
Karena hari mulai gelap, Reja dan yang lainnya terpaksa harus bermalam di salah satu rumah penduduk desa sana.
Mereka berempat tengah duduk di depan teras rumah, cuaca malam itu dingin karena desa itu dekat dengan gunung.
"Kirana bener ada di sekitar sini?" tanya Reja.
"Semoga aja, besok pagi kita keliling desa ini buat nyari Kirana." jawab Leonard sambil menepuk pundak Reja.
"Istirahatlah, semenjak kecelakaan itu kau hanya beristirahat sebentar saja." titah Mahen.
Reja menggelengkan kepalanya. "Aku tidak bisa tidur karena selalu kepikiran dengan Kirana."
"Aku yakin dia pasti akan baik-baik saja Rej, dia sekarang pasti sedang menginap di salah satu rumah penduduk yang ada disini." ucap Kenzi mencoba ikut menenangkan Reja.
"Benar, besok kita juga harus kembali mencari Kirana jadi kita harus beristirahat." seru Leonard
Mereka berempat memutuskan untuk kembali kedalam rumah karena cuaca malam itu semakin dingin mereka akhirnya menggunakan jaket saat tidur.
Disisi lain Kirana yang baru saja selesai makan ingin membantu nenek Sumi untuk mencuci piring, tetapi wanita paruh baya itu melarangnya dan menyuruh Kirana untuk beristirahat.
"Biarkan nenek saja, sekarang kau beristirahat." ucap nenek Sumi
__ADS_1
"Tidak nek, Kirana ingin membantu nenek untuk mencuci piring-piring ini." kata Kirana tetap ingin membantu nenek Sumi.
"Nenek akan mencuci piring diluar, dan diluar sana sangat dingin. lebih baik kau diam saja di dalam rumah bawalah selimut di lemari pakaian nenek dan hangatkan badanmu menggunakan selimut itu."
Kirana akhirnya membiarkan nenek Sumi untuk mencuci piring sendirian, gadis kecil itu langsung menghampiri Rezvan yang sedang duduk sambil menonton televisi.
"Rezvan, kata nenek Sumi ambil selimut yang ada di lemari pakaiannya tetapi aku tidak tahu kamar nenek dimana."
Rezvan mengalihkan pandangannya kearah Kirana. "Tunggu sebentar, aku akan mengambilkannya." kata Rezvan sambil beranjak dari tempat duduknya.
Beberapa menit kemudian Rezvan kembali dengan membawakan selimut yang dimaksud oleh Kirana dan memberikannya kepada gadis kecil itu.
"Kau tidak tidur?" tanya Kirana sambil menutupi tubuhnya menggunakan selimut yang diberikan oleh Rezvan.
"Kau menyukai acara televisi seperti ini?" tanya Kirana dan diangguki oleh Rezvan.
"Kenapa..."
"Jangan bertanya terus, lebih baik kau tidur." potong Rezvan membuat Kirana terdiam.
"Baiklah."
__ADS_1
***
Keesokan harinya Kirana terbangun dan langsung pergi ke teras rumah, terlihat Rezvan yang sedang membantu nenek Sumi memasak.
"Kirana kau sudah bangun? segera bersihkan badanmu setelah itu kita sarapan." ucap nenek Sumi sambil mengiris bawang merah.
Kirana tersenyum sambil menganggukan kepalanya, sedangkan Rezvan kini menghampiri Kirana.
"Aku sudah menyiapkan air panas untukmu, ikut denganku, aku akan menunjukan kamar mandinya." kata Rezvan lalu diangguki oleh Kirana.
Setelah sampai di depan kamar mandi, Rezvan pun mulai menunjukan letak-letak sabunnya.
"Aku sudah mencampur air panasnya dengan air dingin dan aku juga sudah menyiapkan handuk..."
"Baiklah, aku mengerti." potong Kirana langsung masuk kedalam kamar mandi.
Setelah selesai membersihkan badannya Kirana langsung di panggil oleh nenek Sumi untuk sarapan pagi.
Makanannya cukup sederhana tetapi Kirana sangat menyukainya, ia menyukai makanan yang dimasak oleh nenek Sumi.
__ADS_1