Andai Kau Tahu

Andai Kau Tahu
episode 22 - Di jebak


__ADS_3

Nada dering ponsel Se Ah, membangunkan gadis cantik yang masih bersembunyi di bawah selimut. Tidurnya kali ini sangat nyenyak dibanding beberapa hari yang lalu. Angga yang awalnya membuat hatinya sakit, sekarang sudah membuat hatinya berbunga-bunga.


"Halo!" Sapa Se Ah setelah melihat nomer rumah Rania menghubunginya.


"Ini Se Ah?" Tanya Seorang wanita di seberang sana


"Iya, maaf ini siapa ya?"


"Saya ibunya Rania, apa Rania menginap disitu?"


"Tidak tante, memang ada apa ya?"


"Rania belum pulang, kemarin malam ia keluar katanya ada janji di cafe, tante kira sama kamu."


"Ehm... gak tante."


"Bisa bantu hubungi teman-temannya, karena tante hanya menemukan nomor kamu di kamarnya. Hp nya juga tante hubungi gak bisa."


"Oh...iya tante, Se Ah bantu cari, nanti Se Ah kabari."


"Makasih ya!"


Gadis itu berfikir sejenak, "tumben ibu Rania mencari dia biasanya juga gak pernah peduli. tapi syukurlah jika sekarang berubah." Pikir Se Ah dalam hati.


Sekarang Se Ah harus mencari Rania, tapi kemana? karena setahu dia Rania tidak memiliki teman dekat selain dirinya. Atau Se Ah tidak tahu ya? hem... akhirnya Se Ah memutuskan untuk menghubungi Angga, tak ada salahnya jika ia meminta bantuan Angga untuk mencari Rania.


Tapi sepertinya ia tak beruntung, kali ini Se Ah mencoba menghubungi ponsel pacar barunya itu tapi tak bisa. Bahkan hingga lebih dari sepuluh kali mencoba tetap tidak bisa.


"Halo ma!" Sapa Se Ah menghubungi Arsyana, ibu Angga.


"Eh.. assalamu'alaikum gadis cantik.."


Mendengar salam dari ibu Angga membuat Se Ah hanya nyengir kuda dan menjawab salam mama angkatnya itu.

__ADS_1


"Ada apa?"


"Kak Angga mana ma?"


"Angga gak pulang kerumah, mungkin di apartemennya. Memang kenapa sayang?"


"ehm.. gak papa ma, Se Ah cuma mau minta bantuan kak Angga."


"Oh... samperin langsung kesana aja, yuk bareng mama!"


"Mama mau ke apartemen kakak?"


"Iya, mama ada perlu dengan Angga karena ponselnya gak bisa dihubungi. Se Ah siap-siap bentar lagi mama jemput."


"Siap ma!"


Tak lama menunggu, mobil Arsyana mulai masuk di halaman rumah Se Ah. Arsyana turun dari mobil dan menghampiri Se Ah. Cipika cipiki sebentar dan tak lupa Se Ah mencium takzim tangan Arsyana.


"Mama dan papa pergi ke rumah sakit, Oma lagi sakit." Jelas Se Ah


"Sakit apa?"


"Kata mama Anin, oma kena serangan jantung."


"Ya Allah... nanti pulang dari apartemen Angga, kita kesana ya!"


"Ya ma."


"ya udah... yuk berangkat! keburu Angga berangkat ke kantor."


Sesampainya di depan apartemen Angga, Arsyana membuka pintu kamar dengan pin yang telah diberitahukan anak tunggalnya itu.


Arsyana berjalan masuk dengan beberapa kali memanggil nama Angga, tapi bibirnya seketika terdiam ketika melihat ruang tamu Angga yang penuh dengan bunga dan berserakan balon berbentuk hati serta tulisan yang begitu besar terpampang jelas di ruang keluarga.

__ADS_1


I Love You Mo Se Ah


Arsyana menatap Se Ah, ternyata yang terkejut bukan hanya dirinya tapi Se Ah yang dari tadi membuntuti Arsyana di belakang. Sangat terkejut dengan apa yang ada di hadapannya.


Hatinya bagai ada kupu-kupu terbang, riang gembira bersorak sorai atas apa yang dilakukan Angga untuk Se Ah.


"Sebesar inikah kakak mencintai Se Ah." tak terasa buliran air mata bahagia jatuh begitu saja di pipi mulus Se Ah.


Arsyana menepuk pundak Se Ah beberapa kali, ia pergi meninggalkan gadis cantik yang masih menikmati kebahagian disana. Arsyana menuju kamar Angga, seharusnya putranya itu sudah siap untuk berangkat bekerja.


Namun apa yang ia lihat, setelah membuka pintu kamar Angga. Arsyana yang tadinya senang mengetahui bahwa putranya mencintai Se Ah. Sekarang hatinya berubah menciut seketika, ia melihat putra tunggalnya memeluk erat seorang wanita diatas tempat tidur tampak tak berbusana.


"Anggara!" teriak Arsyana memekakkan telinga.


Angga yang mendengar teriakan suara mamanya mulai mengerjapkan mata dan memfokuskan pandangannya. Tapi dirinya merasa aneh, ketika mau bangun, tangan kirinya terasa berat.


Betapa terkejut dirinya, ketika membuka matanya lebar. Ia melihat seorang wanita berada dipelukannya. Wanita itu juga menggeliat mencoba bangun dari tidurnya.


"Rania..." Panggil Angga dengan suara parau.


Rania segera menjauh dari Angga, ia juga tak kalah terkejut dengan Angga. Bahkan ketika dirinya melihat ke bawah selimut.


"Ya Tuhan..."


Se Ah yang mendengar teriakan Arsyana, seketika berjalan menghampiri mama angkatnya itu.


"Ada apa ma?" Tanya Se Ah kemudian mengikuti pandangan Arsyana. "Kakak....Rania!" Pekik Se Ah tak percaya melihat dua insan berada di satu selimut.


*****


Jangan lupa like, komen dan vote nya ya....


😉😉😉

__ADS_1


__ADS_2