
Di Apartemen Angga,
Arsy mencoba untuk menenangkan Rania, gadis manis yang masih menangis karena kejadian yang telah dialaminya. Sungguh miris baginya, ia telah kehilangan mahkotanya dan lelaki yang telah mengambilnya tak mau bertanggung jawab.
Rendy selalu melakukan perintah tuannya dengan baik, ia mendapatkan semua rekaman CCTV di apartemen Angga kemarin malam. Angga, Dae Jung dan juga Rendy melihatnya secara seksama.
Mereka melihat seorang lelaki menggendong seseorang dengan memakai jaket dan topi yang persis dengan apa yang tergeletak di kamar. Ya.. baju dan topi itu sama persis dengan milik Angga.
Angga menggelengkan kepala berkali-kali ketika Dae Jung menatapnya seakan bertanya apakah yang mereka lihat itu dirinya? Dae Jung terus menatap Angga, ia mencoba untuk intimidasi putranya. Tapi dengan gigih Angga masih menggelengkan kepalanya.
"Sumpah demi Tuhan pa! Aku tidak melakukannya! Aku tidak melakukannya!" Teriak Angga.
Dae Jung berdiri dan tanpa mengatakan apapun, tangan Dae Jung menampar Angga dengan sangat keras hingga terasa anyir di sudut bibir putranya itu. Angga yang tak kuasa menahan tamparan sang ayah akhirnya terduduk di lantai.
"Tanggung Jawab dengan apa yang kau buat." Perintah Dae Jung dengan penuh penekanan.
"Pa... aku bersumpah pa... aku tidak melakukan apa-apa. Kemarin itu aku dikejar oleh...." Coba Angga menceritakan kembali apa yang terjadi pada dirinya.
__ADS_1
"Jangan menutupi kesalahanmu dengan kebohongan NGGA!" Potong Dae Jung dengan rahang yang mengeras dan mata memerah menahan amarah yang membuncah.
"Pa.... Aku tidak bohong, percayalah padaku? Aku Mohon!!!" Pinta Angga yang sekarang tertunduk menahan tangisnya, entah usaha apa lagi yang harus ia lakukan agar ayahnya percaya dengan apa yang ia bicarakan.
"Kita temui keluarga Rania dan segera menikahkan kalian."
"Tapi pa..."
"Cukup Angga, Papa gak mau berdebat denganmu."
Angga berusaha untuk bangun setelah kepergian sang ayah, ia mencoba mengulang beberapa kali untuk mencari celah tapi sayang semuanya sempurna, Angga memang datang malam itu dengan menggendong Rania ala bridal style.
"Tapi disana terlihat jelas bahwa itu jaket dan topi milik tuan." Sanggah Rendy
Angga tak bisa berkata apa-apa, jaket dan topi itu memang miliknya, tapi Angga yakin bahwa kemarin malam dirinya tak melakukan apa-apa pada Rania. Dan ingatannya masih jelas ketika dirinya di kejar oleh sekelompok orang hingga bertemu dengan Rania.
"Ren.... tolong bantu aku! Selidiki semua... please!!!" pinta Angga pada Rendy seraya menyatukan kedua telapak tangannya dan menunduk, memohon pada aisisten pribadi Dae Jung.
__ADS_1
"Saya akan berusaha membantu Anda tuan." Jawab Rendy. "Sekarang, sebaiknya tuan menuruti apa kata tuan Dae Jung sebelum beliau murka."
Tanpa menunggu hari esok, Dae Jung, Angga, Arsy dan juga Rania keluar dari apartemen Angga. Yoon Dae Jung memutuskan untuk mengantarkan Rania pulang ke kediamannya hari ini juga. Beliau bermaksud untuk segera menikahkan putra semata wayangnya itu dengan Rania.
Ia tak tahu harus bagaimana lagi menanggapi sikap putranya yang telah merusak anak gadis orang itu kecuali dengan menikahkan mereka. Mungkin dengan begitu, kehormatan gadis itu bisa kembali.
******
Di Kediaman Rania,
Ramdhan, lelaki paruh baya yang duduk di kursi roda itu sedang asyik memberikan makan ikan di dalam kolam depan rumahnya. Sebuah kolam yang berisi ikan koi yang cukup besar dan dengan rakus memakan semua yang diberikan Ramdhan.
Lelaki paruh baya itu menghentikan aktifitasnya ketika melihat mobil terparkir di halaman. Seorang lelaki tampan yang dikenalnya sebagai teman putrinya itu keluar dari sana dan diikuti oleh CEO Yoon yang sangat terkenal dengan kedermewaannya.
Senyum pun terpatri menatap mereka dan bergerak perlahan menghampiri tamu terhormat itu. Tapi senyum itu segera memudar ketika melihat mata sembab seorang gadis disamping seorang wanita cantik yang juga keluar dari mobil itu.
"Rania..." Pekik Ramdhan tampak ragu dengan apa yang ia lihat.
__ADS_1
Mendengar suara ayahnya, Rania segera mendongak, menatap takut dengan reaksi apa yang akan terjadi pada ayahnya jika beliau tahu apa yang terjadi pada dirinya.