Andai Kau Tahu

Andai Kau Tahu
episode 21 - Dikejar


__ADS_3

Malam itu begitu sepi, Angga melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, dengan hati yang masih berbunga. Lega rasanya karena dirinya telah mengungkapkan perasaannya terhadap Se Ah.


Namun hatinya kini berubah, rasanya ada yang aneh dengan mobil dibelakanngnya. Ia belok kanan mobil itu mengikuti begitu pula saat ia belok kiri.


Ia mencoba untuk mengamati mobil itu dari kaca spion tapi ia sama sekali tak mengenal mobil van yang membuntutinya.


Tanpa berfikir panjang, Angga menambah kecepatan dan berusaha menghindari mobil van hitam itu. Namun Mobil van itu pun tak kalah cepat dengan mobil Angga.


Mobil mereka saling berkejaran di tengah malam yang gelap dan hanya lampu jalan saja sebagai penerang. Mobil Angga ditembak beberapa kali, tapi syukurlah Dae Jung telah melengkapi mobil putranya dengan anti peluru.


Tapi naas mobil Angga harus berhenti ketika mobil van hitam itu menghadangnya. Beberapa orang lelaki turun dari sana, mereka berbadan tegap dan berpostur sangat besar layaknya seorang bodyguard


"Sial..." Umpat Angga di dalam mobil,


"Keluar!" Teriak salah satu dari mereka dan menggedor jendela Angga.


Angga tak ada pilihan lain, ia harus keluar dari sana. Angga tak memiliki keahlian bela diri yang bagus, tapi apalah daya ia harus menghadapi beberapa orang berbadan besar itu.


Angga keluar dari mobilnya, ia menatap satu persatu dari mereka. Mereka mendekat dan terus mendekati Angga, memukul Angga dengan tiba-tiba.


Sekuat tenaga dan sebisa ilmu bela diri yang ia miliki ia mencoba membalas mereka namun Angga tak sanggup, ia berkali-kali menerima pukulan telak dari hampir sepuluh lelaki yang tak ia kenal.

__ADS_1


Angga pun berhasil mereka bekuk, dan ketika mereka lengah Angga mencoba untuk lari sekencang-kencangnya menghindar sejauh mungkin.


Tanpa berfikir kemana ia harus pergi, akhirnya ia masuk kedalam sebuah mobil yang berhenti di depan cafe dan meminta orang yang didalam untuk segera melajukan mobilnya.


"Kak Angga!"


Mobil itu yang ternyata milik Rania, Angga benar-benar mengejutkan gadis yang baru saja duduk di belakang kemudi.


"Ayo Ran.. buruan pergi!" pinta Angga tak kalah terkejut dengan Rania.


Rania yang memang baru belajar menyetir itu, mengendarainya dengan hati-hati hingga membuat Angga jengkel setengah hati.


"Injak gas nya lebih dalam Ran!" perintah Angga sambil menoleh ke belakang.


"Matilah kita!" Gumam Angga.


"Keluar pengecut!" Teriak salah satu dari mereka.


"Kak....gimana ini ?" Tanya Rania yang takut menuruti apa yang orang-orang itu minta.


Suara kunci mobil terbuka, tanpa menunggu Angga dan Rania keluar, mereka sudah menarik Rania keluar begitupula dengan Angga.

__ADS_1


Rania berteriak beberapa kali, mencoba meminta untuk dilepaskan tapi ia langsung di bekap hingga pingsan.


"Apa yang kalian inginkan?" Teriak Angga mencoba melepaskan dari cengkraman dua lelaki yang menahannya. Tanpa menggubris apa yang Angga tanyakan salah satu dari mereka telah membius Angga.


Mereka berdua dimasukkan ke dalan mobil dan diikat serta di tutup kedua mata dan mulutnya. "Bagaimana ini Don? Kenapa nona Rania kau bius juga kalau nyonya besar tahu bisa bahaya kita."


"Mau bagaimana lagi, nona Rania tak ada di rencana kita." Jawab rekan Doni.


Ponsel Doni pun berdering, terlihat jelas tertera tulisan Nyonya Besar disana.


"Iya Nyonya..." Jawab seorang lelaki bernama Doni itu.


"Apakah tugasmu sudah selesai?" Suara lembut khas atasannya itu membuat Doni sedikit merinding.


"belum, nyonya!" Jawab Doni gemetar


"Apa yang kalian tunggu? cepat bunuh dia!" Perintah Atasan mereka dengan suara memekikkan telinga.


"Tapi nyonya, nona Rania juga ada disini!"


"Rania..?" Alexa terkejut mendengar anak tirinya bersama Angga. "Apa yang dilakukan gadis itu?" Tanya Alexa dalam hati tapi tak lama sudut bibir Alexa terangkat, melukiskan sebuah senyuman di wajahnya.

__ADS_1


****


Jangan lupa like and komen ya!😘


__ADS_2