Andai Kau Tahu

Andai Kau Tahu
episode 15 - Baru Cinta Langsung Patah Hati


__ADS_3

Se Ah menikmati pesta sangat sederhana yang dibuat oleh Anindiya. Pesta yang hanya menyulap kebun belakang rumah yang awalnya kosong menjadi dihiasi lampion dan kursi putih yang berjajar rapi mengelilingi meja besar.


Canda tawa seluruh keluarga Mo dan Anindiya menghiasi malam itu. Tak lupa keluarga Yoon dan Rania yang telah dianggap keluarga sendiri oleh Mo Ryung, juga ikut bergabung.


Setelah menikmati beberapa hidangan dan bercengkrama sebentar, Mo Se Ah memilih untuk undur diri. Ia merasa badannya masih merasa tak bertenaga sejak kejadian siang tadi. Apalagi ditambah sekarang Angga selalu menggoda Rania dari pada Se Ah.


"Se Ah tunggu!" cegah Rania melihat kepergian Se Ah. "Kau kenapa?"


"Aku lagi gak enak badan." Jawab Se Ah ketus. "Nikmati saja pestanya, maaf aku tak bisa nemenin. Kau sama kak Angga aja ya!" pamit Se Ah tanpa menunggu jawaban Rania.


Angga yang melihat aneh pada kedua sahabat itu akhirnya menghampiri Rania. "Ada apa?"


"ehm... Se Ah bilang lagi gak enak badan. Tapi kurasa ada yang aneh pada dirinya." Jelas Rania sesuai dengan apa yang dijawab oleh Se Ah.


"Benarkah? tapi kulihat memang ia kurang bersemangat tak seperti biasanya." Tambah Angga meyakinkan. "Kamu kembalilah bergabung dengan mereka, aku akan melihat Se Ah." Pamit Angga kemudian meninggalkan Rania yang masih berdiri di tempatnya.


tok...tok...tok.. suara pintu kamar diketuk Angga perlahan. "Se Ah.." Salam Angga seraya membuka pintu kamar Se Ah. "Kau kenapa?" Tanya Angga duduk di sebelah Se Ah yang telungkup di atas kasurnya.


Se Ah menjauhkan tubuhnya dari Angga dan memiringkannya membelakangi Angga. Se Ah menekan dadanya dengan kuat, setiap kali melihat Angga tiba-tiba dadanya seakan menyempit, sesak sekali.

__ADS_1


Kejadian tadi siang seperti menghantui dirinya dan ikut kemana-mana saat pandangan mata Se Ah melihat Angga.


"Se Ah.." panggil Angga pada adiknya, baru kali ini Se Ah memperlakukan Angga seperti itu. "Se Ah cantik..." goda Angga yang biasanya langsung membuat Se Ah tersenyum. Tapi gadis itu masih tak bergeming dan masih membelakangi Angga.


"Kalau kamu gak mau jawab panggilan kakak... kakak akan.." Ancam Angga dengan naik ke tempat tidur Se Ah dan menggelitik gadis manis itu hingga tertawa.


"Kak..." rengek Se Ah, mencoba menangkap tangan Angga agar berhenti. "udah kak.. udah..." rengek Se Ah yang perutnya sudah sakit karena ulah Angga.


Angga tak mau berhenti, ia malah menggapit kaki Se Ah dan sekarang berada tepat di atas badan Se Ah yang menggeliat karena geli.


"Berhenti kak...." mohon Se Ah


"gak...gak..." jawab Se Ah yang masih tertawa


"yakin.... Hem?" Tanya Angga yang sekarang ni menatap manik mata Se Ah.


Mata sendu yang tiba-tiba membuat Angga tercekat, ia baru menyadari bahwa Se Ah benar-benar cantik. Jantungnya pun tak memungkiri hal itu, kali ini berdetak begitu kencang.


Mereka berdua saling diam, hanya menatap satu sama lain. Seakan menjelajahi seluruh wajah yang berada di depan mereka. Meresapi semua yang ada di sana, mulai dari alis, mata, hidung hingga ke bibir masing-masing.

__ADS_1


Bibir merah ranum milik Se Ah berhasil membuat tangan Angga ingin menyentuhnya. Bahkan bukan hanya tangan, ia pun ingin merasakan bibir yang terlihat kenyal itu.


Tapi segera ia urungkan, ia tak mau menghancurkan kehormatan adiknya. Dirinya pun turun dari badan Se Ah. "Kau marah sama kakak?"


"Gak." Jawab Se Ah pelan


"Lalu... kenapa dari tadi menghindar dari kakak?"


"Siapa yang menghindar? lagi pula itu kan pestanya mama dan papa." Jelas Se Ah yang sekarang duduk di sebelah Angga.


"Tapi kan sekalian merayakan ulang tahunmu."


"Umur berkurang kok malah dirayain." Jawab Se Ah asal.


"Hem... kamu tuh ya!" Kesal Angga lalu mengapit leher Se Ah dengan tangannya.


"Sakit kak... lepasin." Pinta Se Ah yang segera dikabulkan oleh Angga. "Udah ah... Aku mau tidur, capek. Kakak pergi sana temani Rania, kasihan dia sendirian."


Tanpa bertanya lagi Angga meninggalkan kamar Se Ah, ia masih merasakan detak jantungnya yang masih tersisa. "Ada apa denganku ini?"

__ADS_1


Setelah kepergian Angga, Se Ah pun membaringkan badannya, memegang dadanya yang bergemuruh akibat ulang Angga. "untung kak Angga segera pergi kalau tidak bisa copot nich jantung. Tapi... kau harus bisa melupakan kakakmu itu Se Ah... dia kan mencintai Rania bukan kamu." Omel Se Ah. "Ah... kenapa nasibku gini amat sich, baru aja cinta langsung patah hati."


__ADS_2