
Di dalam kamar bernuansa hijau muda yang tampak segar dan membuat sang penghuni merasa nyaman disana. Rania membaringkan dirinya diatas kasur empuk.
Membayangkan wajah Angga yang sudah bisa memporak-porandakan hatinya. Ia tersenyum sendiri menatap langit-langit kamar, ia tidak menyangka kalau dirinya bisa berbincang cukup lama dengan Angga. Ya... meskipun dengan jantung yang dag dig dug tak karuan.
"Oh... Se Ah... maafkan aku!" Pekik Rania segera membuyarkan lamunannya.
Rania pun duduk mengusap kasar wajahnya, ia harus menghilangkan perasaannya terhadap Angga, ia tak mau persahabatan yang telah dijalin hampir tiga tahun, hancur berantakan karena seorang lelaki.
tok...tok...tok... suara pintu diketuk seseorang dari luar. Rania segera berdiri dan membukanya, tampak sang ayah duduk diatas kursi rodanya.
"Papa..." Sapa Rania, hatinya begitu bahagia, ini adalah pertama kali ayahnya menginjakkan kaki di kamar Rania setelah sepuluh tahun lamanya. "Masuk Pa, aku seneng banget papa berkenan ke kamarku."
Senyum merekah terlukis di wajah Rania, senyum yang sangat dirindukan sang ayah. Gadis itu mendorong kursi roda sang ayah, menggiring masuk ke dalam kamarnya.
"Kau terlihat bahagia Ran..." Kata ayah Rania yang bernama Ramdhan.
"Ya pa... Rania habis ketemu cogan pa.." Celoteh Rania dengan wajahnya yang bersinar.
__ADS_1
"Ehm... papa kira kau senang karena papa ada disini." Gurau Ramdhan menggoda anaknya.
"Bukan begitu pa... Rania seneng banget, papa ada di rumah sekarang dan mama juga sudah mau mengajak Rania ngobrol. Jadi cogan itu hanya salah satu alasan Rania." Jelas Rania.
Ramdhan terkekeh, jelas-jelas wajah putrinya itu nampak senang karena cowok bernama Angga yang baru saja mengantarnya.
"Kau menyukainya?"
Ramdhan mengusap kepala putrinya lembut, berharap putri satu-satunya itu tak menyembunyikan apa-apa darinya.
Rania menatap Ramdhan, ia terkejut dengan apa yang ditanyakan ayahnya. Rania menggelengkan kepala perlahan, ia tak mau isi hatinya diketahui sang ayah.
"Ehm... dia itu milih Se Ah pa, aku gak mungkin merebut orang yang dicintai sahabatku." Jelas Rania dengan menundukkan kepalanya sedih.
"Apakah mereka sudah memiliki ikatan?"
"Mereka sudah memiliki ikatan pa." Jelas Rania tanpa menatap ke arah ayahnya. Rasanya sakit, tapi mau bagaimana lagi Angga memang milik Se Ah.
__ADS_1
"Siapa namanya?" Tanya Ramdhan
"Ia Anggara putra dari Yoon Dae Jung, presdir Yoon Entertainment." Jawab Rania tanpa ragu memberitahukan latar belakang Anggara.
"Presdir Yoon yang terkenal itu?" Tanya Ramdhan meyakinkan dirinya.
Rania mengangguk mantap, "Kak Angga orang yang baik pa, tegas tapi menyenangkan."
Rania menceritakan sosok Angga pada ayahnya, lelaki tampan yang membuatnya begitu bahagia. Biasanya ia hanya menyanjung cowok tampan tapi entah kenapa sosok Angga bisa masuk ke dalam hatinya.
"Ran... jika dia sudah milik orang lain hentikan perasaanmu dan gantikan dengan orang lain."
Ramdhan mencoba memperingatkan putrinya agar tidak larut untuk mengikuti perasaannya. Beliau takut, putri cantiknya akan mengalami sakit hati yang pernah ia rasakan.
"Papa... " Ucap Rania mendudukkan dirinya di depan sang ayah. "Aku akan berusaha untuk melupakan kak Angga. Dan doakan aku agar perasaan itu tak tertanam di hatiku."
Tanpa mereka sadari, sosok wanita cantik berdiri di belakang pintu kamar Rania. Ia meneteskan air matanya. Dugaannya benar bahwa Angga memang putra dari Dae Jung. Putra yang berhasil hidup karena kelalaian sepupunya.
__ADS_1
"Kau tega Dae, hidup diatas penderitaanku." Gumam ibu Rania, wanita cantik mantan artis terkenal dibawah naungan Yoon entertainment. Dia Queen Alexa Blossom, wanita yang sangat mencintai Dae Jung.