
Empat hari berlalu tepat hari minggu, hari pernikahan Kala dan juga Reja. Para tamu undangan sudah hadir beberapa diantara mereka saling bertukar kabar dan juga cerita.
Semburat senyum yang Jeanno dan Dianna pamerkan malam itu, merasa sangat bahagia karena hari yang dinanti-nanti oleh mereka berdua.
"Jeanno, kau sudah punya menantu juga hahaha." ucap salah satu rekan kerjanya.
Jeanno ikutan terkekeh, "Tentu saja kau kapan? anakmu seumuran dengan anakku."
"Dia sangat susah sekali diatur, tapi dia sudah mempunyai calon nanti jika akan menikah pasti aku akan mengundangmu."
"Itu harus." ucap Jeanno
"Sayang, aku mau liat Kala ke ruang make up ya.." izin Dianna kepada suaminya.
"Nanti saja, sebentar lagi Kala akan keluar dan acaranya pun akan segera dimulai. kita tunggu Kala di meja kita saja."
Dianna memanyunkan bibirnya, ia ingin sekali melihat Kala, tapi karena suaminya sedang membutuhkannya mau tidak mau ia harus menemaninya.
Di tempat lain Kala menatap wajahnya di depan cermin, gadis itu sangat cantik dengan balutan make up yang tidak terlalu tebal dan juga baju pengantin putihnya.
Naela tersenyum melihat penampilan Kala yang sangat menakjuban itu, ia menghampirinya dan langsung merangkul pundak Kala.
"Kau sangat cantik sekali menggunakan pakaian pengantin ini, bagaimana apakah bajunya sangat pas?" tanya Naela menatap wajah Kala di cermin.
"Sangat pas." jawab Kala sambil tersenyum.
"Kau tidak perlu gugup..."
"Aku tidak gugup, hanya saja takut."
"Takut? kenapa kau takut?" tanya Naela.
"Begini, aku itu..."
Kala menghentikan kalimatnya saat mendengar suara seorang wanita yang terdengar sangat nyaring.
__ADS_1
"Kala..."
"Kalesha, Seyna."
"Astaga, kau sangat cantik sekali." imbuh Seyna.
"Momen ini tidak boleh dilewatkan, izinkan aku untuk memotretmu." timpal Kalesha sambil menyalakan layar ponselnya.
"Baiklah, aku akan menggunakan gaya apa biar terlihat lebih cantik?" tanya Kala.
"Tidak menggunakan gaya pun, kau tetap terlihat cantik." timpal Jenia yang datang dari arah pintu bersama Gisella.
"Kalian datang juga ternyata, kenapa sangat lama sekali?" tanya Naela.
"Aku dan Gisella harus menunggu Mahen, Zhafran dan Raksa bersiap-siap mereka seperti wanita saja."
Semua orang yang ada diruangan jtu sontak tertawa mendengar perkataan Jenia. "Lalu dimana mereka bertiga?" tanya Naela sambil melihat sekeliling.
"Mereka bertiga pergi ke ruangan Reja." jawab Gisella
"Sebentar lagi, aku akan merapihkan rambut Kala terlebih dahulu." jawab seorang wanita yang sedang merias Kala.
"Aku sangat tidak sabar sekali." kata Kalesha lalu kembali memotret Kala.
Setelah selesai, Kala langsung keluar dari ruangan make up. karena acara sudah dimulai gadis itu langsung pergi ke aula utama didampingi oleh Naela.
Banyak sekali para tamu yang memperhatikannya, mereka semua adalah rekan kerja Jeanno, Reja dan ada beberapa rekan kerja Kala.
"Cantik sekali dia." imbuh Bima saat melihat Kala berjalan menuju pelaminan.
Tak lama kemudian Reja datang didampingi oleh sekretarisnya yang bernama Nael, laki-laki itu begitu tampan dengan kemeja putih dan balutan jas hitamnya.
__ADS_1
"Pantas Kala menyukainya, dia memang sangat tampan." ucap Kalesha.
Seyna langsung menyenggol pundak Kalesha untuk menyadarkan gadis itu. "Ingat Kales, Leonard sedang ada disini." bisik Seyna
Kalesha langsung tersadar dan melihat kearah kekasihnya yang tak jauh darinya.
"Aku lupa."
"Kau ini benar-benar."
***
Setelah mengucapkan janji pernikahan, Reja dan Kala sudah sah menjadi pasangan suami istri.
Jeanno dan Dianna sangat bahagia sekali melihat putranya yang sekarang sudah dewasa.
Kala dan Reja menghampiri mereka berdua dan langsung berpelukan secara bergantian.
"Sayang, ibu harap kau bisa menjaga Kala dengan baik, sayangi Kala sebagaimana kau menyayangi ibu." ucap Dianna sambil mengusap wajah putranya itu.
"Tentu saja ibu, itu sudah menjadi kewajibanku sebagai seorang suami."
"Kau pintar sekali seperti papah." timpal Jeanno lalu didapati tatapan tajam oleh Dianna.
Bagaimana tidak, bisa-bisanya laki-laki paruh baya itu bercanda disuasana mengharukan ini.
"Agar tidak terlalu bersedih." ucap Jeanno dengan polos.
"Aku dan Kala akan menyambut para tamu dulu."
"Baiklah, papah dan ibumu juga akan menyambut para tamu yang datang, jika kalian kelelahan kalian bisa beristirahat dulu."
"Baik pah, terima kasih."
Aw aw udah sah nih wkwkwk...
__ADS_1