
"Kalian diamlah di rumah, jika ingin pergi bermain tutup pintu dan dimpan kuncinya di tempat biasa, mengerti?" tanya nenek Sumi.
"Mengerti, tapi nenek ingin pergi kemana?" tanya Kirana.
"Nenek akan pergi ke kebun teh, tidak akan lama." jawab nenek Sumi sambil mengusap kepala Kirana dengan lembut.
"Baiklah nek, hati-hati." ucap Rezvan
Setelah berpamitan nenek Sumi kemudian pergi meninggalkan mereka berdua di rumah, sudah menjadi kebiasaannya setiap pagi pergi ke kebun teh.
Setelah kepergian nenek Sumi, Rezvan kemudian hendak kembaki masuk kedalam rumah tetapi belum sempat masuk Kirana langsung menghentikan langkahnya.
"Rezvan, bermainlah denganku." kata Kirana sambil memegang tangan laki-laki itu.
Rezvan terdian sejenak menatap wajah Kirana tanpa ekspresi. "Bermain?" tanyanya langsung diangguki oleh Kirana dengan antusias.
***
Rezvan dan Kirana pergi ke bukit gunung untuk melihat pemandangan indah disana, Rezvan mendengar dari neneknya jika disana ada sungai dengan air yang sangat jernih.
Laki-laki itu pergi sambil membawa tas di pundaknya, mereka berdua sangat lucu sekali.
Disetiap perjalanan tak henti-hentinya Kirana bercerita sama halnya dengan Rezvan.
__ADS_1
Sesampainya di sungai, Kirana dan Rezvan langsung bermain air disana. "Ini sejuk sekali, Aku dan Mami ku tidak pernah pergi ke tempat seperti ini." kata Kirana tersenyum lebar.
Gadis kecil itu melihat Rezvan dengan tatapan dan senyuman yang jahil, tanpa berpikir lama gadis kecil itu langsung mengambil air ke telapak tangannya dan menyiram air itu ke wajah Rezvan.
Laki-laki itu terdiam sejenak lalu tersenyum dan membalas apa yang Kirana lakukan.
Terlihat wajah Kirana dan Rezvan yanh sangat bahagia bermain di sungai itu, karena lelah mereka berdua akhirnya duduk di bangku yang tidak jauh dari sungai itu.
Rezvan mengambil buku cerita di tasnya, Kirana langsung menyuruh Rezvan untuk segera membacakan cerita dari buku itu.
Akhirnya Rezvan pun membaca isi dari buku itu dan Kirana diam mendengarkannya.
Baru saja halaman 10, Kirana mengantuk dan tertidur. Gadis kecil itu menyenderkan kepalanya di pundak Rezvan.
Di tempat lain Reja, Mahen, Leonard dan Kenzi kini sedang berada di kebun teh untuk mencari Kirana.
Mereka berempat sudah mencarinya di rumah penduduk tetapi tidak menemukannya.
"Kita berpencar." kata Kenzi lalu diangguki oleh Reja, Mahen dan juga Leonard.
Mereka pun mendatangi orang-orang yang sedang memetik daun teh itu, menanyakan keberadaan Kirana sambil menjelaskan ciri-cirinya.
Tak jauh dari sana, Nenek Sumi yang juga sedang ada di sana bingung melihat orang yang sepertinya bukan penduduk dari sana.
__ADS_1
"Siapa mereka?" tanya nenek Sumi kepada salah satu warga.
"Tidak tahu, tapi mereka sedang mencari seorang anak kecil, sepertinya anak kecil itu terpisah dengan mereka berempat."
"Anak kecil? tunggu apakah yang mereka cari anak laki-laki atau perempuan?" tanya nenek Sumi lagi.
"Mereka mengatakan jika anak kecil yang sedang dicari itu perempuan. Ciri-cirinya, anak kecil itu berambut panjang bewarna hitam, dengan baju dress bewarna biru yang ia kenakan, namanya jika tidak salah Kirana."
"Ah begitu, baiklah terima kasih."
Orang itu menganggukan kepalanya lalu kembali melanjutkan aktivitasnya.
"Kirana? apakah yang dimaksud adalah Kirana yang sedang ada dirumahku?" gumam nenek Sumi.
Karena penasaran akhirnya nenek Sumi menghampiri Reja. "Apakah kalian sedang mencari anak kecil yang bernama Kirana?" tanya nenek Sumi.
"Benar, apakah anda melihatnya?" tanya Reja.
"Saya tidak yakin, tapi setelah mendengar ciri-ciri yang kalian katakan sepertinya itu memang anak kecil yang sedang ada dirumahku."
"Benarkah, lalu dimana?" tanya Mahen.
"Mari, ikut saya." kata nenek Sumi kepada mereka berempat.
__ADS_1
Reja, Mahen, Kenzi dan juga Leonard pun mengikuti nenek Sumi dari belakang.