Anak Tiriku Sugar Babyku

Anak Tiriku Sugar Babyku
Bab. 29 Tuan Nat_han?


__ADS_3

...Happy Reading....


Giandra menatap Bangunan mewah bertingkat banyak dan terlihat berkelas di depannya. Jantung berdegup, kedua tangan gemetar dan berkeringat dingin. Jujur dia merasa takut, bagaiman rupa dan kelakuan pria yang membayarnya itu? Apakah tubuh yang terlihat atletis dan masih muda seperti yang terlihat pada profilnya adalah asli? Atau jangan-jangan hanya pria tua yang kejam? Semua asumsi buruk itu memenuhi kepalanya dan membuatnya semakin takut. Dia masih ingin hidup dengan sehat demi adik adiknya.


Mr L: Kenapa belum sampai?


Pesan itu membuyarkan lamunannya.


Mr L: Jika dalam 10 menti kau tidak sampai di kamar ku, maka penawaran di batalkan. Kau harus mengembalikan harga penawaran yang telah kau terima 10 kali lipat."


Giandra: Aku sudah di depan hotel Tuan_aku akan naik sekarang_ send, balasan Giandra cepat, lalu melangkah.


Dia masuk lift dan menekan angka lantai yang di tuju. Setelah sampai di atas Giandra menyusuri koridor hotel dengan kaki lemas, gemetar. Juga detak jantung yang semakin menggila berdetak.


Tubuhnya tegang dan mendingin tak kala berhenti di kamar yang menjadi tujuannya. Dia terpaku memikirkan keputusan gila yang telah di pilihnya. Tapi apa dia masih punya pilihan untuk merubah keputusannya? Tentu tidak. Dia tetap harus melakukannya.


Dengan tangan yang gemetar hebat, Giandra menekan bel. Sungguh jantungnya berdegup semakin kencang menunggu pintu akan terbuka. Tubuh Giandra membatu kaku tak kala pintu di buka, Nafas terasa tercekat di tenggorokan. Dia menunduk dengan kedua tangan terkepal kuat. Detik selanjutnya keluarlah seseorang muncul di depan matanya. Giandra tak secara langsung mengangkat wajah untuk melihat sosok di depannya. Dia melihat dari kaki yang mengenakan sandal hotel, terus celana hitam kantor. Lalu matanya naik ke atas melihat kemeja putih yang kancing atasnya terbuka dua buah sehingga dada yang kokoh dan bidang itu terlihat. Melihat bentuk tubuh atletis pria ini membuat Giandra berpikir bahwa pria yang menawarnya sesuai foto profilnya di aplikasi itu. Pria muda dan bukan pria tua yang di takutkan.


Mata Giandra naik ke atas dan detik selanjutnya dia terbelalak setelah melihat wajah pria di depannya, tubuhnya seketika ter mundur dua langkah ke belakang. Kedua kakinya lemas seketika tak mampu menopang tubuhnya dan membuatnya jatuh. Tapi sebelum tubuhnya jatuh ke lantai, dengan gerakan cepat pria itu menangkap pinggang Giandra sehingga tidak ambruk ke bawah.

__ADS_1


"Tuan Nat_han?" Giandra terbata dengan tenggorokan tercekat. Tak percaya melihat wajah di depannya. Wajah papa tirinya."Tuan Nathan? Gak mungkin!" tapi sekuat apapun dia menyangkal kalau pria di depannya ini bukan Nathan, tapi kenyataannya Pria ini memang benar Nathan. Ketika kesadarannya terkumpul, dia kelabakan dan segera menarik diri dari pegangan papa tirinya."Sepertinya aku salah kamar. Maaf, permisi." Giandra berbalik tapi Nathan menarik tangannya untuk masuk ke dalam. Pintu langsung tertutup otomatis.


"Kamu tidak salah kamar." Suara berat Nathan dengan tatapannya yang datar mengintimidasi. Giandra kembali terbelalak? Jadi memang Nathan yang menawarnya di aplikasi itu? Kenapa harus Nathan yang merupakan papa tirinya, suami mamanya?


