Amazing Beauty

Amazing Beauty
36


__ADS_3

Reja dan Kala memasuki rumah yang terlihat sangat besar itu demgan seorang satpam yang mengikutinya dari belakang.


"Pak, bawa simpan koper saya dikamar ya, terima kasih sebelumnya" ucap Kala sambil mengulumkan senyumannya.


"Baik non."


Satpam itu berjalan menuju kamar Kala lalu dari arah dapur terlihat Naela yang sedang berjalan menghampirinya.


"Kala, kau kemari?"


Naela dan Kala saling berpelukan, menuangkan rasa rindunya. "Iya aku sengaja mengantarkannya karena aku akan pergi ke prancis untuk beberapa hari kedepan, jadi aku akan menitipkan Kala disini." jawab Reja


"Benarkah? akhirnya aku punya teman bercerita lagi." kata Naela kembali memeluk Kala dengan sangat erat.


"Sayang, aku harus segera pergi ke bandara sekretarisku sudah menungguku disana, ingat jaga dirimu dan juga bayi yang ada di dalam kandunganmu, mengerti?"


"Kau ini cerewet sekali, tanpa kau suruh aku pasti akan melakukannya." ucap Kala sambil melepaskan pelukannya dengan Naela, gadis itu langsung bergantian memeluk suaminya itu.


"Jika aku menelponmu, kau harus mengangkatnya!"


"Baiklah, baiklah..." kata Reja sambil terkekeh.


Setelah melepaskan pelukannya, Reja kembali ke mobilnya diantar oleh Kala dan juga Naela.


Kala melambaikan tangannya setelah mobil Reja itu pergi dari halaman rumahnya.


"Ayo kembali masuk, aku ingin menceritakan semuanya kepadamu." ucap Naela sambil menarik tangan Kala membawanya kembali kedalam rumah.


"Menceritakan apa?"


"Semuanya, menceritakan kejadian yang aku alami semenjak kau pindah dari rumah ini." jawab Naela dengan antusias.


"Cerikanlah, aku ingin mendengarkannya." kata Kala


Naelapun menceritakan semua yang dialaminya sejak Kala pindah dari rumahnya sendiri, dari kejadian kecil hingga seterusnya.


Terdengar suara tawa di ruangan itu, mereka berdua tertawa terbahak-bahak setelah Naela menceritakan soal Kala.


"Bagaimana bisa kau masih mengingat kejadian itu, sangat memalukan." seru Kala yang masih terkekeh.


"Tentu saja, aku bahkan memotretnya."


"Benarkah, coba aku lih..."

__ADS_1


Kala menghentikan perkataannya karena suara dering ponsel yang mengalihkan perhatiannya.


"Jawablah dulu." ucap Naela lalu diangguki oleh Kala.


Terlihat nama Kanza yang tertera di layar ponselnya, Kala mengalihkan pandangannya kearah Naela.


"Siapa?"


"Aku akan menjawabnya." ucap Kala lalu beranjak pergi.


Kala berjalan menuju kamarnya dan mengunci rapat-rapat pintunya itu, gadis itu menelpon ulang nomor Kanza.


Beberapa detik panggilan tersambung. "Hallo Kanza, ada apa kau menelponku?" tanya Kala.


"Benarkah ini Kala?"


"Iya benar, ini aku."


"Ternyata kau masih menggunakan nomor lama."


Kala tertawa kecil mendengarnya. "Emm... aku ingin bertemu denganmu, apakah bisa?" tanya Kanza.


"Sekarang? mungkin kalau sekarang aku bisa." jawab Kala


Kala menganggukan kepalanya lalu menutup panggilan itu secara sepihak, setelah mendapati alamatnya Kala langsung keluar kamar dan bersiap-siap untuk pergi.


"Kau ingin pergi kemana?" tanya Naela yang kebingungan.


"Aku ingin pergi keluar."


"Kemana? biarkan aku yang mengantarkanmu."


"Tidak perlu, biar aku yang pergi sendiri."


"Kala, aku sudah berjanji kepada suamimu untuk menjagamu, lebih baik kau menurut kepadaku saja jika tidak aku akan mengadukannya kepada suamimu!" ancam Naela membuat Kala terdiam.


Terdengar suara helaan nafas yang keluar dari mulut Kala, gadis itu kemudian menganggukan kepalanya.


"Baiklah, ayo kita pergi." ucap Kala


Naela tersenyum dan langsung mengambil kunci mobilnya.


***

__ADS_1


"Alamatnya benar disini?" tanya Naela sambil memarkirkan mobilnya.


Kala hanya menganggukan kepalanya sambil melirik kesana kemari mencari keberadaan seseorang.


"Kau sedang mencari siapa? apakah kau datang kesini karena kau ingin menemui seseorang?" tanya Naela.


"Iya, aku ingin menemui Kanza."


"Kanza? tunggu apakah itu sahabat maksudku mantan sahabatmu?"


"Iya."


"Kenapa kau ingin menemuinya?"


"Karena dia ingin menemuiku."


"Kala, apakah kau tidak begini kau..."


"Kau tidak perlu khawatir, aku lihat sepertinya Kanza sudah merasa bersalah dengan tindakannya di masa lalu."


"Sebelumnya kau sudah menemui dia?" tanya Naela lagi dan diangguki oleh Kala.


"Astaga, Kala kenapa kau sangat polos sekali! dengar perkataanku baik-baik. kita sama sekali tidak mengetahui pikiran dan isi hati seseorang bagaimana jika Kanza melakukan kesalahan yang sama lagi?"


"Tidak Naela, aku melihat dari kedua matanya jika dia benar-benar sudah tidak seperti itu lagi."


"Makanan yang aku tadi beli mana?"


Naela hanya bisa menghela nafasnya, ia lupa jika Kala sangat keras kepala dan apa yang ingin ia lakukan saat itu pun juga tidak bisa diganggu gugat.


"Belakang."


Kala membuka sabuk pengamannya dan membawa kantong pelastik yang berisi makanan bayi, ia berniat ingin memberikannya kepada anaknya Kanza.


"Tunggu!"


Kala kembali menutup pintu mobil saat mendengar suara Naela yang terdengar jelas di dalam mobil.


"Ada apa?"


"Gunakan masker dan topimu."


Kala tersenyum dan langsung memakai topi dan masker yang Naela berikan untuknya.

__ADS_1


__ADS_2