
"Aku kira dia orangnya dingin dan tidak mau bersahabat dengan siapapun. Tapi kenapa dia mau di dekat kami atau karena Safa anak kandungnya dan aku, dia anggap apa" tanya Mutia dalam hati.
"Mutia, maaf" ucap Nathan waktu dia melihat Mutia melamun.
"Maaf untuk apa?" tanya Mutia binggung dengan ucapan Nathan yang tiba-tiba minta maaf dengan dirinya.
"Maafkan kesalahan aku enam tahun yang lalu, hanya karena ***** yang berlebihan jadi aku melakukannya itu dengan dirimu dan aku juga tidak tahu kalau kejadian malam itu menghasilkan seorang anak yang cantik" jelas Nathan.
Mutia terdiam dan menerawang jauhnya perjalanan dia dan Safa enam tahun ini. Dari kehamilan Safa, Safa lahir, dicaci maki warga karena Safa lahir tidak ada ayah, pindah tempat kost, Safa yang sering diejek oleh teman-temannya atau ada orang tua dari anak yang tidak memperbolehkan anaknya berteman dengan Safa. Tak terasa air mata Mutia menetes, ingin rasanya dia marahi Nathan atau mengutuk Nathan. Gara-gara Nathan, Mutia mengalami semuanya sedih, tawa, dihina orang semua sudah ada di dalam hidupnya.
"Maafkan aku, aku akan menebus semuanya. Biarkan aku merawat Safa, biarkan aku mengasih namaku di belakang nama Safa" ucap Nathan.
"Maksud pak bos?".
"Menikahlah denganku" ucap Nathan tiba-tiba dan membuat Mutia terdiam dan menghapus air matanya.
"Jangan bercanda pak, kita ini tidak saling mencintai. Jadi aku mohon jangan bilang seperti itu" kata Mutia pelan.
"Kenapa aku harus bercanda?, aku serius dengan apa yang aku katakan. Menikahlah denganku demi Safa" ucap Nathan mengulangi lagi ucapannya tentang lamaran tadi.
"Aku tidak bisa pak bos" jawab Mutia
"Pikirkan tentang Safa, dia butuh sosok ayah di sampingnya. Safa mungkin sekarang bisa menerima kalau ayahnya pergi jauh. Tapi beberapa tahun lagi, dia akan bertanya dimana ayahnya" ucap Nathan menepuk pundak Mutia dan meninggalkan Mutia sendiri.
"Aku sanggup tanpa anda pak bos, dan Safa juga tidak butuh seorang ayah" teriak Mutia. Dan semua orang pada melihati Mutia teriak.
Mutia duduk dan memegangi dadanya yang sakit sehabis berteriak.
"Aku tidak akan pernah mau menikah dengan anda pak bos" ucap Mutia dihati.
Setelah bicara seperti itu dengan Mutia, Nathan langsung masuk kedalam mobilnya.
"Gila, aku bicara apa?. Kenapa tiba-tiba aku melamar Mutia?, kacau" teriak Nathan dan memukuli stir mobilnya.
Mutia duduk di kantin, dia memesan makanan dan minuman karena semenjak kemaren Mutia belum makan.
"Berapa semuanya" tanya Mutia yang mau membayar makanan dan minumannya.
"Tidak usah mbak" tolak penjaga kasir.
"Kenapa" tanya Mutia yang masih memegang uangnya.
"Karena memang ada pesan dari kepala kantin, kepala kantin memberikan sebuah foto dan itu foto mbak. Katanya kalau mbak mau makan dan minum disini semuanya gratis mbak. Malahan sampai puas mbak" jelas penjaga Kasir.
__ADS_1
Mutia yang mendengar penjelasan penjaga kantin, hanya bisa bengong dan penasaran siapa yang menyuruh hal semacam itu.
"Apakah pak bos" tanya Mutia dalam hati.
"Orangnya ini" tanya Mutia memberikan foto Nathan dengan penjaga kasir.
"Iya mbak" jawab penjaga kasir.
"Pak bos" ucap Mutia.
Rasa lapar Mutia hilang, dan Mutia keluar dari kantin untuk mencari Nathan.
"Pak bos" geram Mutia.
Nathan sekarang ada di sebuah club ternama. Banyak wanita yang mendekati Nathan, tapi Nathan tidak memperdulikan semuanya. Baginya yang sekarang dipikirnya hanya ada Mutia dan Safa.