"Masuk." kata Nathan mengajaknya ke dalam.


Suara berat itu membuat tubuh Giandra meremang."Gak _ ini gak benar." kata Giandra terbata. Dia berbalik dan membuka pintu tapi tidak bisa dibuka. Berulang kali di buka tapi tidak bisa.


"Ini salah, ini gak benar. Tolong buka pintunya aku mau keluar!" Giandra mulai terisak sambil memukul-mukul pintu dengan kedua tangannya dengan kuat. Sakit, tapi tidak di pedulikan.


Nathan mendekat dan segera memegang kedua tangan Giandra yang memerah. Dia tahu kedua tangan itu merasakan sakit.


Perkataan Nathan membuat gerakan berontak Giandra melemah. Kesempatan itu di gunakan Nathan mengangkat tubuh Giandra dan di bawah ke atas ranjang. Giandra yang terkejut dengan apa yang Nathan lakukan segera berdiri tapi Nathan menarik pinggangnya hingga Giandra terduduk kembali di atas pangkuannya."Bahkan kamu telah menerima setengah pembayarannya." bisik nathan menggelitik leher Giandra karena wajah Nathan dekat dengan lehernya.


"Tuan, tolong lepaskan aku. Ini gak benar. Ini salah, anda suami mama." Giandra berusaha turun dari pangkuan Nathan. Tubuhnya meremang dalam pangkuan Nathan, juga bergidik karena merasakan sesuatu menekan bokongnya. Giandra bukan gadis Bodoh yang tidak tahu benda apa itu.


"Apa itu mau mu? Baiklah __ berarti kau telah siap dengan konsekuensinya." kata Nathan, lalu menjatuhkan tubuh Giandra duduk di sebelahnya sedikit kasar."Pergilah __!" tatapan tajam dan aura wajahnya dingin.


Bukannya senang dan keluar, Giandra malah terdiam dan menangis dengan isak kecil di tempatnya. Menyadari kalau di tidak bisa pergi dan tidak bisa lepas lagi dari kontrak yang telah di setujui.

__ADS_1


"Kenapa Tuan menawari aku? Apa Tuan tahu kalau gadis itu adalah aku?" mencoba menatap wajah Nathan dari samping.


Nathan mendesahkan nafas kasar."Aku tidak tahu." Nathan menatap dalam dalam mata Giandra.


Nathan sendiri terkejut saat melihat wajah Giandra di depan pintu tadi dengan tangan gemetar terkepal, wajah gelisah memucat berkeringat seperti orang ketakutan.


Saat pertama melihat, dia belum menyadari kalau pemilik wajah cantik berkulit putih seputih susu, dengan balutan dress mini warna hitam itu adalah Giandra. Semakin di tatap dia semakin terpana dan terpesona. Tapi rasa kagumnya itu berubah terkejut setelah menyadari kalau pemilik wajah cantik itu justru anak tirinya, Giandra. Dia tidak menyangka kalau anak tirinya yang selalu berpenampilan sederhana dan cupu ini ternyata sangat cantik dan memiliki tubuh yang indah.


Nathan sendiri sebenarnya tidak ingin memainkan aplikasi gila itu. Dia terpaksa karena merasakan tidak nyaman, gelisah, susah tidur dan sakit kepala menahan hasrat yang tidak tersalurkan akibat dari rangsangan yang membangkitkan gairah seksnya akibat tidak sengaja mencumbui seorang gadis di kamar hotel beberapa hari. Niatnya ingin bersembunyi dari kejaran petugas kepolisian. Dia masuk ke kamar seorang gadis yang saat itu baru selesai mandi. Untuk mengalihkan perhatian petugas kepolisian agar tidak mencurigainya, dia masuk kedalam kamar gadis itu dan menciumnya di atas ranjang. Agar para polisi itu mengira mereka adalah pasangan suami istri yang sedang melakukan hubungan suami-istri. Dan taktiknya itu berhasil mengecoh polisi. Sungguh Nathan menjadi gila melihat kemolekan dan Wangi tubuh gadis itu, juga menikmati bibir manisnya di atas ranjang. Mendengar tangisan permohonan membuatnya malah semakin ingin menikmati gadis itu. Dia melihat semua tubuh polos gadis itu termasuk bagian pribadi atas dan bawah.


