Amazing Beauty

Amazing Beauty
23


__ADS_3

Reja memukul wajah Daffa dengan sangat keras membuat sudut bibir laki-laki itu mengeluarkan darah.


"Sialan lo Daf!" teriak Reja.


"Kalau lo gak mau nerima Kala yang udah gue tidurin, lebih baik kasih gue aja." kata Daffa sambil tersenyum


"Gak akan."


"Lo nyari Kala? tuh..."


Reja melihat kearah yang di tunjuk oleh Ghaffar, terlihat Kala yang sedang berlari menjauhi tempat itu.


"Awas lo, urusan ini belum selesai!" ancam Reja lalu berlari menyusul Kala.


Gadis itu berlari dengan sekuat tenaga, tak kuasa ia menahan air matanya.


"Kala!" teriak Reja.


Tetapi Kala tidak memperdulikannya, yang ia inginkan saat ini pergi menjauhi Reja.


Kala merasa saat ini tidak pantas lagi bersama Reja, mau bagaimana pun ia tidak ingin mengotori nama laki-laki itu.


"Maafin aku Rej, aku gak pantes lagi. aku udah gak ada harga diri lagi." gumam Kala sambil menangis.


Gadis itu melihat kearah belakang, Reja masih tetap mengejarnya, Kala menyembunyikan diri di pohon yang lumayan sangat besar.


Tubuhnya melemah, ia duduk di rerumputan dengan kepala yang ia taruh di lipatan kedua lengannya.


Kala memejamkan kedua tangannya, tidak ada yang ia harapkan lagi kali ini, tidak mungkin jika ia menikah dengan Reja saat dirinya sudah dikotori oleh laki-laki lain.


Kala terisak, hatinya benar-benar sakit sekali. Dia telah menyakiti hati Reja dan laki-laki itu tidak akan mungkin menerima dirinya yang sudah tidak perawan lagi.


Saat sedang menangis, Kala mendengar suara seorang laki-laki dan membuatnya langsung menghentikan tangisan itu.


"Kala?"

__ADS_1


Kala mengubah posisinya menjadi berdiri, gadis itu langsung mengusap air matanya.


Tetapi Kenzi tidak sebodoh itu, ia sudah mengetahui jika Kala sudah menangis.


Saat Kala hendak membalikan tubuhnya dan ingin pergi dari hadapan Kenzi, laki-laki itu langsung menarik tangan Kala menghentikan langkah gadis itu.


"Sepertinya kau tidak baik-baik saja, ikutlah denganku." kata Kenzi lalu menarik tangan Kala agar mengikutinya.


Disisi lain Reja menghentikan langkahnya ia tidak tahu lagi harus mencari Kala kemana, ia meraih ponsel yang ada di saku celananya lalu langsung menelpon Dianna.


"Ibu, Kala udah ketemu tapi dia kabur dari aku." ucapnya sambil terisak.


"Kamu ada dimana? biar ibu kesana sama papah."


Reja pun langsung memberitahu lokasinya, dua puluh menit kemudian Dianna dan Jeanno datang, Reja langsung memeluk tubuh wanita paruh baya itu sambil menangis.


"Dimana Kala?" tanya Naela melihat kearah sekeliling.


"Mah, pah. Reja gagal buat lindungin Kala."


"Kenapa sayang, ada apa sama Kala?" tanya Dianna sangat khawatir.


"Mantannya dulu, dia udah nidurin Kala. dan Kala kabur karena itu."


Semua yang ada disana mematung, percaya atau tidak ada rasa kesal di hati Jeanno.


"Dimana rumahnya, biar papah datengin dia!"


***


Kenzi mempersilahkan Kala untuk masuk ke dalam rumahnya, gadis itu tidak bisa berbuat apa-apa selain mengikuti apa yang dikatakan oleh Kenzi.


"Kau sepertinya ada masalah, tinggalah disini sebentar."


Kala mengangkat kepalanya menatap wajah Kenzi. "Jika aku tinggal disini, kau akan tinggal dimana?" tanyanya.

__ADS_1


"Kau lupa? aku memikiki Apartement dan aku nanti akan tinggal disana, jangan memikirkan apa-apa tidak akan ada yang kesini. tenangkan saja dulu pikiranmu." jawab Kenzi


Kala menganggukan kepalanya, ia melihat kearah sekitar. "Tunggu sebentar, aku akan pergi ke kamar dulu." ucap Kenzi lalu diangguki oleh Kala.


Beberapa menit setelah menunggu, Kenzi datang dengan membawa baju ditangannya.


"Sepertinya kau sedang datang bulan, gantilah pakaianmu dengan pakaian ini." kata Kenzi sambil menunjukan arah kamar mandi.


Kala dengan perlahan mengambil baju yang diberikan oleh Kenzi, dan berjalan kearah kamar mandi. Sesampainya di kamar mandi Kala langsung mengunci pintu rapat-rapat dan menyalakan air kran.


Gadis itu menangis, suara air menelan suara isakannya. Ia malu jika harus berhadapan dengan Reja apalagi pernikahannya akan berlangsung tidak lama lagi.


Setelah sedikit tenang, Kala keluar dari kamar mandi dan melihat Kenzi tidak ada disana lagi.


Kala menghembuskan nafasnya sambil mendudukan bokongnya di sofa.


Ia memikirkan kembali kejadian yang baru dialaminya tadi, hal itu membuat air matanya kembali terjatuh.


Harus sekuat apa Kala menghadapi ujian seperti ini, rasa takut itu kembali muncul di benaknya.


Selain kehilangan orang yang dia cintai, ia pun kehilangan keperawanannya.


Kenzi kembali datang dengan membawa papper bag di tangannya, ia melihat Kala menangis, laki-laki itu menatap Kala yang sedang terisak.


"Sebenarnya dia ada masalah apa?"


"Apakah dia sedang bertengkar dengan calon suaminya?" gumam Kenzi dalam hati.


Laki-laki itu berdehem dan membuat Kala langsung segera menghapus air matanya, gadis itu menatap Kenzi yang sedamg mendekatinya dengan membawa papper bag di tangannya.


"Sepertinya kau belum makan, Asistenku tadi membelikan ini, makanlah." kata Kenzi sambil mempersiapkan makanannya dimeja.


Kala hanya terdiam melihat gerak gerik Kenzi yang sedang mempersiapkan makananannya.


"Aku akan langsung pergi ke Apartementku, setelah kau selesai makan kau harus langsung membersihkannya,"

__ADS_1


"Besok aku akan datang lagi kesini dan aku tidak ingin melihat rumahku berantakan. Dan aku harap besok kau membaik agar kaubl tidak menetap disini lagi."


Kala menganggukan kepalanya, setelah Kenzi berpamitan pergi Kala langsung memakan semua makanan yang dibelikan oleh Kenzi.


__ADS_2