Anak Ibu

Anak Ibu
Prolog


__ADS_3

Di zaman seperti ini, laki-laki dan perempuan sudah tidak lagi menerapkan budaya malu untuk dirinya sendiri. Melakukan sebuah hubungan terlarang di luar pernikahan, selalu beralaskan atas dasar saling mencintai. Meski kedua pasangan tersebut membenarkan sekalipun, perbuatan tersebut tetap saja salah pada sudut pandang masyarakat.


Mereka selalu berbuat tanpa akal sehat dan pikiran yang panjang. Menurut sebagian dari darah muda itu, sesuatu yang dilakukan secara diam-diam itu akan terasa lebih enak, bahkan beberapa di antara mereka tidak berpikir dampak yang akan ditimbulkan oleh perbuatan yang telah dilakukan. Sekali merasakan kenikmatan, maka mereka akan terus mengulang dosa yang sama.

__ADS_1


Jika nantinya seksualitas sudah terjamah, kemungkinan apa yang akan terjadi? Sebagian anak muda memilih meminum obat KB agar terhindar dari kehamilan, tetapi mereka tidak mengerti dampak dari apa yang telah dilakukannya. Kandungan mengering dan sulit memiliki keturunan, benarkah itu yang akan mereka alami?


Ada juga sebagian laki-laki yang menggunakan pengaman agar si gadis tidak hamil, apakah alat itu benar-benar dapat berfungsi dan aman? Bagaimana seandainya telah terjadi kebocoran? Apa mungkin bisa, untuk menarik kembali air tawar yang sudah menyatu dengan lautan? Bagi seorang pria yang melakukan hal itu, sama saja mencuri harta berharga milik seorang gadis yang masih menjadi hak orang tuanya.

__ADS_1


Jika sudah terlanjur, mereka baru bisa merasakan akibat dari perbuatan yang dihasilkan. Pasangan muda selalu mengabaikan peringatan yang didengar dari para sepuh dan menganggapnya terlalu kuno. Kemudian apabila malapetaka besar benar-benar muncul, maka apa yang akan dilakukan? Aborsi, bunuh diri, atau mengilangkan jejak untuk menutupi aib hasil perbuatan? Sehingga, keluarga pihak perempuan tidak akan menanggung malu. Namun jika nyawa melayang, apa yang akan terjadi? Dapatkah pihak laki-laki bertanggung jawab atas perbuatannya?


Lalu siapa yang layak dipersalahkan? Apakah cinta yang salah? Jika tragedi terjadi, maka segala sesuatu yang bisa dijadikan kambing hitam akan dimunculkan. Kedua belah pihak yang pantas menerima diskriminasi atas perbuatan di luar pernikahan.Tetapi tidak, salah satu dari mereka yang akan menjadi bulan-bulanan massa. Kenapa sering sekali terjadi seperti ini?

__ADS_1


Mereka bersenang-senang bersama, tetapi sebagian darinya tidak ingin merasakan kesusahan yang sama. Jika keberuntungan tidak berpihak pada sang gadis, maka dia yang akan menanggung akibat yang dihasilkan. Apa yang akan mencuat? Buah yang ditanam tidak tumbuh di tubuh lelaki, melainkan pada gadis yang sudah melakukan hubungan di luar status yang diakui. Beban berat akan jatuh pada si penyimpan benih yang ditinggalkan oleh pria tidak bertanggung jawab. Sedangkan, si laki-laki akan bisa dengan bebas melayang tanpa batas.


Jadi, siapa yang telah dirugikan dalam hal ini? Tentu saja hanya pihak wanita yang akan dirundung kemalangan. Bahkan seorang anak yang tidak berdosa, dapat dipastikan akan menyandang gelar anak haram. Padahal julukan tersebut adalah untuk perbuatan, bukan untuk janin yang diciptakan.

__ADS_1


__ADS_2