Amazing Beauty

Amazing Beauty
Bagian 03


__ADS_3

Hembusan angin yang memasuki pori-pori Kirana, dengan perlahan gadis kecil itu membukakan matanya, terlihat seorang anak laki-laki yang seumuran dengannya tertidur tepat di sampingnya.


"Mami, papah..." gumam Kirana sambil melihat kesekitar.


Tempat yang sama saat dirinya jatuh terpingsan. "Mami, kirana takut..." air matanya gadis kecil itu mulai menetes membasahi pipinya.


Seorang anak laki-laki yang tadi tertidur disamping Kirana kini terbangun karena suara isakan gadis kecil itu.


Dengan wajah tanpa ekspresi anak laki-laki itu menatap wajah Kirana yang sekarang juga sedang menatapnya.


Beberapa menit kemudian ank laki-laki itu beranjak berdiri dan pergi meninggalkan Kirana tanpan mengatakan apapun.


Karena takut, Kirana mengikuti langkah laki-laki itu, entah kemana tujuannya Kirana pun tidak tahu.


Disisi lain Kala membuka matanya dan melihat kearah Reja yang sedang menunggunya untuk sadar.


"Dimana Kirana?" tanya Kala sambil berusaha untuk bangun.


Reja membantu istrinya untuk bangun, laki-laki itu memilih untuk diam. Ia pun tidak tahu keberadaan anaknya.


"Semenjak kecelakaan itu aku gak tau Kirana pergi kemana..."


"Maksud kamu?" tanya Kala tidak mengerti.


"Anak kita menghilang."


Kala membulatkan matanya dan melepaskan selang infus yang ada ditangannya, hal itu membuat Reja terkejut.


"Kamu mau kemana?"

__ADS_1


"Aku mau nyari Kirana."


"Gak boleh sayang, kamu lagi hamil. Biar aku aja yang nyari Kirana, Kenzi juga sekarang lagi nyari Kirana sama beberapa polisi."


"Tapi..."


"Dengerin aku, kamu harus jaga anak aku yang ada di dalam perut kamu, tadi hampir aja kamu kehilangan bayi kita. nurut oke? biar aku dan kenzi yang mencari Kirana."


"Tapi kamu harus janji, temuin Kirana."


"Aku janji, aku akan berusaha buat nemuin Kirana."


Hati Kala sedikit tenang, ia memeluk tubuh suaminya dengan erat. ibu mana yang tidak khawatir jika mendengar anaknya hilang.


Semua ibu pasti merasa khawatir dan tidak tenang jika mendengar anaknya hilang atau dalam bahaya.


Anak laki-laki itu menghentikan langkahnya begitu menyadari jika Kirana mengikutinya dari tadi.


Ia membalikan tubuhnya dan melihat Kirana yang sedang menatapnya dengan tatapan yang begitu sendu sambil memegang perutnya yang sepertinya gadis kecil itu sedang kelaparan.


"Kenapa kau mengikutiku?" tanya anak laki-laki itu.


Kirana hanya terdiam tidak mrnjawab, karena tidak mendengar jawaban dari Kirana, anak laki-laki itu pun kembali membalikan tubuhnya dan hendak kembali pergi.


"Aku baru saja mengalami kecelakaan. Aku tidak mengetahui keberadaan Mami dan Papahku." kata Kirana membuat langkah anak laki-laki itu berhenti.


"Aku lapar..." lanjut Kirana.


Anak laki-laki itu kembali menatap Kirana, ia melihat kearah sekitar mencoba mencari sesuatu.

__ADS_1


Setelah mendapatkan apa yang ia inginkan, anak laki-laki itu mendekati pohon mangga dan memanjat untuk mengambil buah mangga.


Setelah mendapatkannya anak laki-laki itu turun dan menghampiri Kirana yang sedang memperhatikannya dari tadi.


Kirana mengambil buah mangga yang anak laki-laki itu berikan kepadanya, gadis kecil itu tersenyum.


"Ba-bagaimana aku memakannya, jika kulit buah mangga ini tidak di..."


Anak laki-laki itu mengambil kembali buah mangga yang ada di tangan Kirana, ia langsung menggigitnya.


Kirana hanya terdiam melihat apa yang dilakukan oleh laki-laki itu.


"Sebenarnya dia ikhlas tidak memberikan buah mangga itu kepadaku." gumam Kirana dalam hati.


"Aku sudah mengupas kulut buah mangga ini, sekarang makanlah." kata anak laki-laki itu membuyarkan lamunan Kirana.


Gadis kecil itu mengambil kembali buah mangga yang diberikan oleh laki-laki itu, ia melihat bagian daging buah itu.


Kirana kembali tersenyum, ia duduk di bebatuan yang ada di dekat pohon, gadis kecil itu langsung memakan buah mangganya.


Anak laki-laki itu ikut duduk disamping Kirana dan menatapnya. "Jika kau tersesat disini, lalu bagaimana?" tanyanya.


Kirana menghelakan nafasnya, ia berhenti memakan buah dan kini menatap wajah laki-laki itu.


"Bagaimana jika aku tinggal dirumahmu saja? aku yakin jika papahku sekarang sedang mencariku dengan beberapa polisi." kata Kirana sambil melanjutkan memakan buah mangganya.


Anak laki-laki itu terdiam memikirkan perkataan Kirana, sebenarnya ia tinggal bersama neneknya tidak jauh dari sini.


Ayah dan ibunya menitipkan dirinya kepada nenek karena mereka berdua akan pergi bekerja keluar kota.

__ADS_1


__ADS_2