Andai Kau Tahu

Andai Kau Tahu
episode 19 - Kemarahan Angga


__ADS_3

Angga berjalan kesana kemari tanpa henti, ia bingung harus mencari kemana lagi Se Ah. Sejak tadi siang, setelah diberitahu bahwa nenek Se Ah masuk rumah sakit yang mengharuskan Mo Ryung dan keluarga menunggu disana. Beliau meminta Angga mencari Se Ah karena ponsel Se Ah tidak bisa dihubungi.


Ia sudah menyusuri seluruh pusat kota dan ke tempat-tempat biasa Se Ah kunjungi serta tak lupa ke rumah seluruh teman dekat Se Ah. Tapi tetap tak ada hasil, ia tak bisa menemukan Se Ah. Hingga malam ini, Angga mendengar deru suara motor dari depan rumah.


Angga berjalan keluar, tampak pemandangan yang seketika membuat darah Angga naik dan wajahnya memerah. Betapa tidak, ia melihat Se Ah tertidur pulas di punggung William dan lelaki itu meletakkan tangan Se Ah di dadanya seraya mengelusnya perlahan.


"Dari mana kalian?" Teriak Angga tiba-tiba saat sudah berada tepat di depan William.


Seketika Se Ah tersentak, ia terkejut mendengar suara Barito Angga yang memekakkan telinga. Se Ah mengusap kedua matanya, mengerjap beberapa kali memulihkan kesadarannya.


"Berisik tahu kak!" Celoteh Se Ah turun dari motor dan membuka helmnya. "Makasih ya kak Liam." Ucap Se Ah kemudian melangkah masuk ke dalam rumah tanpa mempedulikan Angga.


"Liam?" Tanya Angga dalam hati, "kenapa Se Ah memanggil William dengan Liam?"


William hanya tersenyum menerima ucapan terima kasih yang terdengar khas orang bangun tidur.


"Lain kali jangan bawa Se Ah tanpa izin, aku gak suka!" Ucap Angga ketus lalu berbalik meninggalkan William.

__ADS_1


"Maaf Ngga, tapi tadi...." coba William menjelaskan.


Angga masuk begitu saja, tak mempedulikan penjelasan William, ia hanya ingin mendengar penjelasan dari adik manjanya yang berhasil membuat jantungnya hampir copot hari ini.


Di dalam rumah, Se Ah yang masih mengantuk langsung merebahkan diri diatas kasurnya. Ia ingin melanjutkan mimpinya yang terpotong gara-gara ulah Angga.


Tapi baru saja ia memejamkan mata, tangannya ditarik kasar oleh Angga hingga dirinya tersentak bangun di atas tempat tidur. "Apaan sich kak?" teriak Se Ah seraya berusaha menarik cengkraman Angga.


"Dari mana saja kamu? Kenapa malam baru pulang? Hp juga tidak aktif." Teriak Angga yang mencengkram semakin kuat tangan Se Ah.


Se Ah meringis kesakitan, baru kali ini ia disakiti oleh kakaknya. Dulu, jika Se Ah salah atau mengganggunya, Angga tak pernah semarah ini.


"Kakak kenapa sich? Se Ah baru datang langsung marah-marah. Lepasin kak! sakit tahu!" Coba Se Ah meminta Angga melepaskan cengkraman tangannya.


"Kenapa katamu?" Tanya Angga tak mau melepaskan tangan adiknya. "Seorang gadis menghilang sejak pagi lalu pulang dengan mesranya tidur di pelukan lelaki yang gak ada hubungan apa-apa. Masih kamu tanyakan kenapa?" Teriakan Angga semakin keras


"Emang apa hubungannya dengan kakak? aku adikmu bukan pacarmu." Balas Se Ah tak mau kalah

__ADS_1


"Se Ah...."


"Memang benar kan? aku ad...."


Perkataan Se Ah terpotong ketika bibir Angga dengan kasar meraup bibir ranumnya, ********** dengan kasar dan memaksa badannya untuk melekat dibadan Angga.


Se Ah memberontak berusaha untuk melepaskan pelukan dan ciuman itu tetapi semakin Se Ah memberontak semakin Angga memeluk erat badan Se Ah.


Se Ah menggigit bibir Angga, membuat lelaki itu melepaskan ciumannya dan tanpa aba-aba Se Ah menampar keras pipi Angga. Matanya memerah, menatap tajam ke arah Angga. Ia benci dengan orang yang ada dihadapannya sekarang.


"Kakak jahat!" Teriak Se Ah kemudian berlari menjauhi Angga.


"Se Ah! maafin aku!" teriak Angga, ia pun berlari mengejar Se Ah, ia menarik tangan Se Ah hingga gadis itu berbalik dan dengan segera Angga memeluknya dengan erat. "Maafkan aku Se Ah... maaf kan aku!" Ucap Angga, ia benar-benar menyesal dengan apa yang dilakukannya. Entah setan apa yang menghampiri dirinya, ia sangat marah ketika melihat Se Ah berada di pelukan Angga.


"Lepas kak!" Ucap Se Ah dengan air mata yang tak terbendung lagi. Ia menggerakkan badannya agar Angga mau melepas pelukan itu.


"Aku tak suka melihat mu bersama William." Angga mengendurkan pelukannya, mengusap air mata di pipi adik kesayangannya.

__ADS_1


"tapi tak seharusnya kakak melakukan ini kan?"


"maaf... " ucap Angga memeluk tubuh adiknya yang masih sesenggukan. " Aku gak mau kamu jadi milik orang lain, kamu hanya milikku, hanya milikku."


__ADS_2