
Keesokan harinya Mahen, Seyna, Kalesha dan juga Kenzi sudah berkumpul untuk di wawancarai tentang film terbaru mereka.
Kamera sudah siap untuk merekam mereka semua. pembawa acara juga sudah siap dengan pertanyaannya.
"Baiklah, apa tanggapan kalian setelah filmnya rilis? baru satu hari sudah ada banyak sekali viewers, dan banyak sekali penggemar yang menanyakan apakah ada season ke duanya?" tanya pembawa acara itu sambil terkekeh.
"Sangat senang sekali, aku pribadi tidak akan menyangka jika film ini akan booming langsung, jika untuk season ke dua aku tidak bisa menjawabnya." jawab Seyna sambil tertawa diakhir kalimatnya.
"Sebelum filmnya rilis juga sudah ada banyak sekali spoiler dan beberapa teori apakah film ini akan happy ending atau malah sebaliknya, apa tanggapan kalian tentang ini?"
"Hal itu membangkitkan semangat kami, terima kasih karena sudah mendukung dan menunggu film ini untuk rilis semoga kalian suka dengan hasil kerja keras kami." jawab Mahen sambil tersenyum.
"Oke, disini ada pertanyaan dari penggemar. sejak film ini dirilis kenapa Kala tidak kelihatan?"
"Apa kalian tahu, dimana Kala?" tanya pembawa acara itu.
Mereka berempat terdiam, tidak ingin membuka suara. mereka sudah tahu apa yang terjadi dengan Kala kecuali Kenzi karena Reja menceritakannya.
Merekapun tidak tahu dimana Kala kecuali Kenzi. Laki-laki itu memalingkan muka sambil menggarukan hidungnya.
"Aku mendapat informasi jika Kala pergi ke Australia karena ada urusan disana." jawab Kalesha berusaha untuk tetap tenang.
Kali ini Mahen, Seyna dan juga Kenzi menatap dirinya dengan bingung. sedangkan pembawa acara itu mengangguk, mempercayai ucapan Kalesha.
Beberapa menit kemudian setelah selesai, mereka berempat berjalan bersama melewati lobby.
"Kenapa kau mengatakan itu?" tanya Mahen.
"Aku mengatakan itu karena Naela yang menyuruhku, aku tidak ingin merusak reputasi Kala sama halnya dengan Naela." jawab Kalesha sambil menghembuskan nafasnya.
__ADS_1
"Naela masih mencari Kala, entah kemana dia pergi aku harap dia segera kembali." ucap Seyna
"Benar, aku merindukannya." timpal Mahen.
"Sebentar, sebenarnya ada masalah apa dengan Kala?" tanya Kenzi karena memang dia benar-benar tidak tahu apa yang dialami oleh gadis itu.
"Kau tidak mengetahuinya?" tanya Kalesha dan mendapati gelengan kepala dari Kenzi.
"Sebenarnya masalah yang menimpa Kala sangat berat sekali, aku tidak sanggup untuk mengatakannya." kata Kalesha.
Kenzi kembali berpikir, ia sangat penasaran sekali karena selalu melihat Kala menangis saat dirinya mampir kerumah.
"Jika kau menemui Kala bilanglah kepada kita." seru Mahen
Disisi lain Kala sangat bosan sekali, ia mematikan televisi yang menampilkan wawancara tersebut.
"Aku merindukan kalian." gumam Kala.
"Maafkan aku sudah membuat kalian khawatir."
Saat sedang melamunkan sesuatu Kala merasa sangat pusing sekali, isi perutnya seakan-akan diaduk dan ia ingin langsung segera memuntahkannya.
Gadis itu berlari menuju kamar mandi dan langsung memuntahkan semua isian yang ada diperutnya, setelah merasa lebih baik ia menutup kran dan memandang wajah pucatnya di cermin.
"Kapan terakhir aku datang bulan?" gumam Kala sambil memikirkan kembali kapan terakhir ia datang bulan.
"Bulan ini aku belum datang bulan..."
Kala keluar dari arah kamar mandi dan langsung pergi ke kamarnya, setelah mengganti pakaiannya Kala langsung pergi dari rumah Kenzi.
__ADS_1
Tidak lupa ia menggunakan masker dan juga topi agar tidak ada yang mengenalinya.
Kala berniat pergi ke supermarket untuk membeli testpack, selama tiga hari ini badannya terasa tidak enak sekali, kadang-kadang ia memuntahkan isi di dalam perutnya.
Setelah membayar di kasir, Kala langsung pergi dari supermarket itu tetapi baru lima langkah dia dihentikan oleh seseorang yang menarik tangannya.
Setelah membalikan tubuh Kala terkejut ternyata orang itu adalah Naela, gadis itu menangis dan langsung memeluk Kala tetapi Kala sama sekali tidak membalas pelukannya.
"Kau dari mana saja?"
"Kau membuatku cemas!"
"Ayo ikut aku, kita pulang kerumah." ajak Naela sambil menarik tangan Kala.
"Tunggu, aku..."
"Diamlah Kala, ikut denganku."
Kala dengan pasrah mengikuti Naela untuk pulang kerumahnya, di perjalanan Kala hanya terdiam sambil memegang testpack yang baru saja ia beli.
Naela memandang barang yang digenggam oleh Kala, gadis itu tidak berani menanyakan hal itu karena tidak ingin membuat hati Kala hancur.
"Kau pasti sudah mengetahuinya." ucap Kala sambil mengusap air matanya yang sudah mulai menetes.
Naela menggenggam kedua tangan Kala mencoba untuk menenangkannya.
"Aku ingin mengeceknya hari ini, apakah aku positif atau negatif."
"Karena aku merasakan gejala kehamilan, dan aku telat datang bulan."
__ADS_1
Naela menganggukan kepalanya lalu memeluk tubuh Kala mencoba menahan agar ia tidak menangis.