"Aku harus menikahi Mutia, biar Safa bisa bersamaku" ucap Nathan sendiri.
Nathan pun mengambil handphonenya dan mencari nomor sahabatnya.
"Jemput aku" ucap Nathan dan langsung mematikan teleponnya. Yang ada sekarang Nathan sudah pingsan.
"Pak bos kenapa" sahut Mutia.
"Assalamualaikum" sapa seorang yang sangat Mutia kenal.
"Waalaikumsalam, kak Yama" pekik Mutia dan langsung menutupi mulutnya.
"Mutia mulutmu" ucap Yama dan duduk di kursi.
"Kak Yama, pak bos" seru Mutia menarik baju Yama.
"Ada apa dengan Nathan?, dimana dia?" tanya Yama yang matanya mencari keberadaan Nathan.
"Pak bos tadi nelepon aku, dan minta di jemput. Tapi di jemput dimana?, aku binggung kak" ucap Mutia yang juga duduk di samping Yama.
"Tunggu aku cari dulu lokasi Nathan dimana?" ucap Yama.
Setelah sepuluh menit, tapi tidak ada kata yang terucap di bibir Yama tentang keberadaan Nathan.
"Kak, sudah dapat lokasi pak bos" tanya Mutia yang tidak sabar.
"Kamu sukanya dengan Nathan, khawatir banget" sindir Yama.
__ADS_1
"Tidak, aku khawatir karena dia adalah ayahnya Safa" kata Mutia tapi wajahnya menghadap ke samping.
Itu mengundang tawa bagi Yama, karena selama enam tahun kenal dengan Mutia baru inilah dia melihat Mutia malu dan mengkhawatirkan seorang pria. Dan pria itu adalah Nathan, ayah dari anaknya Safa.
"Yes, kita dapat alamatnya" seru Yama dan langsung berdiri. Yama lupa dengan tujuan dia kesini yaitu untuk melihat keadaan Safa.
"Kak Yama, aku ikut" kata Mutia pelan.
Yama yang mendengarnya langsung ketawa, dia tidak menyangka kalau sebenarnya Mutia sudah mulai menyukai Nathan.
"Tapi Safa" tanya Yama.
"Oh ya aku lupa kak" Mutia langsung menghampiri suster yang menjaga di depan ruang Safa dan Mutia menitipkan Safa dengan Suster.
Yama dan Mutia pergi ketempat Nathan berada.
"Kak, apa yang di lakukan pak bos disini" setelah mereka sampai dan Mutia menutupi telinganya karena suara musik yang keras.
"Mencari kesenangan" jawab Yama yang mencari keberadaan Nathan.
"Jadi pak bos ingin bersenang-senang disini, karena masalah tadi" ucap Mutia yang memegangi dadanya yang sakit.
"Mutia, ada apa?" tanya Yama.
"Tidak apa-apa kak" jawab Mutia dan kembali seperti biasa-biasa saja.
"Lihat itu Nathan" tunjuk Yama yang melihat Nathan yang di temani dua orang wanita yang duduk di kanan kiri Nathan.
Mutia yang melihatnya langsung menghampiri mereka bertiga.
"Maaf mbak, ini suamiku" ucap Mutia lantang. Yama yang mendengarnya ketawa dan senyum-senyum tidak jelas.
Yama membawa Nathan untuk keluar dari club ini, Yama tidak ingin nanti Mutia Bertengkar dengan kedua orang wanita tadi. Mutia mengikuti Yama yang lagi membawa Nathan.
"Kak Yama, pak bos mau di bawa kemana?" tanya Mutia setelah mereka sampai di mobil Yama.
"Mutia kah isterinya Nathan, jadi tahu Nathan akan di bawa kemana" sindir Yama.
"Siapa isterinya pak bos, ya Allah pasti gara-gara ucapan aku tadi. Aku hanya bercanda, kak Yama jangan cerita dengan psk bos. Nanti yang ada dia ketawa atau akan marah dengan aku karena telah mengklaim bahwa pak bos suamiku" ucap Mutia memohon.
Sambil ketawa Yama berkata"Kalau benaran tidak apa-apa" goda Yama.
"Issshhh....kak Yama".
__ADS_1
"Iya nanti aku tutup mulut, ayo masuk hari sudah malam" ajak Mutia dan mengantar Nathan ke Apartemennya.