Andai Kau Tahu

Andai Kau Tahu
Episode 23 - Dijebak 2


__ADS_3

Se Ah menatap tak percaya dengan apa yang ia lihat, Angga yang kemarin telah membuat hatinya tersanjung karena ungkapan cintanya, sekarang justru tidur dengan wanita lain.


Bak petir menyambar di siang bolong, hati Se Ah seakan hancur seketika, lidahnya pun kelu sulit untuk mengatakan sesuatu. Bahkan badannya kaku, tak bisa di gerakkan.


"Bersihkan diri kalian! mama tunggu di ruang tamu." Perintah Arsyana tak terbantahkan. Beliau melemparkan pakaian Angga yang berserakan dilantai kemudian menggandeng Se Ah mengajak gadis yang seperti patung itu duduk di sofa.


Mereka berdua saling diam, raga Arsy seakan ditarik kembali ke masa lalu, masa dimana ia melakukan hal yang telah membuatnya diusir oleh ayah kandungnya sendiri. Bayangan kehidupannya yang hamil diluar nikah, di gunjing sana sini bahkan hingga tak diakui sebagai anak.


"Ya Tuhan.. kenapa anakku bisa melakukan ini semua? apa ini sebuah kutukan keluargaku?" ucap Arsy dalam hati. Ia mencoba untuk menyebut nama Tuhan nya berkali-kali, meminta ampunan kepadaNya.


****

__ADS_1


Di dalam kamar Angga,


Angga masih terdiam melihat baju yang telah dilemparkan Arsy ke arahnya. Ia melihat sekilas ke Rania yang menunduk dan memegang erat selimut yang menutupi tubuh polosnya. Angga memalingkan pandangannya, ia mengambil baju yang dilemparkan Arsy, memakainya dan segera pergi ke kamar mandi.


Sedangkan Rania, gadis itu masih tak percaya dengan apa yang terjadi, bagaimana bisa ia tidur di kamar Angga bahkan berada di pelukan lelaki yang sangat dicintai sahabatnya. Rania melihat kebawah selimut untuk kesekian kalinya, ia melihat tubuhnya tanpa sehelai benangpun. Air matanya pun lolos, entah apa yang dia rasakan sekarang, semua campur aduk jadi satu. Rasa sedih, takut, bingung dan kecewa pada dirinya yang tak bisa menjaga kehormatannya.


"Se Ah..." Batin Rania memanggil Se Ah yang masuk ke dalam kamar Angga. Se Ah menemui Rania meskipun hatinya remuk redam, sesak didada dan rasa terkejut masih menghampirinya. Tapi mau bagaimana lagi Arsy memintanya untuk menemani Rania, seolah gadis itu adalah korban perbuatan Angga.


Se Ah masuk ke dalam kamar Angga, melihat sekeliling kamar yang masih berserakan dengan baju Rania yang tercecer dimana-mana.


Angga menatap Se Ah nanar, ia menyentuh pundak Se Ah mencoba untuk berbicara dengan Se Ah.

__ADS_1


"kakak ditunggu mama Arsy." Ucap Se Ah tanpa menoleh pada Angga.


Angga mengendurkan tangannya, ia tahu Se Ah sekarang marah padanya. Angga memutuskan pergi dari sana dan segera menemui Arsy. Untuk Se Ah, ia akan menjelaskannya setelah ini.


"Tega kau Ran...!" Sebuah kata yang lolos keluar dari bibir merah Se Ah setelah dirinya duduk di sofa depan Rania. "Aku nggak nyangka kamu berbuat hal serendah ini, jika kau mencintai kak Angga, bilang sama aku Ran! Jangan menusuk dari belakang!"


"Se Ah... sumpah demi Tuhan, aku tidak tahu kenapa aku berada disini. Aku..." Coba Rania menjelaskan pada Se Ah apa yang terjadi.


"Jangan bawa nama Tuhan dengan tubuh kotormu itu. Sejak aku memperlihatkan foto kak Angga kau mulai menyukainya kan? Aku tidak akan lupa Rania, jika kau adalah pemuja lelaki tampan dan kakakku masuk di dalam kriteria itu."


"Se Ah... aku memang menyukai kakakmu, tapi aku masih waras untuk tidak memberikan kehormatanku pada lelaki yang bukan suamiku lagi pula mana mungkin aku merebut kekasih sahabatku sendiri." Jelas Rania dengan air mata yang berlinang. "Kemarin aku pingsan Se Ah.... dan saat bangun aku sudah berada disini! Percayalah!" Isak tangis Rania pecah, ia menangis tersedu-sedu.

__ADS_1


Se Ah yang awalnya marah pada Rania berubah menatap sedih dan kasihan, bagaimana pun Rania adalah sahabatnya yang tak pernah mengecewakan dirinya.


"Sudahlah.. bersihkan dirimu, mama Arsy menunggumu." Potong Se Ah yang masih tak ingin mendengarkan penjelasan Rania.


__ADS_2