Andai Kau Tahu

Andai Kau Tahu
episode 31 - Andai Kau Tahu


__ADS_3

"Halo.." Sapa Se Ah


"Halo Se Ah, ni tante mamanya Rania. Tante minta tolong sama kamu segera kesini ya! tante takut terjadi apa-apa pada Rania karena setelah kedatangan Angga, dia tak mau keluar kamar." Kata mama Rania panjang lebar. "Se Ah.. kau masih disana kan?" Tanya Alexa lagi


"Ya tante, tapi maaf Se Ah tidak bisa kesana karena masih menunggu oma." tolak Se Ah, Sebenarnya bisa saja ia meninggalkan neneknya toh ada mama dan papanya yang menjaga sang nenek. Namun Se Ah masih ragu bertemu dengan Rania, ia masih sakit hati dan takut jika bertemu sahabatnya justru pertengkaran yang akan terjadi.


"Se Ah... tante mohon, tante khawatir pada Rania, karena dia tak mau keluar kamar, dia juga belum makan dan dia mengancam mau bunuh diri jika pintunya kami dobrak." Alexa memohon dengan sangat pada Se Ah, ia harus berhasil membujuk Se Ah agar gadis itu mau membujuk Rania keluar dari kamar.


Se Ah terdiam, ia bingung harus berbuat apa?jika dirinya menemui Rania, ia masih tak kuasa menahan rasa sakit hatinya tapi jika tidak ia takut terjadi apa-apa dengan Rania.

__ADS_1


Genggaman hangat tiba-tiba dirasakan oleh tangannya, William memegang tangannya erat dan mendekat tertunduk ke arahnya hingga hembusan nafas lelaki pemilik kedai itu terasa di pipi kirinya.


"Pergilah, aku akan menemanimu."


Se Ah terkesiap, entah hipnotis apa yang digunakan William hingga dirinya menuruti perkataan lelaki itu. Ia tiba-tiba yakin merasa tegar dan kuat menghadapi Rania. Bagaimanapun Rania adalah sahabat satu-satunya yang miliki.


"Baiklah tante, saya kesana." Ucap Se Ah menjadi angin segar seluruh keluarga Rania. Mereka tahu hanya Se Ah yang bisa membujuk putri mereka.


"Apa yang harus aku lakukan kak?" tangis Se Ah pecah seraya memeluk badan William erat. Ia butuh itu sekarang, sejak mengenal William entah kenapa dada bidang lelaki itu selalu bisa membuatnya nyaman.

__ADS_1


William mengelus rambut panjang SeAh mencoba menenangkan gadis manja itu. Setelah tak terdengar sesenggukan dari SeAh, William memegang kedua pundak Se Ah, ia menatap lekat mata coklat terang milik Se Ah yang sekarang terlihat sembab.


William menghapus air mata yang mengalir di pipi Se Ah. "Berdamailah dengan mereka."


"Andai kau tahu betapa hancur hatiku kak! Belum ada 24 jam aku merasakan kebahagiaan sekaligus sakit hati dikarenakan orang yang sama. Orang yang selalu aku cintai dan banggakan mengkhianatiku dengan sahabatku sendiri."


"Memang terasa sakit, tapi kau harus rela, mungkin Tuhan menjodohkan mereka dengan jalan seperti ini." Ucap William yang masih menghapus air mata gadis di depannya. "Angga harus bertanggung jawab atas diri Rania. Gadis itu telah kehilangan kehormatannya dan kau harus tahu bahwa tak semua lelaki bisa menerima itu, Se Ah... hanya Angga yang harus bertanggung jawab atas Rania. Ikhlaskan Rania bersama Angga, aku yakin rasa cintamu akan hilang seiring berjalannya waktu."


Se Ah mengagguk mencoba menerima perkataan lelaki itu dan William pun membawa Se Ah kedalam pelukannya. Mereka berdua berpelukan semakin erat merasakan kenyamanan hati masing-masing.

__ADS_1


Hingga tanpa mereka sadari Mo Ryung yang sedari tadi berdiri di belakang pintu memperhatikan dua insan itu.


"Sepertinya ia orang yang tepat untuk gadis manja kita." seru Anindiya mendekat pada Mo Ryung


__ADS_2