
...Happy Reading....
"Kenapa kau memainkan aplikasi itu?" tanya Nathan masih dengan tatapan dingin. Dia ingin tahu alasan Giandra memainkan aplikasi gila itu.
"A_aku terpaksa. Aku perlu uang!" kata Giandra terbata menahan tangis.
Kedua alis Nathan terpaut mendengar jawaban itu."Kalau kau perlu uang kenapa kau tidak meminta pada Regina atau mengatakannya padaku? Malah ingin menjual dirimu?" sentak Nathan menahan amarah. Terlebih lagi Giandra mengatakan masih virgin.
"Aku__aku tidak mau menyusahkan mama, juga yang lainnya. Aku masih bisa kerja!" jawab Giandra masih terbata.
"Menyusahkan katamu? Regina itu mamamu. Kau berhak meminta apapun padanya juga padaku. Mencari uang dan membiayai hidup anak adalah tanggung jawab orang tua."
"Aku ingin mandiri tidak mau menyusahkan mama dan juga orang lain!"
"Mandiri katamu? Dengan cara menjual tubuhmu?" Nathan semakin marah. Tatapannya semakin tajam melihat wajah Giandra yang basah air mata."Cih,,,,!" Nathan mengumpat."Kau wanita menjijikkan Giandra." dia tidak menyangka Giandra bisa melakukan pekerjaan hina hanya demi uang.
Air mata Giandra merembes jatuh mendengar penghinaan itu. Sakit sungguh sakit. Tapi dia tidak peduli dengan segala bentuk hinaan, cemooh orang. Demi adik adiknya. Apa pun akan di lakukan untuk adik adiknya, jangan kan menjual diri, Nyawa pun akan di berikan untuk menyembuhkan Qenan dan Qinan, membuat kedua anak itu sehat kembali. Dia akan lebih sakit dan mungkin akan mati jika melihat penderitaan Qenan dan Qinan. Orang orang hanya tahu menghina, menghakimi tapi tidak tahu apa yang dia dan adik adik alami dan rasakan.
Giandra menyeka air matanya. Berusaha tenang dan menguatkan diri. Jika tadi dia takut setelah mengetahui pria yang membelinya ternyata Nathan yang notabene adalah suami mamanya, tapi kini dia menghilangkan semua keraguan, rasa takut dan juga rasa malu tersebut. Dia ingin segera menyelesaikan kontrak penawaran dengan Nathan agar urusan dengan pria ini cepat selesai dan dia bisa lepas.
"Anda menghina ku, Dan Anda sendiri kenapa menggunakan aplikasi itu? Sementara anda punya istri? Apa bedanya aku dengan anda? Kita sama rendah bukan? Masih untungnya aku karena aku masih gadis. Tapi anda? Kau seorang pria yang telah memiliki istri. Yang kau lakukan adalah penghianatan dan menyakiti istrimu. Lantas siapa yang lebih hina dan buruk?" kata Giandra lantang, entah kekuatan dari mana, padahal saat ini kedua tangannya gemetar.
__ADS_1
Nathan hanya mengumpat mendengar perkataannya."Bedanya aku seorang laki-laki dan kau perempuan." Katanya kasar.
Apa? Giandra tersenyum geli, jadi laki laki boleh selingkuh dan mengkhianati istri? Giandra hendak membalas perkataan yang menggelikan itu. Tapi ketika teringat penghianatan yang di lakukan Regina pada papanya, bibirnya terkunci.
"Aku menyesal telah menjadi bagian dari hidup Anda dengan menjadi anak tiri anda, karena itu mencoreng nama anda membuat anda malu. Anda pun pasti berpikir begitu kan?" kata Giandra menguatkan diri sembari menatap wajah tampan di depannya yang terlihat dingin menahan kemarahan.
"Aku minta maaf akan hal itu Tuan! Anggap saja kita tidak punya hubungan apa pun, Anggap saja kita tidak saling mengenal, Anggap saja aku bukan anak mama Regina! Anggap saja aku adalah MAWAR!"
"Hentikan omong kosong mu Giandra." sentak Nathan geram, dengan gerakan cepat mencengkeram rahang Giandra.
Di antara rasa sakit, air mata berderai , Giandra tersenyum lirih."Meski kau adalah suami mama, tapi kita tidak punya hubungan darah sedikit pun. Kau bukan ayahku. Kau tetap orang lain bagiku dan begitu pun sebaliknya! Kau telah mengeluarkan uang banyak untukku. Mari kita selesaikan kontrak perjanjian penawaran di antara kita sekarang juga! Aku akan melayani semua keinginan Anda!" kata Giandra.
