Anak Tiriku Sugar Babyku

Anak Tiriku Sugar Babyku
Bab. 31


__ADS_3

...Happy Reading....


Nathan tersenyum miring menatap penuh arti. Dia menyentuh lembut ke dua tanda yang mulai pudar itu. Lalu menatap dalam-dalam kedua netra Giandra."Tentu saja aku menyukainya Giandra, karena aku yang telah membuatnya!" bisiknya lembut.


kedua mata Giandra membulat, terkejut."Jadi Anda pria bertopeng it__!" Ucapannya putus dan menghilang karena bibirnya di sambar Nathan. Nathan membungkam mulutnya dengan ciuman. Nathan membelai bibir Giandra dengan liar. Dia mendominasi permainan bibir karena Giandra memang masih kaku dan amatir. Lama dia mencumbu liar kedua benda kenyal itu. Dia melepaskan setelah melihat Giandra mulai susah bernafas.


Nathan memegang rahang Giandra."Tadi kau bertanya kenapa aku menggunakan aplikasi itu kan?"Menatap penuh intens."Semua karena dirimu Giandra."


Dahi Giandra mengerut, bingung dengan pernyataan itu."Aku?"


"Ya, Kau telah membuat bagian pribadi ku tegang terus setelah kejadian di hotel itu. Keindahan tubuhmu membayangi otak dan pikiran. Beberapa jam setelah kejadian itu, Aku kembali ke kamar hotel mencari dirimu. Tapi kau sudah keluar hotel. Aku semakin tersiksa dan butuh pelampiasan, jadi aku memakai aplikasi itu untuk mencari wanita sebagai pelampiasan. Dan aku menemukan profil Mawar. Melihat dua tanda merah di leher Mawar, membuatku teringat pada gadis yang ku cumbui di kamar hotel. Aku memilihnya dan melakukan penawaran gila itu. Dan tidak ku sangka, Mawar itu adalah dirimu." kata Nathan tersenyum miring, menyeringai.


Giandra kembali terkejut di antara deru nafas yang memburu. Dia merasa takut. Karena ternyata Nathan memang menginginkan dirinya.


"Kau sudah menerima uang dariku. Dan Seperti yang kau katakan, tidak ada batasan di antara kita karena kita tidak ada hubungan darah, jadi kita bebas melakukan apapun ! Sekarang layani aku, dan pertama buka mulutmu__!" perintah Nathan tegas mengintimidasi, tatapan dingin. Dia bahkan sampai mencengkeram rahang Giandra agar membuka mulut."Buka mulutmu __!" katanya lagi dengan suara meninggi.


Tubuh Giandra bergidik melihat aura kemarahan di wajah Nathan. Meski Ragu, Giandra segera melakukan perintah Nathan, tanpa membuang waktu Nathan memasukkan lidahnya ke dalam mulut Giandra yang terbuka. Membelai, membelit lidah Giandra mengajak untuk berperang lidah tapi Giandra memang masih payah dalam berciuman, sehingga Nathan yang mendominasi permainan bibir itu. Lidahnya mengabsensi satu persatu gigi Giandra dan juga rongga mulutnya. Nathan mencumbu dengan terlampau intens.


Sementara Giandra yang merasakan sensasi aneh menjalar di tubuhnya karena ciuman itu, meremas kemeja Nathan dan tanpa sadar melenguh. Dan lenguhannya itu membuat Nathan semakin ganas mencium bibirnya tanpa memberi jeda. Suara Decapan bibir terdengar beriringan dengan nafas berat keduanya yang memburu.


Nathan menghentikan ciumannya ketika merasakan pukulan di dadanya. Dia menarik penyatuan bibir keduanya hingga benang saliva entah milik siapa menjuntai di antara bibir mereka dan putus. Tapi tiga detik kemudian, Nathan kembali melahap bibir Giandra, membelit lidah Giandra rakus di dalam mulutnya.


"Enghh...!" lenguhan keluar dari mulut Giandra merasakan ciuman laki laki itu semakin liar dan panas. Giandra meremas bahu bidang Nathan. Nathan m*lum*t habis mulut Giandra tak memberi jeda sedikitpun. Tangannya mengusap tengkuk dan punggung Giandra.

__ADS_1


Giandra kembali melenguh, tak kala merasakan lidah hangat Nathan menjilat telinganya, membelai lembut sala satu bagian sensitifnya itu.


Selagi lidahnya membelai lembut telinga Giandra, tangan Nathan menurunkan lengan baju Giandra dengan hati hati. Meski tengah di kuasai oleh n*fsu, dia tetap menjaga luka di tangan anak tirinya itu. Begitu dress bagian lengan itu terlepas, bahu putih dan belahan dada Giandra terlihat. Kedua bagian itu kini menjadi sasaran empuk Nathan setelan kepalanya turun ke bawah.


Dada Giandra reflek membusung, kepala mendongak tak kala benda tak bertulang membelai putiknya, di sertai elusan belaian usapan dan pijatan tangan besar Nathan pada dua buahnya.


Nathan benar benar memuji keindahan dan kemolekan tubuh anak tirinya ini. Tubuh Giandra benar benar seksi dan indah, dada dan bokongnyanya yang besar padat kencang belum terjamah sama sekali. Nathan semakin rakus dan beringas menikmati putik yang berwarna pink itu.


