Anak Tiriku Sugar Babyku

Anak Tiriku Sugar Babyku
Bab. 33 Di Serang part 2


__ADS_3

...Happy Reading....


Giandra tiba tiba memekik saat dua pedang mengarah ke arahnya. Sementara Reza sedang menahan serangan 3 pedang Mafia dari arah depannya. Dia seketika menoleh mendengar jeritan Giandra."Giandra __"! pekiknya keras. Reza sangat panik, juga takut melihat benda tajam itu mengarah ke tubuh Giandra. Sementara tiga pedang juga sedang mengarah kepadanya."Giandraaa__!" ketakutannya semakin menjadi. Meski dia bisa menghalau ke tiga pedang di depannya, tetap saja dia tidak akan sempat menyelamatkan Giandra.


Tapi sebelum benda benda tajam itu menyentuh tubuh Giandra, tiga buah peluru melesat cepat ke kepala 2 Mafia itu, sektika tubuh mereka ambruk. Sementara Giandra yang berdiri gemetar ketakutan dengan tubuh tegang kaku seperti orang linglung tersadar saat tubuhnya di tarik dan masuk ke dalam dekapan seseorang."Tuan _!" terkejut melihat Nathan yang sedang menembak membabi-buta dengan tangan kanan, dan tangan kiri Nathan memeluk pinggangnya menjaga dirinya dari serangan musuh. Tidak sendirian, Nathan datang bersama Tim,Tom dan 5 anak buahnya yang profesional.


Tadi saat dalam perjalanan mengikuti Giandra dan Reza dari jarak beberapa meter, mobil Tim dan 2 anak buah Tom di hadang oleh dua mobil dan terjadi baku hantam. Dan 5 mobil musuh lainnya mengejar Reza dan Giandra. Setelah menghabisi para penghadang, mereka kembali mengejar Reza dan Giandra yang entah pergi ke arah mana. Tapi syukurlah Nathan memasang sebuah alat di ponsel Giandra sehingga mereka dapat mengetahui keberadaan Giandra dan Reza.


"Bereskan tempat ini, sebelum polisi datang! Dan kirim Jasad mereka ke pimpinan mereka." perintah Nathan Setelah musuh berhasil di basmi. Pakaiannya di penuhi percikan darah musuh. Sementara Giandra yang berada dalam pelukan Nathan membuka matanya yang sejak tadi tertutup karena takut melihat pertarungan, luka dan darah di mana mana. Dia melihat tubuh tubuh musuh bergelimpangan di tanah."Reza __!" pekiknya ketika matanya terhenti pada sosok Reza yang tampak duduk berlutut di antara tubuh tubuh musuh yang bergelimpangan. Reza sementara melihat ke arahnya."Rezaaa_!" Giandra hendak memburu ke arah Reza, tapi lengannya di cengkeram Nathan."Kita akan pulang."


"Dia temanku, lepas." Giandra berontak melepaskan tangannya dari genggaman tangan Nathan.


"Giandra __!" sentak Nathan marah dengan pemberontakan Giandra karena lelaki lain.


"Lepas _! Reza!" Giandra berusaha melepaskan pegangan tangan Nathan dari tangannya. Sementara pandangannya tak lepas dari Reza. Hatinya pilu melihat luka di lengan Reza dan juga lebam lebam di beberapa bagian tubuh temannya itu. Keadaan pria itu cukup kacau. Nafas Reza terlihat terengah-engah, peluh membasahi pelipis dan leher, juga ada darah pada pakaiannya, entah darah luka Reza atau darah dari percikan musuh. Giandra sangat khawatir."Reza_ lepas!" Giandra mendorong sekuatnya tubuh Nathan, membuat pria itu terhuyung. Giandra segera berlari ke arah Reza, tapi dengan gerakan cepat Nathan mengkapnya, mengangkat tubuhnya dan di bawah kemobil."Lepas__!" Giandra berontak."Lepas __! Rezaa!"


Reza yang keadaannya tampak lemah hanya bisa melihat Giandra yang di papah Nathan di atas bahunya dengan tatapan datar. Tapi dia lega gadis itu baik baik saja.


Tom dan anak buahnya segera membereskan tempat itu dan mengirim tubuh para musuh ke markas mereka, tapi sepertinya mereka salah tempat. Karena gerombolan Mafia itu bukan kiriman organisasi timur.


Di dalam mobil yang di kendarai Tim, Giandra masih melawan,"Tuan dia temanku. Dia telah menyelamatkanku. Biarkan aku melihatnya!" pinta Giandra mengiba.

__ADS_1


"Diam Giandra, kamu lupa dengan kontrak perjanjian kita?" sentak Nathan geram mencengkeram rahang Giandra."Tadi kamu pergi meninggalkan ku dan mengingkari apa yang sudah kita sepakati. Kamu menipuku Giandra! Kau menolak ku!" sentak Nathan menahan amarah. "Jangan main-main dengan ku Giandara, atau kau akan tahu akibatnya." ancam Nathan dengan tatapan menyala.