Perkataan itu membuat Nathan terbelalak. Dia tidak menyangka Giandra tetap akan melanjutkan Penawaran mereka."Kamu pikir yang kamu lakukan ini benar? Kamu gila Giandra." Tatapan tajam.
Kata katanya itu membuat rahang Nathan kembali mengeras dan memancing kemarahannya, dia mencengkeram lengan Giandra kasar dengan satu tangan dan satunya lagi menjepit dagu Giandra kuat."Lalu, Kalau aku bukan suami mama mu, apa dengan melayaniku kau anggap Benar?"
Giandra semakin bergidik ketakutan melihat aura wajah yang sangat dingin juga kemarahan itu, tapi berusaha di tekan sekuatnya.
"Jawab Giandra? Jika pria lain yang membeli mu apakah kau akan langsung melayaninya?!" kata Nathan membentak. Membuat Giandra tersentak. Lalu mengangguk perlahan."Kenyataannya Anda memang orang lain bagiku, karena anda bukan ayah kandung ku! Jadi aku akan melayani mu Tuan." jawabnya putus putus karena merasakan sakit pada lengan dan dagunya.
Jawaban itu membuat Nathan murka. Kemarahannya semakin memuncak."Jadi bagimu aku adalah orang lain?" Nathan tersenyum miring, menatap sinis. Dia melepas rahang Giandra dengan kasar seraya mengumpat."Kau benar, dia antara kita memang tidak ada hubungan darah! Baiklah, mari kita mulai." selesai ucapannya, Nathan menarik pinggang Giandra secepat kilat dan menyambar bibir anak tirinya yang telah membuat miliknya yang telah mati selama 8 tahun aktif kembali. Bibir Nathan bergerak lihai m*l*mat dan membelit bibir Giandra yang masih tertutup.
__ADS_1
Sementara Giandra gelisah dengan tubuh bergidik. Meski tadi dia mengatakan akan melayani Nathan meneruskan kontrak penawaran, tapi sesungguhnya hatinya berontak menolak dan tidak ingin. Namun kontrak yang telah ia setujui dan uang yang sudah di terima dan telah terpakai membuat tubuhnya terdiam dan pasrah menerima ciuman Nathan. Sungguh dia merasa dirinya wanita hina Dina. Tapi, dia tidak menyesal mengambil jalan ini, demi kesembuhan Qenan dan Qinan.
Tiba tiba Nathan menarik penyatuan bibir mereka."Kenapa kau hanya diam? Kau bilang akan melayani ku kan? Buka mulutmu balas ciuman ku." sentak Nathan dengan suara dan nafas berat menatap Giandra.
Giandra membuka kelopak matanya yang tertutup, dia mendapati tatapan menggelap berkabut milik Nathan."Maaf Tuan, aku belum tahu caranya."
Nathan terkekeh geli."Jangan sok suci. Kau ingin membohongiku? Bukannya kau alih dalam hal itu Mawar?" menatap sinis.
"Aku tidak membohongi anda tuan. Aku belum pernah berciuman, meski ku akui bibirku sudah tidak suci lagi. Aku telah kehilangan ciuman pertama ku, dan ini adalah ciuman ke dua ku, tapi aku tidak tahu bagaimana cara berciuman."
Wajah Nathan mengernyit."Apa maksudmu ciuman ke dua?" tanya Nathan. Dia teringat ciuman di hotel beberapa hari lalu. Apa itu ciuman pertama gadis ini?
"Katamu kamu masih virgin, apa kau berbohong? Kau ingin mengakaliku?" tatapan mengintimidasi.
Giandra menelan ludah yang terasa pahit.
"Aku memang masih virgin, tapi bibir dan tubuhku tidak. Aku akan jujur pada anda. Beberapa hari lalu seorang pria yang tidak ku kenal mencium aku dengan paksa dan itu adalah ciuman pertama ku. Mungkin dia juga telah melihat semua tubuhku, karena saat dia masuk ke kamarku, tubuhku dalam telanjang polos karena aku baru saja mandi mengenakan handuk. Dia membuka paksa handuk yang ku pakai. Dan tanda dua di leher ku ini__!" Giandra menjeda kalimatnya seraya menyentuh dua tanda merah di lehernya, lalu melihat kembali ke wajah Nathan." Tanda yang anda katakan indah dan anda sukai adalah ulah bibir Pria itu."
... Bersambung....
Tinggalkan jejak dukungannya ya,
__ADS_1
Mampir juga di karya author yang lain.