Giandra merintih mencengkram rambut Nathan."Nghhh Tu-an,,,!" dia kesakitan.


Nathan menarik wajahnya menatap wajah Giandra yang meringis."Apa?" suara berat tatapan sayu menggelap.


"Jangan Tuan__!"


Nathan kembali melanjutkan kegiatan panasnya setelah melucuti semua yang melekat pada Giandra dan juga pada tubuhnya. Puas menikmati kedua buah segar dan kencang, wajahnya merambah turun ke perut dan selanjutnya ke bagian bawah.


Giandra hanya bisa menangis sembari mengigit bibir bawahnya dengan kuat menahan segala bentuk rasa indah ulah bibir dan lidah papa tirinya. Sesekali bibirnya yang sudah terluka itu mengatakan "Tuan_ jangan!" Dia pasrah dengan apa yang sedang Nathan lakukan saat ini pada tubuhnya. Melahap brutal dan ganas setiap bagian tubuhnya dari atas hingga bawah, muka belakang tanpa ada yang terlewati.


Waktu menunjukkan pukul 12 malam. Selama dua jam Nathan menikmati tubuh Giandra di atas ranjang. Di selingi Isak tangis dan rintihan gadis itu, akhirnya Nathan berhenti. Dia menjatuhkan tubuhnya di samping Giandra, lalu menutupi tubuh polos mereka yang mandi keringat dengan selimut.


Nathan mencengkeram kuat seprei di samping kiri-kanan tubuhnya. Wajahnya memerah menahan kemarahan bercampur dengan rasa sakit pada kepala dan juga pada bagian selatannya.


Sementara Giandra menekan tangis dan ketakutan dengan memunggungi Nathan.

__ADS_1


Nathan tiba tiba bangun sambil mengeram kuat karena begitu frustasi, kepalanya seakan mau pecah. Dia menoleh pada Giandra yang memunggunginya. Dia dapat memastikan kalau anak tirinya ini sedang menangis. Nathan mendesahkan Nafas kasar, lalu turun dari ranjang, melangkah menuju kamar mandi dengan tubuhnya yang polos. Di dalam kamar mandi, dia memandangi miliknya yang masih berdiri kokoh. Betapa malangnya nasib benda perkasa itu setelah mendapat penolakan. Dan dia tidak tega untuk memaksa.


Benar benar sangat menyakitkan yang di rasakan Nathan saat ini. Tubuhnya benar-benar tersiksa. Dan jika di biarkan, dia bisa gila. Akhirnya Nathan bermain solo sambil membayangkan kemolekan tubuh indah Giandra yang tadi di sentuh oleh jari, bibir dan lidahnya. Dia terpaksa melakukan ini dari pada harus menahan sakit yang akan begitu menyiksanya.


"Akhh_Giandra, Giandra, Giandra." Kepalanya mendongak ke atas, dengan kocokan semakin cepat tak kala gelombang itu datang. Akhirnya cairan putih yang cukup banyak itu keluar dan menyemprot jatuh ke lantai. Nathan merasa lega sedikit, setidaknya permainan ini bisa mengurangi sakit kepalanya. 20 menit menenangkan diri dan meredakan emosi, Nathan keluar dari kamar mandi. Dia melihat ke arah ranjang tapi tidak menemukan Giandra. Dress dan kedua pakaian dalam gadis itu sudah tak ada di lantai."Apakah dia sudah pulang?" pergi ke Balkon dan juga ruang lain, tapi Giandra tak ada. Nathan panik dan khawatir. Dia bergerak cepat mengambil ponsel menghubungi bagian resepsionis dan penjaga keamanan."Maaf Tuan, gadis itu baru saja keluar 5 menit lalu." jawaban dari seberang membuatnya geram. "Fu*k!" umpatnya.


"Giandra, seharusnya kau tidak perlu pulang. Ini sudah tengah malam. Bahaya_!" dia benar-benar khawatir, teringat insiden penyerangan semalam terhadap anak tirinya itu."Akh, seharusnya aku tidak mengurung diri terlalu lama di kamar mandi."


Nathan buru buru memakai pakaian dan segera keluar dari kamar. Dia berlari ke arah lift sambil menghubungi anak buahnya untuk mencari keberadaan Giandra, tapi Tim tiba tiba menelepon."Tuan, Nona Giandra sedang dalam perjalanan ke mansion. Saya sedang mengikuti Nona saat ini."


Nathan menghempaskan Nafas kelegaan."Ikuti terus dan jaga dia baik baik."


"Anda tidak perlu khawatir. Tom memerintahkan 2 orang anak buahnya mengikuti Nona Giandra."


"Giandra pulang naik apa?"


"Nona pulang bersama temannya yang tadi mengantarnya."


"Apa? Sialan! Dia lagi." umpat Nathan dengan langkah cepat sambil mengunci kemejanya.


Begitu tiba di bawah, Nathan segera masuk ke dalam mobil mewah yang sudah terparkir di depan pintu hotel yang memang telah di persiapkan untuknya."Hapus semua jejak keberadaan Giandra di hotel ini!" pesannya pada Manager sebelum melesat pergi. Manager itu patuh dan segera keruang pemantau CCTV untuk melaksanakan perintah bosnya.


...Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2