Andai Kau Tahu

Andai Kau Tahu
episode 24 - Kecewa


__ADS_3

"Sudahlah.. bersihkan dirimu, mama Arsy menunggumu." Potong Se Ah yang masih tak ingin mendengarkan penjelasan Rania.


Gadis yang masih mengeluarkan air mata itu mencoba menutupi tubuhnya dengan selimut dan berjalan ke kamar mandi. Ia tahu bagaimana kalau Se Ah sedang marah, ia tak akan mempedulikan atau mendengarkan penjelasan apa pun. Rania akan menunggu kemarahan Se Ah mereda baru menjelaskan semuanya.


Se Ah memalingkan mukanya dari Rania, ia mencoba untuk meredam amarah agar tidak meluap tak karuan. Ia bukan wanita bar-bar yang harus marah tanpa etika.


Se Ah berdiri akan meninggalkan kamar Angga, tapi apa yang dia lihat sebercak darah menempel di sprei putih Angga. Benar apa yang dia lihat, mereka telah melakukan hubungan suami istri.


"Kenapa kau melakukannya padaku kak?" Tanya Se Ah dalam hati.


****


Dada Arsy seakan sesak, air matanya tak kuasa meluncur begitu saja. Ia tak menyangka anak yang telah dibesarkannya dan di didik ilmu agama bisa melakukan hal ceroboh seperti ini. Arsy merasa sudah gagal menjadi seorang ibu.


"Ada apa sayang?"

__ADS_1


Suara yang sangat dikenal Arsy datang menghampirinya dengan tergesa-gesa. Yoon Dae Jung diminta oleh Arsy untuk datang ke apartemen Angga. Ia merasa bingung karena sudah lama istrinya tak pernah menangis dan hari ini ia mendapat telfon dari Arsy dengan suara yang gemetar di sela Isak tangisnya.


"Ada apa?" Tanya Dae Jung seraya memeluk Arsy dengan erat.


"Angga pa.. Angga...tidur dengan seorang gadis." ucap Arsyana yang seketika merenggangkan pelukannya dan menatap suaminya.


"Bohong pa... Aku tidak meniduri gadis itu!" Potong Angga yang baru saja keluar dari kamarnya.


Dae Jung menatap Angga tajam, ia paling tidak suka jika ada yang menuduh Arsy pembohong. "Angga jaga mulutmu!" bentak Dae Jung.


"Ma.. kami memang dalam kondisi seperti itu, tapi aku yakin ma.. aku tidak melakukannya!" elak Angga, ia masih ingat kemarin dirinya pingsan dan mana mungkin melakukan hal itu.


"Dia melakukannya ma! Kak Angga melakukannya." Potong Se Ah menghampiri mereka.


Mereka bertiga menoleh ke sumber suara, Se Ah bergabung dengan mereka. Matanya memerah menahan amarah yang berkecamuk di dadanya.

__ADS_1


"Se Ah... kau tak percaya padaku?" Tanya Angga.


"Bagaiamana aku bisa percaya kakak? sedangkan aku melihat dengan jelas bukti bahwa kakak telah mengambil keperawanan Rania."


Angga mendekati Se Ah, ia memegang kedua bahu Se Ah. "Aku mencintaimu Se Ah, aku tidak mungkin melakukannya dengan orang yang tidak aku cintai"


"Jangan mengelak kak!" Se Ah melepaskan tangan Angga dengan kasar. "tanggung jawablah atas perbuatanmu." Ucap Se Ah kemudian berlalu pergi meninggalkan mereka .


"Se Ah... Se Ah..." Teriak Angga dan berusaha mengejarnya tapi sayang lengannya di tahan oleh Dae Jung dengan sangat kuat. "Pa...aku mencintai Se Ah, aku..."


"Ren... Antarkan Se Ah pulang." titah Dae Jung memerintahkan Rendy. Dengan segera Rendy melaksanakan tugas dari atasannya.


"Nona Se Ah..." Panggil Rendy yang melihat Se Ah berjalan dengan cepat dan memasuki lift. Rendy pun menyusul di lift sebelahnya.


"Nona Se Ah!" Panggil Rendy berlari mendekati Se Ah. "Saya antar nona pulang!" Pinta Rendy.

__ADS_1


Tapi Se Ah tidak merespon Rendy, sebenarnya ia berhenti bukan karena panggilan Rendy tapi karena ia melihat William yang berdiri tampak berbincang dengan seorang wanita.


__ADS_2