
...Happy Reading....
Giandra tercengang membaca penawaran itu. Dia seakan tidak percaya dengan apa yang di lihatnya, 300 juta????
Giandra menggosok ke dua matanya agar lebih jelas lagi melihat harga penawaran. Dan hasilnya tetap sama. Penglihatannya masih jelas. Jumlah penawaran yang tertera memang 300 juta. Giandra masih tidak percaya dengan nominal yang ditulis Mr.L. Apa Pria itu serius dan tidak main-main?.
Bahkan membayangkan mendapatkan penawaran ratusan juta pun dia tidak ada. Dia malah merasa dirinya hanya pantas di hargai 10 atau 20 juta, pikirnya. Tapi ini malah ada yang mau membayar Miliaran.
Dengan jumlah sebanyak itu dia bisa membayar biaya pengobatan Qenan dan Qinan, juga dapat membuat kehidupan adik adiknya lebih baik. Dan terpenting dari itu, dapat mengembalikan uang Regina atas pembelian rumah panti.
Mr.L"Kenapa tidak di balas? Atau penawaran ini sudah tidak tersedia?"
Giandra "Masih ada kok." balas Giandra dengan tangan gemetar.
Mr.L" Saya sedang menunggu jawaban kamu."
Giandra terpaku menatap profil Mr.L yang tidak memperlihatkan wajah, hanya tubuh bagian bawah mengenakan kemeja warna putih. Tubuh itu terlihat atletis dan gagah. Pahatan kotak kotak pada perutnya nampak terlihat dari kemeja yang pas di tubuhnya. Kulitnya putih dan mulus. Apa foto profil ini benar asli dirinya? batin Giandra.
Tapi rasa senang yang dia rasakan berganti keraguan. Keraguan menyelimuti hati dan pikiran Giandra. Ini tidak benar, ini dosa, ini maksiat. Ya Tuhan, apa yang harus ku lakukan. Apa ini jalan keluar yang kau tunjukkan? gumam Giandra. Kedua matanya sudah basah. Rasa takut semakin terasa sampai kedua tangannya semakin gemetar hebat. Bahkan ponsel terlepas dari genggamannya jatuh di atas paha.
Mr. L" Kenapa hanya di baca? Atau kamu sudah tidak virgin?"
Mr. L" Baik, saya akan naikkan penawarannya. Jika kamu masih virgin, saya akan bayar kamu 500 juta. Dan jika sudah tidak perawan, saya akan tetap kasih kamu 300 juta! Syaratnya, kamu cukup melakukan apa yang saya mau. Ini penawaran terakhir saya. Saya menunggu jawaban kamu satu menit." pesan susulan dari Mr. L karena tidak ada balasan dari Giandra, padahal Giandra sedang online.
Giandra masih terpaku memandang benda pipih di atas pangkuannya. Dia berulangkali menyeka air mata yang terus mengalir.
__ADS_1
"Papa_Maafkan Gia_Maafkan Gia_ Gia terpaksa melakukan perbuatan Dosa ini." ucapnya serak, tak sadar isak tangisnya lolos. Kedua tangannya yang gemetar terkepal kuat. Bahunya terguncang karena menahan suara tangis. Ujian, cobaan, kepedihan tiada akhirnya dan terus datang dan datang lagi dalam hidup mereka. Kenapa hidup ini terasa tidak adil bagi mereka yang lemah dan tidak memiliki apa pun. Kenapa tidak di berikan pada orang-orang kaya memiliki harta dan kekayaan yang banyak? Kenapa hanya pada mereka yang hidupnya susah dan miskin. "Jangan mengeluh Giandra, ujian adalah bukti cinta dan sayang Allah kepada kita." bisikan itu kembali terdengar di telinganya. Pesan dari almarhum papanya untuk dia dan Jiandra tak kala mengeluhkan hidup yang tidak lepas dari cobaan dan penderitaan."Sabar dan tawakal." Bisikan kedua yang terdengar lembut dan menenangkan, membuatnya merasakan semua beban hidup dan cobaan seakan lepas dan menghilang."Allah akan selalu memberi jalan keluar setiap ujian bagi hambanya yang sabar dan ikhlas menjalani ujian tersebut." Bisikkan ke tiga.
Giandra menatap langit lepas yang gelap, tak ada bulan apalagi bintang yang terlihat bersinar di sana."Papa, apakah ini jalan keluar yang Allah tunjukkan untuk Gia?" ucapnya bertanya kepada sang papa yang seolah melihatnya dari atas sana. Giandra termenung beberapa saat memikirkan langkah selanjutnya yang akan di ambil sembari membayangkan wajah papa dan kakaknya (Bagas dan Jiandra)"Maafkan Gia Pa__kak,,! Gia terpaksa mengambil jalan pintas ini demi Qenan dan Qinan." ucapnya terisak pilu.
