putranya itu dan mengusap-usapnya dengan penuh kasih sayang.

__ADS_1


"Kala bakal baik-baik ajakan bu?" tanya Reja.


Dianna mengangguk. "Iya Kala pasti baik-baik aja, sayang." ucap Dianna


"Papah udah nelepon polisi, kalian gak usah khawatir..." katanya.


"Reja khawatir pah, aku ga bisa diem aja, aku mau nyari Kala." kata Reja lalu melangkahkan kakinya kearah pintu luar.


Jeanno dan Dianna tidak bisa berbuat apa-apa, membiarkan putranya untuk pergi mencari Kala, sedangkan mereka berdua pun sama membantu Reja untuk mencari Kala lagi.


***


Di tempat lain Kala membuka matanya, ia melihat kesisi ruangan yang sangat gelap.


"Kepalaku..." gumam Kala sambil memegang kepalanya yang terasa sakit.


"Lo udah bangun ternyata."


Kala melihat keasal suara, seorang laki-laki menyalakan lampu lalu berjalan mendekati gadis itu.


"Arzan?"


"Ngapain lo bawa gue kesini?" tanya Kala meninggikan suaranya.


"Gila lo, lepasin gue!" teriak Kala.


"Tantangan yang menarik bukan, gue bakal dapet saham perusahaan dia dan gue juga punya kesempatan nidurin lo secara gratis."


Arzan semakin melangkah mendekati Kala, ia membuka tali yang diikat di kedua tangan gadis itu, setelah terlepas Arzan membanting tubuh Kala ke atas kasur.


"Lepasin gue, brengsek!"


Disisi lain Reja menghentikan mobilnya di depan taman bermain, ia memegang kepalanya yang sangat pusing.


"Kamu dimana Kal..."


Reja mengambil ponselnya dan menelpon kembali nomor Kala, tetapi nomornya masih tidak aktif.


Laki-laki itu menyenderkan punggungnya dikursi mobil, ia menghembuskan nafasnya.


Lima menit berdiam diri ponsel Reja tiba-tiba bergetar, ia langsung melihat ponselnya, terdapat pesan masuk dari Daffa.

__ADS_1


Daffa:


Ja


Cewek lo kabur


Sorry, tadi gue pake sebentar.


Reja:


Sialan lo Daf, gue gak akan pernah maafin kelakuan lo kali ini!


Reja mengepalkan tangannya dan langsung menghidupkan mesin mobilnya, kali ini dia benar-benar tidak akan pernah memaafkan Daffa.


Di tempat lain, Arzan keluar dari kamar Daffa dan langsung menghampirinya.


Sekarang Daffa, Arzan dan juga Ghaffar sedang berkumpul, mereka bertiga tertawa puas.


"Kerja bagus." ucap Daffa


"Kelar tuh cewek ditangan gue." kata Arzan sambil menyeka keringat yang ada di pelipisnya.


"Gue pegang janji lo atas bayaran tadi" lanjut Arzan sambil duduk di samping Reja.


"Aman, gue udah siapin semuanya."


"Lo kok bisa, cewek itu kagak ngelawan?"


"Tadinya, tapi gue bikin dia pingsan."


"Terus, Reja gimana?" tanya Ghaffar.


"Soal dia belakangan, setidaknya kalau Kala gak bisa gue milikin tapi gue udah bikin dia tersiksa."


"Lo bener-bener sahabat gue Daf." kata Ghaffar sambil menepuk pundak laki-laki itu.


Kala terbangun, kali ini perasaannya tidak baik-baik saja ia melihat dirinya di cermin.


"Gue udah kotor." gumam Kala


Dengan balutan dress bewarna putih, Kala melihat kearah jendela yang tertutup rapat.

__ADS_1


Gadis itu mendekati jendela dan membuka jendela itu, tanpa berpikir lama gadis itu langsung kabur melewati jendela tersebut.


__ADS_2