Giandra merinding ketakutan mendengar ancaman itu, dia terisak."Aku minta maaf Tuan. Tadi Aku sangat takut untuk Melakukannya, beri aku waktu. Tolong maafkan aku!" pinta Giandra memelas.


"Dan pria tadi, adalah Reza __ dia hanya teman kelasku. Aku tidak ada hubungan apa-apa dengannya__!"


"Selama kau terikat kontrak dengan ku, jangan berhubungan dengan laki laki lain, walaupun itu hanya teman kelas mu. Apa kau lupa dengan poin perjanjian itu?" geram Nathan sedikit menyentak."Jangan smpai aku melihat mu bersama dia lagi. Kau mengerti?"


Giandra mengangguk pelan, masih terisak dan ketakutan."Ba_baik Tuan."


Amarah Nathan perlahan mereda mendengar kepatuhan Giandra. Dia menatap lurus ke wajah Giandra."Apa kamu baik baik saja? Apa kamu terluka?" tanya Nathan. Dia tidak ingin membahas Reza dan juga penolakan Giandra tadi, baginya itu tidak penting sekarang, keadaan gadis itu yang sangat penting saat ini.


"Aku tidak terluka, aku baik baik saja!" jawab Giandra lemah. Nathan terdiam, dia mengarahkan tatapannya ke luka di lengan Giandra yang masih tertutup perban. Sepanjang perjalanan menuju ke mansion, keheningan mendominasi keduanya, tidak ada yang bicara. Giandra sedang memikirkan Reza dengan kepala bersandar pada kaca mobil. Giandra berpikir kenapa gerombolan itu menyerang dia dan Reza? Atau mungkin menyerang salah satu di antara mereka? Apa gerombolan Mafia itu ada urusan dengan Reza? Karena kalau dengannya tidak mungkin, karena dia tidak pernah mencari masalah dengan siapa pun. Giandra bener bener ngeri membayangkan kejadian buruk yang menimpanya terus menerus. Baru semalam terjadi, dan malam ini kejadian lagi. Lagi lagi dia berpikir, apa ada orang yang tidak menyukai nya di sini? Kalau iya, siapa? Apakah Regina? Tapi Giandra Ragu. Memikirkan masalah yang datang silih berganti membuat Giandra capek dan lelah sendiri. Dia juga sangat mengantuk. Akhirnya dia tertidur.


Nathan menoleh pada gadis itu, bersandar pada kaca mobil."Tuan, Nona sudah tertidur." kata Tim dengan suara rendah. Mata Nathan melirik sekilas pada Tim melalui kaca tengah mobil. Lalu dengan perlahan, dia membawa kepala Giandra bersandar pada lengannya.


Sementara Reza yang telah berada di apartemen kecilnya terlihat sedang berbicara dengan seseorang di telepon dengan keadaan tubuh polos hanya mengenakan bokser hitam pendek. Dia telah melepas semua pakaiannya yang terkena darah dari lukanya sendiri dan cipratan darah musuh saat tiba tadi.


πŸ“ž"Mereka Kiriman dari Geng Mafia lain, bukan dari organisasi timur." suara dari seberang


πŸ“ž"Geng Mafia lain?" dahi Reza mengerut.

__ADS_1


πŸ“ž"Benar Reza, mereka dari Geng Mafia King Kobra."


Reza terkejut, dia sempat mendengar nama organisasi King Kobra yang di ketuai oleh Mr. Salomo. Salomo meneruskan kepemimpinan ayahnya yang telah mati di tangan organisasi lain.


πŸ“ž"Apa motif mereka ingin menghabisi Giandra?" tanya nya.


πŸ“ž"Mereka hanya di bayar. Yang tahu hanyalah orang yang membayar mereka. Nanti paman akan cari informasi."


πŸ“ž"Baik paman, terimakasih."


πŸ“ž"Kau masih tetap tak ingin pulang?"


Reza mendesahkan nafas berat.


πŸ“ž"Aku nyaman dengan kehidupan ku yang sekarang. Jangan memaksaku, Biarkan aku menikmati hidup ku tanpa tekanan. Dan aku minta tolong lagi, jangan beri tahu papa keberadaan ku."


πŸ“ž"Justru bersama dengan gadis itu membuat hidup mu tidak aman. Bahaya akan selalu membayangimu setiap saat. Sebaiknya jauhi gadis itu, jangan terlibat dengannya agar kau jauh dari bahaya dan masal__." panggilan terputus.


Tut,, Tut,,Tut


Reza segera menutup panggilan sebelum orang di seberang semakin banyak menceramahi nya. Dia menaruh ponselnya di nakas. Bertepatan dengan pintu apartemennya di ketuk. Reza segera membuka pintu."Masuklah!" katanya pada tamu yang datang.

__ADS_1


...Bersambung....


Sekedar informasi untuk judul novel cerita cinta Nathan, Giandra dan Reza telah author Rubah ya. Yang tadinyaπŸ‘‰'Anak Tiri Berharga Sang Mafia', di ubah menjadi πŸ‘‰'Anak Tiriku Sugar Babyku'


__ADS_2