Andai Kau Tahu

Andai Kau Tahu
episode 16 - Cinta itu Masalah Hati


__ADS_3

Suasana rumah Se Ah kembali sepi, semua keluarga sudah tidur di kamar yang telah disediakan. Se Ah turun tangga melihat semuanya sudah di bersihkan oleh pihak EO. Ya.. meskipun cuma pesta sederhana, papa Se Ah lebih memilih jasa EO dari pada menyusahkan Anindiya.


Mo Se Ah mengedarkan seluruh pandangannya, benar-benar sepi dan tak ada satu pun manusia disana. Se Ah mengambil air minum untuk sekedar mengurangi rasa hausnya. Kemudian berniat kembali ke kamar tetapi ketika melihat kamar kedua orang tuanya terbuka, ia memilih masuk kesana.


Tanpa mengetuk pintu Se Ah masuk kedalam kamar orang tuanya, Mo Ryung duduk bersandar di tempat tidur seraya mengutak Atik ponselnya.


"Se Ah...." Sapa Mo Ryung pada putri tunggalnya itu seraya meletakkan ponsel diatas nakas.


Tak biasanya Mo Se Ah masuk kedalam kamar seperti ini. Mo Ryung melambaikan tangannya meminta putrinya itu untuk mendekat dan duduk di sampingnya.


"Ada apa?" Tanya Mo Ryung setelah Se Ah tiba-tiba memeluk erat sang ayah. Ia hanya terdiam membalas pelukan Se Ah yang seakan meminta perlindungannya. "Bicara sama papa, ada apa?"


"Se Ah tidur disini ya!" Pinta Se Ah yang berhasil membuat Mo Ryung mengerutkan dahi. Dia bingung sebenarnya apa yang terjadi pada putri manjanya itu.


Tanpa menunggu jawaban papanya, Se Ah naik ke atas tempat tidur menata bantal dan meminta papanya untuk tiduran. Kemudian ia tidur disebelah Mo Ryung dan memeluknya erat. Mo Ryung terdiam, ia hanya menuruti permintaan Se Ah, hingga merasakan basah didadanya.


"Ada apa denganmu Se Ah?" Tanya Mo Ryung yang malah membuat Se Ah terisak.


Mendengar Isak tangis sang putri, dirinya pun memeluk Se Ah lebih erat lagi dan mengelus rambut putrinya seakan mencoba untuk menenangkannya.

__ADS_1


Manik mata Anindiya memicing ketika dirinya keluar dari kamar mandi dan mendapati sang suami memeluk wanita. "Pa...." teriak Anindiya seakan tak terima tapi buru-buru Mo Ryung memberikan isyarat bibirnya bahwa yang dipeluknya adalah Se Ah.


Anindiya mengangguk mengerti, ia berjalan mendekati tempat tidur dan naik kesana. "Kenapa?" Tanya Anindiya tak bersuara pada suaminya yang hanya dijawab dengan gelengan kepala.


Kedua orang tua itu menunggu hingga Isak tangis sang putri mulai mereda. Kemudian Anindiya menyentuh pundak Se Ah yang tak bergetar lagi.


"Ada apa nak?" Tanya Anin, dengan mengelus pundak putrinya itu tapi tak ada jawaban. "Kalau kau seperti ini, mama bisa cemburu sayang..." Goda Anindiya dan berhasil membuat Se Ah melepaskan pelukannya.


"Ih... mama.. sama anak aja cemburu, lagian yang buat Se Ah kan mama sama papa." celoteh Se Ah yang seperti biasa dengan memanyunkan bibirnya.


"Ehm... bisa aja kan kamu jatuh cinta sama papa, apalagi meluknya seperti orang yang rindu dengan kekasihnya." gerutu Anin


Se Ah menghentikan ucapannya, hampir saja ia keceplosan kalau mencintai Angga.


"Angga." Lanjut Mo Ryung


"Kok papa tahu?" Tanya Se Ah heran, bagaimana papanya yang jarang banget di rumah tahu kalau dirinya menyukai Angga.


"Lalu kenapa menangis?" Sahut Anindiya

__ADS_1


"Mama dan papa tahu kalau Se Ah suka sama Kak Angga?"


Kedua orang tua Se Ah hanya menganggukkan kepalanya tanda menyetujui apa yang Se Ah katakan.


Se Ah pun menidurkan badannya kembali, rasanya seperti tulang-tulangnya melembek seketika. "Tapi.. Kak Angga gak cinta sama Se Ah."


"Se Ah... cinta itu masalah hati, jika orang yang kita cintai itu gak suka maka biarkan dan selalu berdoa yang terbaik buat dirinya."


"tapi ma... hati Se Ah sakit saat melihat kak Angga dengan Rania, Se Ah gak sanggup rasanya itu seperti ada yang menusuk disini." Jelas Se Ah dengan menunjuk kedadanya.


"Iya mama tahu sayang, sekarang yang harus Se Ah lakukan adalah meikhlaskan Angga bersama orang lain." Jelas Anindiya


"Tapi... ma..."


"Se Ah... dengerin papa, cinta itu tak harus memiliki. Kamu mau jika memaksakan kehendak mu untuk memiliki Angga dan kakakmu itu tak bahagia malah tersiksa bagaimana?"


Se Ah hanya menjawab dengan menggelengkan kepalanya perlahan.


"Maka dari itu bersyukurlah dengan apa yang Se Ah alami saat ini, kan baru Se Ah yang cinta dan gak ada hubungan apa-apa. Kalau udah pacaran lalu diputusin gimana? tambah sakit rasanya."

__ADS_1


__ADS_2