Setelah kejadian di atas ranjang itu, Nathan terbayang terus pada wajah cantik dan kemolekan tubuhnya yang polos. Bagian selatannya terus tegang. Nathan kembali ke hotel itu untuk mencari gadis tersebut tapi kata pegawai orang yang di cari telah keluar dari Hotel. Akhirnya Nathan memainkan aplikasi itu untuk mencari seorang wanita sebagai pelampiasan. Dan hatinya tergoda pada profil seorang gadis muda berpakaian seragam SMA tanpa wajah, hanya memperlihatkan tubuh dari bagina bibir terus ke bawah. Yang membuat Nathan semakin tertarik dan melakukan penawaran pada gadis SMA itu karena melihat dua tanda merah di lehernya. Dia ingat telah membuat dua tanda kiss Mark pada leher gadis yang di ciumnya di Hotel. Nathan berpikir apakah gadis SMA itu adalah adalah gadis Hotel itu? Nathan sangat berharap itu benar, tanpa berpikir dua kali Nathan langsung melakukan penawaran pada gadis yang bernama Mawar meski membayar mahal. Dia sangat senang mengetahui mawar masih virgin. Tak tanggung-tanggung dia melakukan penawaran 2 kali lipat.


Semalam dia kembali melihat dua tanda merah di leher Giandra saat melihat gadis itu di depan kamarnya dan Regina. Nathan sangat terkejut setelah Regina memperkenalkan Giandra sebagai anaknya. Sempat terbesit tanya di hati Nathan apakah Giandra adalah Mawar? Tapi Nathan menepis itu, karena tidak mungkin Giandra memainkan aplikasi itu untuk menjual diri. Jadi dia tidak memikirkan hal itu dan terus melanjutkan Penawaran. Tapi ada yang membuatnya lebih terkejut setelah melihat wajah Giandra semalam, gadis yang di ciumnya di hotel dan membuatnya hampir gila ternyata adalah Giandra.


Setelah mengetahui Giandra adalah gadis di hotel itu, Nathan semakin frustasi merasakan ketidaknyamanan. Keindahan kemolekan itu membayangi pikirannya. Hingga akhirnya dia tergoda dengan sentuhan Regina di ruang kerja yang terus menyentuhnya untuk melakukan hubungan intim. Dia mengira Regina adalah gadis itu. Dia melihat wajah Regina adalah wajah Giandra. Tapi dia terhenti setelah sadar kalau Regiana bukanlah gadis hotel itu (Giandra). Dia juga menangkap keberadaan Giandra yang melihat adegan mesum mereka dari balik pintu. Nathan tahu Giandra melihat mereka semalam. Dan semua karena kesalahan Regina yang masuk tanpa menutup pintu.


Dan seharian di kantor setelah mengantar Giandra ke sekolah tadi pagi, pikiran dan otak Nathan hanya tertuju terus pada gadis hotel itu. Dia sudah berusaha agar tidak kepikiran lagi pada tubuh gadis hotel itu, karena gadis itu adalah Giandra. Tapi semakin ingin di lupakan, kecantikan dan keindahan tubuh Giandra selalu menggoda, menggangu pekerjaannya, membuatnya tidak fokus kerja, dan bagian miliknya terus tegang. Nathan sangat frustasi, dia tidak tahan lagi, dia butuh pelampiasan. Akhirnya dia mengirim pesan pada mawar untuk bertemu malam ini untuk menuntaskan hasratnya yang membuatnya hampir gila. Dia berharap tubuh mawar lebih indah dari Giandra, juga memiliki wajah cantik seperti Giandra. Nathan tidak sabar menunggu Mawar di hotel dengan keadaan dirinya yang turn on sangat aktif. Tapi akhirnya dia terkejut melihat wajah Mawar yang ternyata adalah Giandra. Entah dia merasa senang atau tidak setelah tahu siapa Mawar? Dan apakah dia melanjutkan bisnis kontrak penawarannya?


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2