"Gia tidak mau mereka pergi meninggalkan Gia sama seperti papa dan kak Jia meninggalkan Gia seorang diri."
"Hanya mereka pengobat rindu Gia pada papa dan kakak. Mereka harta Gia yang paling berharga. Gia akan Melakukan apa pun untuk membuat mereka sembuh dan hidup lebih lama. Menjalani kehidupan ceria dan bahagia seperti anak-anak lainnya."
"Seperti janji Gia pada kakak dulu, Gia akan menjaga anak anak itu selama nafas Gia berdetak. Tak akan Gia biarkan sesuatu yang buruk terjadi mereka!"
Giandra membayangkan wajah tampan Qenan dan wajah cantik Qinan yang pucat karena penyakit. Keputusannya sudah bulat. Perlahan dia menyeka air matanya. Lalu meraih ponselnya, selanjutnya membalas pesan dari Mr L.
"Saya masih Virgin Tuan. Saya setuju dengan penawaran anda. Juga setuju dengan syarat anda." kali ini, gemetar di kedua tangannya berkurang.
Pesannya langsung terbaca. Dan terlihat Mr. L sedang mengetik pesan.
Gia tidak sempat membaca waktu yang diberikan Mr L tadi, 1 menit untuk membalas pesannya. Kedua tangan Gia lemas. Dia menghela nafas panjang "Mungkin bukan ini jalan terbaik yang Allah beri." batinnya. Dia pasrah dan tidak akan melakukan penawaran aplikasi gila ini.
"Tidak apa apa Tuan." balasnya.
Dia hendak menghapus aplikasi itu, tapi batal dengan pesan yang masuk.
Mr. L"Tapi karena mood saya lagi baik hari ini, Saya akan kembali melanjutkan penawaran dengan kamu. Kirimkan nomor rekening kamu. Saya akan transfer sebagian uangnya sekarang. Sisanya nanti setelah kita bertemu. Satu hal yang kamu ingat, setelah kamu menerima uang dari saya, kamu tidak bisa mundur dan menolak syarat dari saya. Karena akibat yang kamu tanggung akan sangat fatal!"
Giandra terpaku, antara senang dan ragu. Tapi begitu teringat Qenan dan Qinan, dia segera membalas pesan Mr.L"Baik Tuan. Saya janji akan mengikuti syarat dan aturan yang anda buat."
__ADS_1
Mr.L: Bagus."
Giandra segera mengetik nomor rekening, tapi bukan nomor rekeningnya, tapi nomor rekening yang lain. Tidak butuh waktu lama, sebuah notifikasi pesan pemberitahuan uang masuk berbunyi. Giandra tercengang melihat pemberitahuan uang 250 juta masuk ke rekening yang di berikan tadi. Mr.L ternyata pria itu tidak sedang mengerjainya, tidak main main dengan penawarannya. Siapa pria ini? Mau mengeluarkan uang sebanyak itu untuk membayarnya. Giandra menebak sudah pasti pria itu memiliki uang yang banyak, dan bukan orang sembarangan.
Mr.L "Uangnya sudah Saya transfer."
Giandra."Sudah masuk Tuan. Katakan syarat apa yang harus saya lakukan?"
Mr. L "Syaratnya akan saya katakan jika nanti kita bertemu. Kamu tunggu pesan dari saya."
"Baik Tuan." balas Giandra. Dia lega karena Mr. L tidak meminta bertemu sekarang.
Mr.L " Mawar __??!"
Giandra ."Ehmm? Mawar?" Giandra malah bertanya balik.
Mr.L "Namamu mawar bukan?" dahi mengerut, merasa ada yang aneh.
Giandra terkejut mendengar pertanyaan itu. Dia kelabakan. Dia lupa nama samarannya yang di tulis Tia.
Giandra."Iya Tuan, nama saya Mawar." balas nya buru buru sebelum ketahuan berbohong. Mulai sekarang dia harus mengingat nama itu.
Mr.L"Mawar, I Really Like The Two Beautiful Marks Painted On Your Neck! Very Beautiful and seductive!" (Mawar, saya sangat suka dua tanda merah di leher jenjang kamu! Sangat indah dan menggoda)
Giandra tercengang membaca pesan itu, reflek tangannya di bawah ke atas menyentuh lehernya."Ya ampun, kenapa aku lupa menutup tanda itu?" Gia sangat malu. Di lihatnya Mr. L sudah tidak aktif. Entah apa yang di pikirkan Pria itu setelah melihat ke dua tanda itu. Gia teringat Pria bertopeng. Semua gara gara pria mesum jahat itu. Gia mengumpatnya.
__ADS_1
...Bersambung...